Berani Demi Kebenaran

Renungan No Comments »

"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya" (Yohanes 7:51)?

Nikodemus cukup berani menentang arus. Selagi teman-temannya sesama Farisi mati-matian mencari masalah yang dapat didakwakan kepada Yesus, Nikodemus malahan membela Yesus. Memang sejarah mencatat pada akhirnya Nikodemus akan dikucilkan dan menjadi miskin karena imannya itu. Tetapi keberaniannya itulah yang dapat menjadi teladan bagi kita.

Banyak orang mencari “aman” dan bukan "amin" atas janji-janji Tuhan ­- artinya asal posisinya aman. Berarti ia membiarkan saja walaupun terjadi ketidakadilan. Tetapi sebagai pengikut Allah yang benar, kita harus berani menyatakan kebenaran walaupun risiko yang akan ditanggung cukup besar, bahkan nyawa taruhannya.

Perbuatan yang penuh risiko ini pernah dilakukan oleh Rahab. Walaupun kotanya diintai oleh musuh, dengan berani ia malahan menyembunyikan pengintai itu di rumahnya. Kalau ketahuan, ia bisa dikeroyok orang sekota. Tetapi ia tidak takut dengan risiko itu. Tuhan menghargai pengorbanannya sehingga Alkitab mencatat, “Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho (Yos. 6:25). Karena keberaniannya itulah ia mendapatkan “penghargaan” sebagai salah satu nenek moyang yang melahirkan Yesus secara daging.

Saudara, kita perlu bersikap berani dalam hal membela kebenaran. Bersikap, berbicara, berpikir, dan bertindak berani melakukan kebenaran adalah modal utama kita untuk memuliakan Bapa di surga. Alkitab menyebut kita dengan rajawali, bukannya anak ayam, sebab rajawali adalah raja burung yang ditakuti di angkasa. Keperkasaannya menjadi legenda dan cerita yang tak henti-hentinya disampaikan manusia. Kalau kita masih bersikap pengecut, bagaimana mungkin kita disebut dengan rajawali? Tidak ada rajawali yang bertindak pengecut.

Renungan:

Beranikah kita menentang arus untuk membela kebenaran? Memang terlalu banyak orang yang lebih senang berlaku “mengamankan” posisinya dengan cara mengikuti arus, meskipun arus itu bertentangan dengan hati nuraninya. Sekarang, marilah kita tegakkan kebenaran di antara dunia yang penuh dengan ketidakadilan ini. Kebenaran tidak akan menjadi kebenaran bila tidak ditunjukkan.

Pengampunan (Matius 6:9-15)

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. DR. Agus Gunawan
Tanggal : 30 December 2007

Dalam doa yg diajarkan Tuhan Yesus, cuma ada 1 penjelasan tambahan (ayat 14, 15), yaitu tentang mengampuni, Ini berarti pengampunan adalah point yg sangat penting utk medapatkan semua jawaban doa tersebut.

 

Ada 3 alasan mengapa kita harus mengampuni:

1.  Yang membutuhkan pengampunan adalah saya dan saudara (Mat 18:21-35).

Untuk bisa mengampuni org lain kita perlu terlebih dahulu menerima pengampunan dari Tuhan (1 Yoh1:9). Sering kali kita sukar mengampuni org lain karena kita tidak membandingkan hutang2 (dosa & kesalahan) kita yg sudah berkali-kali di ampuni oleh Tuhan. 1 talenta = 6000 dinar, jadi ilustrasi Tuhan Yesus mengambarkan setiap kali kita mengampuni org lain perbandingannya adalah cuma 100 /60,000,000 dari dosa2 kita sendiri. Tuhan telah berkali-kali mengampuni dosa2 kita yg banyak.

2.  Pengampunan dapat menanggalkan beban-beban (sakit hati, kebencian, kesedihan, dll) (Ibr 12:1).

Pengampunan di perjanjian baru berasal dari bahasa Yunani, "aphesis", yang juga bisa di artikan "letting them go as if they had never been committed". Tuhan kita adalah Tuhan yg tidak mampu mengingat dosa2 kita yg telah di ampuni (Maz 103:12, Ibr 8:12, Yes 43:25, Ibr 10:17), karena itu kitapun harus belajar untuk mengampuni orang lain dengan cara yg sama spt sebagaimana Tuhan telah mengampuni dosa2 kita yg jauh lebih besar. Kita perlu menanggalkan beban2 dengan mengampuni orang lain barulah kita bisa menjalani perintah Tuhan utk berlomba mencapai tujuan.

