Terlepas Dari Kanker Paru-Paru – Ibu Edi Karuniasih, Malang

Kesaksian No Comments »

Nama saya Edi Karuniasih Saya seorang Ibu rumah tangga yang dilahirkan di Kediri pada tahun 1968 mengalami Kebesaran Tuhan melalui mujizat yang Dia kerjakan dalam hidup saya. melalui kesempatan ini ijinkan saya membagikan kesaksian kepada saudara.

Karena suatu pekerjaan saat ultah saya yang ke-38, tepatnya 1 juli 2006 saya bersama keluarga pindah dari Surabaya ke Malang. Sejak saat itu saya bergabung dan beribadah di Gereja Bethany Malang. Pada tanggal 17 Oktober 2006 adalah jadwal untuk saya check up ulang kesehatan saya (sejak tahun 2003 oleh pertolongan Tuhan Dokter menyatakan bahwa saya sudah sembuh dari kanker usus), check up itu dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk mengetahui kondisi tubuh saya.

Selesai check up saya langsung melihat hasilnya, saya sangat kaget bahkan shock ketika melihat hasil check up tersebut karena disitu tertulis bahwa nilai CEA (Nilai Kanker) yang ada dalam tubuh saya 5,6 yang berarti sangat tinggi. Saya berpikir dan bertanya dalam hati saya ini sudah stadium berapa? Sedangkan dulu dengan CEA 2,2 saja kanker usus saya sudah berada di stadium 2B.

Saya tidak percaya dengan hasil check up tersebut, saya berkata ini pasti salah..! biasanya saya check up di RKZ Surabaya, mungkin di Malang salah. Karena tidak puas, keesokan harinya jam 4 pagi saya dengan suami langsung ke RKZ Surabaya dan sore itu juga hasil check up itu keluar. Ketika saya melihatnya saya semakin shock dibuatnya karena hasil CEA naik menjadi 5,8. Sore itu juga saya dan suami langsung membawa hasil lab itu ke Dokter yang setia menangani penyakit saya sejak awal. Dokter itu geleng-geleng sambil berkata ”anda harus check ulang lagi, semua organ tubuh di rontgen lagi. Saya khawatir ada penyebaran”.

Setelah di rontgen ternyata ditemukan bahwa kanker itu sudah menyebar ke paru-paru saya dan sudah tumbuh di 3 tempat, yaitu 2 di paru-paru kanan dan 1 di paru-paru kiri. Saat itu Dokter mengatakan secepatnya harus di “KEMOTERAPI” dan Dokter juga mengatakan bahwa ini lebih berat efeknya ke tubuh karena obatnya sangat keras. “ anda akan mengalami mual yang hebat, tubuh terasa terbakar, rambutmu akan rontok bahkan gundul”. Saya tertegun dan terdiam setelah saya mendengar semua penjelasan dari Dokter itu. Sesampai di rumah orang tua saya di Surabaya, saya berlutut dan berdoa sambil menangis “Tuhan saya teramat yakin bahwa apa yang terjadi dalam hidup saya Engkau turut bekerja, mampukan kami untuk mengatasi ini semua, Engkau yang mengatur semua hidup kami Tuhan, amin”. Benar semuanya Tuhan yang mengaturnya, bahkan ketika kami butuh banyak biaya untuk Kemoterapi saya, Tuhan sediakan itu tepat pada waktunya. Kemoterapi ini satu paket dengan dilakukan 6X yaitu 3 hari opname untuk kemoterapi ( obat itu dimasukkan lewat infuse) terus 3 minggu libur dilakukan sampai 6X. setelah kemo I hasilnya dicheck ulang untuk melihat CEA-nya. Hasil itu menunjukkan penurunan dari 5,8 menjadi 5,3. Dalam sejarah kemoterapi saya dulu itu merupakan hasil yang sangat bagus. Dokter senang melihat hasil itu maka dilakukan lagi kemo ke-2 hasilnya mengejutkan dari CEA 5,3 naik menjadi 6,3. Dokter bingung dan berkata ‘ini pasti ada yang tidak beres’. Saya harus photo ulang lagi, ternyata paru-paru saya sudah bersih tapi CEA koq naik. Ada penyebaran kemana lagi?

Dokter membuat schedule pengobatan saya, setelah kemoterapi selesai dilanjutkan dengan kemoterapi oral (obat yang diminum selama 6 bulan) dengan biaya yang lebih mahal. Setelah itu saya harus menjalani suntik antibody (selain sangat mahal, rasanya lebih hebat lagi dari kemoterapi. Begitu antibody disuntikkan tubuh akan menggigil dan kesakitan luar biasa). Kalau antibody tidak berhasil terpaksa saya harus menjalani operasi yang ke-5 dalam hiduup saya.

