Keinginan Manusia

Renungan No Comments »

“Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama” (Kisah 4:32).

Seorang psikoterapi, Sigmund Freud berkata bahwa apa saja yang kita lakukan bersumber dari 2 motivasi: keinginan seksual dan keinginan untuk menjadi yang terbesar. Sedangkan John Dewey, seorang filosof, menyampaikan pendapatnya bahwa keinginan terdalam manusia adalah menjadi orang penting. William James berkata, “Prinsip paling dalam dari sifat dasar manusia adalah keinginan untuk dihargai.”

Sadar atau tidak kita juga sering kali tidak lepas dari keinginan dasar ini. Tetapi Yesus memberikan kunci untuk menjadi yang terbesar yang akan bertentangan dengan prinsip ini, “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” (Mat. 20:26-28). Menjadi pelayan atau hamba adalah kunci untuk menjadi yang terbesar.

Saya percaya bahwa ciri ini ada pada gereja mula-mula. Setiap jemaat mempunyai hati yang tulus untuk menjadi pelayan Tuhan. Mereka mempunyai keinginan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Mereka tidak segan-segan memberikan harta - bagi orang sekarang adalah “benda keramat” yang tidak boleh diberikan kepada orang lain - kepada orang-orang yang membutuhkan (ay. 34, 35). Dan para rasul membagi-bagikan harta itu dengan adil kepada orang yang membutuhkan.

Mengapa mereka bisa melakukan perbuatan seperti ini? Sebab mereka adalah jemaat yang dipenuhi dengan Roh Kudus dan hidup dalam ketulusan hati. Mereka semua bersehati dan saling memperlakukan seperti saudara sendiri. Mungkinkah gereja Tuhan meniru mereka? Bukankah selama ini kita menabuh genderang iman yang mengatakan bahwa Allah akan mengembalikan gereja zaman sekarang kepada zaman gereja mula-mula: Allah akan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib; Allah akan membangkitkan rasul-rasul dan nabi-nabi; Allah akan memenuhi gereja-Nya dengan Roh Kudus; sembilan karunia Roh Kudus akan dinyatakan di antara umat Allah; bahkan mereka yakin bahwa gereja akan dipersatukan? Tapi mana keyakinan yang menyatakan bahwa akan ada orang-orang yang membagikan harta kepada orang miskin?

Renungan:

Menjadi yang terbesar adalah menjadi pelayan Tuhan tanpa keinginan untuk menjadi orang terkenal. Kalau Anda menjadi pelayan Tuhan, pikirkan bagaimana caranya menjadi berkat bagi orang lain, kalau perlu mengorbankan harta kita juga. Anda tidak layak menjadi pelayan Tuhan bila masih mengkorupsi pujian yang menjadi milik Tuhan.

Bersatulah

Renungan No Comments »

“Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah ..….” (Kisah 4:24a).

Doa yang kita naikkan ke hadapan Tuhan sangat bermanfaat bagi kita. Doa dapat berupa permohonan kepada Allah untuk melepaskan kita dari masalah yang sedang kita hadapi. Seperti yang dialami oleh Petrus, Yohanes dan teman-teman mereka. Pada waktu itu mereka mengalami masalah yang cukup berat. Mereka bukan menghadapi pejabat biasa, tetapi mereka menghadapi penguasa dan sistem keagamaan Yahudi. Mereka berharap bisa lepas dari kesesakan yang mereka hadapi agar mereka bisa memberitakan Injil.

Firman Tuhan mencatat bahwa saat itu mereka berdoa bersama-sama kepada Allah. Ternyata, kesatuan hati mereka membuahkan hasil yang luar biasa, yaitu mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan memberitakan Injil dengan berani. Peristiwa ini mengingatkan kita pada zaman pemerintahan Raja Yosafat dalam 2 Tawarikh 20. Pada waktu itu raja Yosafat mendapat serangan dari Bani Amon, bani Moab dan sepasukan orang Meunim. Segera setelah mendengar kabar bahwa negerinya akan diserang musuh, Yosafat mengambil keputusan untuk mencari Tuhan dan menyerukan pada seluruh Yehuda untuk berdoa dan berpuasa. Karena mereka mencari wajah Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka musuh-musuhnya ditaklukkan!