3.  Pengampunan adalah syarat untuk menerima mujizat, tanda ajaib, iman, doa yang di jawab (Mat 9:1-8).

Di bacaan Mat 9:1-8, tujuan org lumpuh dan ke-empat temannya datang ke Tuhan Yesus adalah untuk menerima kesembuhan bukan pengampunan. Tetapi mengapa Tuhan Yesus berkata "Dosamu sudah di ampuni"? Ternyata dosa yg diampuni adalah langkah awal yg harus dipenuhi dari process penyembuhan, untuk bisa menerima kesembuhan dosanya harus diampuni terlebih dahulu. Bukan cuma penyembuhan saja tetapi utk bisa mendapatkan apa saja yg kita minta kepada Tuhan haruslah dosa kita diampuni terlebih dahulu, utk itu haruslah kita mengampuni org lain (Mar 11:22-26).

Contoh tokoh2 yg mengampuni di Alkitab:

  • Musa (Kel 32:32)
  • Tuhan Yesus (Luk 23:34)

Marilah saudara-saudari, hendaknya kita belajar untuk saling mengampuni karena kita sudah terlebih dahulu diampuni oleh Bapa kita di Surga.

 

Tuhan Yesus Memberkati.

Kuasa Percaya

Renungan No Comments »

“Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yohanes 7:38).

Anda menginginkan sesuatu dari Allah? Kesembuhan? Pemulihan? Pertolongan? Anugerah? Karunia-karunia Roh Kudus? Pahamilah terlebih dahulu kata “percaya”. Bila Anda melakukannya, maka Anda pasti mendapatkan semua yang Allah janjikan. Sebab itulah yang dikatakan oleh Yesus kepada kita.

Dalam Alkitab kata "percaya" dipakai kurang lebih sebanyak 343 kali, baik itu di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Kata "percaya" dalam bahasa Yunani adalah pisteuo [kata kerja] artinya "diyakinkan tentang" kebenaran Allah yang disingkapkan, sedangkan kata bendanya adalah pistis artinya "keyakinan."

Lalu siapa yang akan menyingkapkan kebenaran Allah di dalam diri kita? Roh Kudus! Ya, hanya Roh Kudus - yang tinggal di dalam diri [roh] Anda - saja yang bisa menyingkapkannya. Sekali Firman Allah disingkapkan di dalam roh Anda, maka Anda akan memiliki iman atau keyakinan untuk mempercayai janji-janji Allah. Haleluya!!!

Sebenarnya tidak sulit untuk mempercayai Firman Allah. Sebab roh Anda yang baru ­- yang telah mengalami kelahiran kembali saat PERCAYA kepada Yesus - di samping menjadi tempat kediaman Roh Kudus juga memiliki kemampuan untuk MEMPERCAYAI apa saja yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya.

Oleh sebab itu percayalah kepada Tuhan Yesus sebab Dia adalah Firman! Di dalam roh Anda terdapat sungai kehidupan. Dengan percaya, maka Anda akan menjebol sungai kehidupan yang ada di dalam roh Anda sehingga aliran-aliran air hidup [Roh Kudus] yang ada di dalam roh Anda akan mengalir dengan kuat. Sungai sukacita mengalir. Sungai damai sejahtera mengalir. Sungai kesembuhan mengalir. Sungai urapan mengalir. Segala sungai berkat Allah akan mengalir!

PERCAYA juga akan membuat gunung-gunung yang ada di dalam kehidupan Anda rata dengan tanah. Tetaplah PERCAYA maka Anda akan melihat banyak mukjizat terjadi dalam hidup Anda. Tidak ada yang bisa mengalahkan orang yang mempercayai Firman Allah.

Renungan:

Bagian Anda adalah PERCAYA. Bagian Allah menggenapi apa yang Anda percayai itu. Dan PERCAYA adalah syarat mutlak untuk mendapat janji-janji Allah. Belajarlah mulai dari sekarang untuk selalu percaya kepada Tuhan. Percaya kepada Allah adalah pintu menuju berkat-berkat Allah.

Inisiatif Allah

Renungan No Comments »

“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal” (Yohanes 7:28).?

Ada orang sangat membanggakan agama. Mereka berkata, “Agamakulah yang paling benar dan sempurna karena agamaku yang muncul paling akhir.” Bahkan orang Kristen pun kadangkala terjebak dengan kebanggaan dengan agamanya. Agama memang mengajarkan yang baik, tetapi Agama adalah usaha manusia untuk mencari Allah. Sedangkan kekristenan adalah tindakan Allah mencari manusia, dan manusia itu meresponinya.

Banyak orang mempertanyakan dari mana asal Yesus. Hal itu berlangsung dari dulu sampai sekarang.? Orang Yerusalem mengetahui bahwa Dia berasal dari Nazaret, ibunya bernama Maria dan saudaranya laki-laki dan perempuan ada di tengah-tengah mereka. Lalu, siapakah Dia sehingga dapat melakukan banyak mukjizat? Apakah Dia ini Kristus? (ay 26).