Saya pulang ke rumah Malang dan dimobil saya mendengarkan kaset pujian Bapak Gembala (Pdt.Yusak) saya menangis disepanjang jalan, kami berdua ikut menyanyi .. rasanya lagu-lagu itu pas buat kami berdua..” kami dikuatkan dengan pujian itu.. . Setibanya di rumah kami berdoa “Tuhan Engkau tahu kekuatan yang ada dalam tubuhku, dan juga kondisi keuanganku.
Kami yakin Engkau yang mengatur segalanya, amin”

Keesokan harinya saya opname lagi di Siloam Hospital Surabaya untuk kemoterapi yang ke-3. setelah kemo selesai kami pulang ke Malang. Di PBI kami ikut disalah satu FA dan di FA inilah kami berdoa bersama untuk mendoakan kemoterapi saya ini. Kami bersyukur di tempat ini kami menemukan sahabat-sahabat dan saudara yang saling peduli antara yang satu dengan yang lain. Waktu kemo ke-3 kondisi saya sangat buruk dan saya sakit batuk yang hebat, mungkin ini pengaruh dari paru-paru saya yang terserang kanker dan waktu saya batuk itu sudah mengalami batuk yang disertai lendir dan darah yang keluar. Tetapi saya tidak cerita kepada siapapun (kecuali Dokter) termasuk suami saya. Saya takut keluarga saya shock apabila mereka mengetahuinya. Setelah kemo ke-3 itu tidak tahu saya ingin ke Menara Doa di Gereja (setiap pagi setelah anak-anak kami pergi ke sekolah). Di Menara itu saya tidak berdoa lagi untuk diri saya, tetapi berdoa sesuai dengan pokok-pokok doa yang sudah tercantum di Menara. Terima kasih buat semua teman-teman menara doa yang selalu setia menemani saya berdoa di menara. God Bless You.

Tgl 17 Desember 2006 Saya dan anak-anak ikut ibadah ke 2, suami waktu itu ada tugas diluar kota jadi tidak bisa ikut ibadah bersama. Siang itu di gereja Bethany malang yangmelayani adalah hamba Tuhan dari Perth Australia yaitu Bp. Pdt Agus Gunawan (Bp. Han) . Firman yang disampaikan mengatakan bahwa “PERKATAAN KITA POWERFULL sekali” . Pada akhir ibadah beliau mengatakan siapa yg sekarang sedang dalam penderitaan, sedang mengalami sakit penyakit., katakan dengan penuh iman pada organ anda yang sakit. Saya ikuti saja perintah Bpk pendeta dengan penuh iman .. Siang itu saya berdoa “ PARU-PARUKU KAU DICIPTAKAN UNTUK SEHAT, KAU HARUS BERFUNGSI NORMAL. MULAI SIANG INI SEL-SEL KANKER YAG ADA DITUBUHKU DALAM NAMA TUHAN YESUS AKU PERINTAHKAN UNTUK KELUAR DARI TUBUH SAYA “AMIN” Saya juga merasakan ada sesuatu yang terjadi dari dada saya.. semenjak paru-paru saya terserang sel kanker rasanya panas sekali dan kalau dibuat bernafas agak berat dan sesak, tetapi sepulang dari gereja saya terasa dingin dan tidak sesak lagi kalau dibuat bernafas dan setiap saat perkaataan itu saya katakan dengan iman.

Tanggal 18 Desember saya ceck up untuk persiapan kemoterapi saya yang ke-4. siang itu kami sedang istirahat di kamar sambil menunggu hasil ceck up itu selesai. Saya melihat suami saya seperti memikirkan sesuatu kemudian saya bertanya ”kamu takut kehilangan saya?” dia menjawab ”ya, anak-anak masih kecil dan CEA-mu tinggi sekali”. Saya katakan “jangan takut menghadapi semuanya, Tuhan pasti tolong asal kita mau hidup menurut jalanNya. Saya tidak peduli dengan CEA saya, yang saya tahu saya sudah disembuhkan”. Iman itu terus saya yakini walaupun saya belum melihat hasilnya.

Sore itu sopir datang membawa hasil check up saya dan suami saya langsung membukanya. Dia meloncat dan berkata “Haleluya ma.. kamu sudah sembuh.. CEA-mu 2,6”. Dia mencium saya dan kamipun bersyukur kepada’YESUS” yang telah memberikan mujizat itu. Saya langsung telepon Dokter saya, ‘Mujizat terjadi Dok CEA-nya 2,6’ Dokter sangat senang dan meminta kami untuk membawa hasil tersebut. Keesokan harinya tanggal 19 Desember 2006 kami ke Surabaya dan konsultasi ke Dokter, dia mengatakan bahwa saya sudah sembuh dan tidak perlu kemoterapi lagi.

Betapa senangnya hati kami berdua, karena ini merupakan kado Natal yang terindah buat keluarga kami. Sungguh luarbiasa kalau Tuhan YESUS yang Mengemo. Rambut saya tidak rontok, kankernya disembuhkan dan hasil CEA itu adalah diluar target. Sebetulnya dari 6X kemo Dokter hanya menarget CEA itu turun sampai 4. Tapi apa yang Tuhan katakan didalam 1 Korintus 2 : 9 Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata,dan tidak pernah didengar oleh telinga dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia; semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. “Thanks God for all” terima kasih juga buat sahabat, saudara-saudara, hamba-hamba Tuhan yang terus mendukung doa buat kesembuhan saya dan keluarga. AMIN

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in