Inilah kuncinya, bahwa kekuatan orang percaya akan bertambah besar jika kita bersatu hati berseru kepada Tuhan. Bersatu hati berarti mengabaikan segala perbedaan yang ada, menghilangkan keegoisan, dan bersama-sama saling menolong dan membangun. Tuhan menghendaki agar kita dapat tumbuh secara bersama-sama dan saling membantu satu dengan yang lainnya. Kalau hal ini kita lakukan, maka perkara yang besar pasti terjadi. Bumi akan bergoyang karena ada umat Tuhan yang bersatu hati sepakat memohon kepada Tuhan.

Firman Tuhan berkata, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibr. 10:25). Ayat ini juga memiliki makna yang tidak jauh berbeda dari ayat di atas, yaitu agar kita secara bersama-sama berkumpul, bertemu satu dengan yang lain untuk menaikkan syukur dan doa-doa kita.

Renungan:

Saudara, kuasa Tuhan akan bekerja lebih luar biasa lagi jika ada anak-anak Tuhan yang mau bersama-sama berkumpul untuk berdoa bersama. Dan marilah kita saling mendoakan untuk setiap masalah kita dan saudara kita. Persatuan adalah kunci kepada kuasa Allah.

Dengan Cara Dinamis

Renungan No Comments »

“Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis" (Kisah 2:12-13).?

Kisah ini tidak asing lagi bagi kita semua. Setelah Yesus bangkit, selama empat puluh hari Ia menunjukkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Ia ingin membuktikan bahwa Dia sudah bangkit. Sebelum terangkat ke surga Ia berpesan agar mereka tidak meninggalkan Yerusalem, sebab janji Bapa akan digenapi.

Dan kita tahu pada akhirnya Allah menggenapi janji-Nya dan di kamar loteng itu jutaan mungkin milyaran volt tenaga surgawi dialirkan kepada 120 orang yang menantikan janji Bapa. Tetapi orang-orang yang mendengarkan mereka menyindir bahwa mereka mabuk oleh anggur manis.

Seringkali kita pun bertindak demikian. Apabila ada ajaran aneh di antara gereja Tuhan, dan karena itu tidak sesuai dengan aliran kita, maka kita langsung memberikan peringatan kepada jemaat bahwa itu sesat! Tidak menutup kemungkinan bahwa itu memang pelajaran yang dapat menyesatkan jemaat Tuhan, hanya saja di antara ajaran-ajaran yang belum kita pahami itu ada karya Roh Kudus yang murni. Dan perlu diketahui pula bahwa Allah bekerja dengan cara dinamis. Ia tidak mau dikotak-kotak dengan cara berpikir manusia.

Firman Tuhan berkata, “Lihatlah diantara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah? heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan” (Hab. 1:5). Tuhan sendiri mengatakan hal ini. Kenyataannya, orang-orang Yahudi sama sekali tidak mengerti mengapa orang-orang di atas loteng itu mengigau seperti pendekar mabuk yang sedang berkelahi melawan lawan-lawannya. Apa yang dilihat dan didengarnya sama sekali tidak masuk akal dan bertentangan dengan doktrin mereka.

Saudara, bila mata Anda belum terbuka, maka Anda tidak akan dapat menikmati berkat-berkat Allah. Jangan terburu-buru memberikan “fatwa” sesat kepada ajaran, doktrin, manifestasi, atau apa saja yang berbeda dengan doktrin yang selama ini kita terima. Tetapi kita juga harus waspada sebab iblis pun menyamar sebagai malaikat terang untuk menyesatkan jemaat Tuhan.

Renungan:

Kita mempunyai Alkitab sebagai penyaring. Apabila Anda menemukan doktrin atau manifestasi Roh Kudus yang belum pernah Anda dengar atau saksikan sebelumnya, bersikaplah netral sambil menantikan jawaban Roh Kudus apakah itu dari Allah ataukah bukan. Jangan batasi karya Allah dalam hidup Anda supaya berkat Anda tidak hilang.

Pekerjaan Roh Kudus

Renungan No Comments »

“Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus.…” (Kisah 4:8).?

Ketika Petrus selesai berkhotbah di Serambi Salomo (Bait Allah), ia ditangkap oleh imam-imam dan pengawal-pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Bukan hanya itu saja, mereka juga dijebloskan ke dalam tahanan. Ini merupakan risiko yang sudah diketahui oleh Petrus dan Yohanes.