Pertanyaan yang sama masih berlangsung sampai sekarang. “Siapakah Yesus itu? Bagaimana mungkin seorang wanita yang masih perawan seperti Maria bisa mengandung kalau tidak ada pria yang "berhubungan intim" dengan dia? Jangan-jangan …?” Dengan semua pertanyaan di atas Tuhan memberikan satu jawaban dalam firman Tuhan ini, “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal” (Yoh. 7:28). Jadi Dia datang bukan kehendak-Nya sendiri tetapi karena inisiatif Allah. Allah berinisiatif mencari manusia berdosa untuk diselamatkan. Diapun merancangkannya jauh-jauh hari bahkan sebelum dunia dijadikan (1? Pet. 1:20).

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk orang yang masih meragukan asal-usul Yesus Kristus Sang Juru Selamat? Mantapkan hati Anda dan jangan ragu. Firman Tuhan menjamin bahwa hanya melalui Dialah kita dapat tiba ke rumah Bapa (Yoh. 14:6). Nabi Yesaya menubuatkan, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Yes. 5:9).

Renungan:

Jangan meragukan keilahian Yesus. Biarlah dunia sibuk dengan berbagai cara untuk mengajukan argumen guna menggugat iman kita. Tetapi kita tahu dengan pasti bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang dijanjikan itu dan Dia adalah Tuhan dan Juru Selamat. Yesus bukanlah orang yang menunjukkan jalan, tetapi Dia adalah Jalan itu.

Hidup Memuliakan Allah

Renungan 1 Comment »

“Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku” (Yohanes 7:16).?

Seorang pemuda ditugaskan untuk menjaga sebuah rumah besar, indah, dan mewah. Mulailah ia beraksi sebagaimana layaknya orang kaya: cara duduk, cara berjalan, cara makan, bahkan cara berbicara. Ketika seorang pria setengah baya masuk ke dalam rumah tersebut, pemuda ini menghardiknya, “Siapa kamu dan siapa yang Anda cari?" Pria setengah baya ini menjawab, “Saya adalah pemilik rumah ini. Kamu siapa?” Pemuda ini kaget. Dengan malu ia berkata, "Maaf pak, maaf, mari silakan masuk."

Ilustrasi ini adalah gambaran orang-orang yang dititipi karunia oleh Tuhan, namun ia bertingkah laku seolah-olah karunia itu adalah miliknya sendiri.?

Siapa tidak tahu bahwa Yesus adalah ahli melakukan mukjizat. “Prestasi-Nya” dapat dicatat, mulai dari mengubah air menjadi anggur di Kana, memelekkan mata Bartimeus, membangkitkan Lazarus, sampai menempelkan telinga Malkhus yang dibabat pedang oleh Petrus. Khotbah-khotbah-Nya menarik dan dikagumi, sehingga banyak orang yang berdecak kagum. Semua orang tahu bahwa hal itu dilakukan oleh seorang yang bernama Yesus dari Nazaret. Banyak kesempatan bagi Yesus untuk mempermuliakan diri-Nya sendiri. Tetapi dengan rendah hati Dia berkata: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku (Yoh. 7:16). Hidup-Nya benar-benar hanya untuk memuliakan Allah.

Banyak orang - ketika masih belum dipakai Tuhan secara luar biasa - masih bisa merendahkan diri. Tetapi setelah ia mulai naik daun - diundang di mana-mana untuk berkhotbah - dan pelayanannya banyak terjadi mukjizat, mulailah dia meninggikan dirinya. Ia berlagak seperti pemuda di atas - mengaku-ngaku memiliki rumah mewah yang dititipkan.

Semua kemampuan, talenta, karunia, atau kelebihan apa saja yang kita miliki itu semua adalah titipan dari Yang Maha-Kuasa. Seringkali kita mencoba mencuri kemuliaan yang menjadi hak Tuhan. Manakala orang-orang bertepuk tangan -­ memberikan pujian kepada kita, maka tampaklah kepala kita mendongak ke atas sembari mengantongi setiap pujian yang disodorkan. Yesus berkata, “Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi” (Yoh. 8:50). Segala perbuatan Yesus adalah untuk hormat bagi yang mengutus-Nya, Allah Bapa. Bagaimana dengan Anda?

Renungan:

Marilah kita mencari kemuliaan bagi Allah dengan tulus. Bila talenta,? karunia, maupun kemampuan yang kita miliki, pandanglah semua itu sebagai alat untuk memuliakan Allah Bapa di surga. Berikan kemuliaan dan pujian hanya kepada Tuhan.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in