Kalau misalnya kita ada di pada zaman itu mungkin kita akan menganjurkan Petrus supaya melakukan penginjilan dengan cara yang “aman”. Kita mungkin akan berkata, “Pak Petrus, kalau menginjil dengan cara bisik-bisik saja atau di dalam ruangan yang sepi dan sedikit orang.” Ini pikiran kita. Tetapi Petrus yang penuh dengan Roh Kudus jelas tidak akan menggubris nasihat kita. Ia tidak melihat cara yang lebih efektif dalam hal pemberitaan Injil kecuali dengan terang-terangan dan penuh keberanian untuk melakukannya. Petrus akan menatap kita sambil berkata, “Kawan, kalau kamu belum melihat penderitaan Kristus, pantas kamu memberikan nasihat seperti itu kepadaku.” Anda tidak malu ditegur seperti ini?

Saudara, jangan menganggap sepele Roh Kudus yang sudah Anda terima. Kuasa Roh Kudus yang diberikan oleh Tuhan kepada kita memampukan kita untuk pergi memberitakan Injil dan melakukan perkara-perkara yang besar. Dan jangan membatasi kuasa Roh Kudus bekerja dalam diri Anda. Dia akan memimpin dan memberitahukan apa yang harus Saudara perbuat.

? ? ? ? ? ? ? Perkara-perkara besar yang Petrus dapatkan saat dia dipenuhi Roh Kudus adalah:

1.? ? ? ? ? ? Kuasa untuk menyembuhkan (Kisah Para Rasul 3:1-10; 5:12-16).

2.? ? ? ? ? ? Hikmat yang besar (Kisah Para Rasul? 2:14-47; 3:11-26).

3.? ? ? ? ? ? Keberanian menghadapi tantangan, misalnya menghadapi Mahkamah Agama (Kisah 4:1-12)

Dahulu Petrus adalah seorang nelayan biasa yang tidak berpendidikan dan tidak terpelajar (Kisah 4:13), tetapi saat dia menerima kuasa Roh Kudus dan dipenuhi Roh Kudus, sehingga dia tidak lagi berjalan sendiri. Dia bahkan menjadi orang yang berjasa bagi pekabaran Injil di seluruh dunia. Dan lewat pelayanannya kini Injil sudah tersebar ke seluruh dunia.

Renungan:

Saudara, Roh Kudus yang sama juga akan memimpin kita untuk melakukan perkara-perkara yang besar. Walaupun kita seorang yang berpendidikan rendah, jangan merasa rendah diri dalam melayani Tuhan. Roh Kudus akan membantu Anda menjadi pemenang jiwa, sekaligus menjadi orang yang melakukan perbuatan-perbuatan besar. Tanpa Roh Kudus, orang Kristen hanyalah pecundang

Maria Magdalena ke kubur Yesus (Yohanes 20: 1 – 18)

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Barnabas Ong
Tanggal : 23 March 2008

Siapakah Maria Magdalena? Dosa apakah yang pernah di perbuatnya? Banyak orang berkata Maria Magdalena berbuat dosa perjinaan. Sebenarnya kemungkinan itu hanyalah rekayasa orang saja karena tidak ada tertulis seperti itu di Alkitab. Di Alkitab hanya tertulis Maria Magdalena pernah di bebaskan dari tujuh roh jahat (Lukas 8: 2).

Sifat-sifat yang dimiliki Maria Magdalena berdasarkan bacaan diatas:

1.  Mengutamakan Tuhan.

Pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, Maria Magdalena telah pergi ke kubur Tuhan Yesus. Hal ini membuktikan betapa dia benar-benar menomor-satukan Tuhan di dalam hidupnya.

2.  Berani mengambil resiko.

Demi untuk menengok Tuhan Yesus, Maria Magdalena berani mengambil segala resiko menghadapi segala rintangan yang mungkin akan di hadapinya dalam perjalanan ke kubur Tuhan Yesus.

3.  Merindukan Tuhan.

Maria Magdalena telah berani mengambil resiko mengutamakan untuk menengok Tuhan Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa dia mempunyai kerinduan kepada Tuhan.

4.  Tekun.

Ketika Maria Magdalena dan murid-murid Tuhan Yesus yang lain menemukan kubur yang kosong, murid-murid yang lain pergi pulang ke rumah mereka. Tetapi Maria Magdalena tetap tinggal dan masih ada usaha menemukan Tuhan Yesus dengan bertanya-tanya.

5.  Tanpa pamrih.

Pada waktu itu Maria Magdalena belum mengetahui bahwa Tuhan Yesus telah bangkit. Tidak ada yang dapat kita harapkan dari orang yang telah meninggal. Maria Magdalena melakukan semua itu tanpa motivasi untuk medapatkan apa-apa.

Marilah kita semua belajar dan mengikuti teladan dari Maria Magdalena.

Tuhan Yesus memberkati.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in