Yesus membangkitkan anak Yairus (Markus 5: 21 -43)

Sermon 7 Comments »

Ringkasan Kotbah : Ev. Danny Jap
Tanggal : 20 April 2008

Karakter apa yang ada pada Yairus sehingga dia bisa beroleh mujizat Tuhan?

1. Kerendahan hati.

Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat. Kepala rumah ibadat adalah suatu jabatan yg tinggi pada waktu itu. Tetapi dengan segala kerendahan hatinya dia telah tersungkur di depan kaki Tuhan Yesus dan memohon dengan sangat kepada-Nya.

2. Iman.

Karakter ini sangat penting bagi kita orang Kristen. Untuk dapat beroleh mujizat Tuhan, kita perlu iman. Iman adalah percaya akan sesuatu sebelum melihat hasilnya. Dengan iman percaya Yairus memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan anaknya.

3. Kesabaran.

Perjalanan Tuhan Yesus ke rumah Yairus tertunda karena Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan di tengah perjalanan. Tetapi Yairus tetap dengan sabar menunggu dan berharap kepada Tuhan.

Saudara mau mengalami mujizat Allah? Milikilah karakter karakter di atas.

Tuhan Yesus memberkati.

Jangan kuatir (Lukas 12: 22-34)

Sermon 1 Comment »

Ringkasan Kotbah : Pdp. Firmanto
Tanggal : 13 April 2008

Mengapa kita sebagai anak Tuhan tidak boleh kuatir?

1. Tuhan telah memberikan sesuatu yang paling berharga (Lukas 12: 23).

Bapa telah memberikan AnakNya yang Tunggal Yesus Kristus untuk menebus dosa kita semua. Tuhan Yesus telah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun psikis untuk menggantikan penderitaan kita semua yang percaya padanya.

2. Kita berharga dimata Tuhan (Lukas 12: 24).

Sedemikian berharganya kita sampai-sampai Tuhan merelakan AnakNya yang tunggal untuk menebus kita. Kita semua masing-masing adalah unik dan berharga di mata Tuhan (Mazmur 139: 13-16). Tidak seseorang yang sama dengan orang lain, sampai-sampai sidik jari kitapun tidak ada yg menyamai bahkan dari sejak dunia ada, sekarang dan sampai selama-lamanya.

3. Kekuatiran tidak bisa mengubah hidup kita (Lukas 12: 25).

Kekuatiran tidak ada gunanya dan tidak menghasilkan apa-apa yang baik, bahkan kekuatiran dapat memberikan akibat buruk bagi kita. Banyak orang mengalami penderitaan karena kekuatiran, kekuatiran mengakibat orang strees, bahkan sampai ada yang sakit jiwa dan sakit jasmani.

4. Tuhan bertanggung jawab atas hidup kita (Lukas 12:29).

Pemeliharaan Tuhan ada pada hidup kita semua sebagai orang percaya. Sebagai anak-anaknya tidak akan dibiarkannya kita terlantar. Dialah yang akan mencukupi kita semua sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.

Oleh karena itu janganlah kita kuatir lagi atas segala permasalahan hidup kita. Marilah kita serahkan segala kekutiran kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

The Good News (Roma 5:8)

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 06 April 2008

Kita semua perlu untuk selalu meng-ingat2 kasih Tuhan supaya:

  • Kita lebih dekat dengan Tuhan
  • Hidup kita lebih berarti/bermakna
  • Kita bersaksi

Dari bacaan diatas kita dapatkan tiga points yang merupakan bukti dari kasih Tuhan kepada kita semua.

1. Allah menunjukkan kasihNya kepada kita.

Kasih Bapa kepada kita semua telah terbukti ketika Dia mengutus AnakNya yang tunggal untuk menebus dosa kita semua. Tuhan telah datang sendiri bagi kita, tidak dengan mengutus malaikat. Tuhan yang maha tinggi telah rela untuk turun ke dunia, ini bukanlah hal yang mudah. Adalah jauh lebih mudah untuk seseorang dari golongan bawah (kemiskinan) untuk menyesuaikan diri hidup di golongan atas (kemewahan), dari pada untuk seseorang dari golongan atas untuk menyesuaikan diri hidup di golongan bawah.

2. Yesus harus mati untuk kita.

Kenapa Yesus harus mati? Karena Dia harus menggantikan posisi kita (substitution) supaya kita tidak mati melainkan hidup dalam kelimpahan, sehat, berkemenangan, kemuliaan, dll.

3. Ketika kita masih berdosa.

Dosa yang mendatangkan maut adalah dosa yang tidak di akui. Semua dosa mendatang maut, dan kunci untuk beroleh keselamatan adalah ketika kita sadar kita berdosa dan mengakui dosa kita. Pemulihan akan terjadi ketika kita mengakui dosa dan kesalahan kita kepada Tuhan dan membuka hati kepada Tuhan (kita mengakui bahwa kita membutuhkan Tuhan).

Marilah kita semua selalu mengingat dan menyadari betapa Tuhan telah mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Sabbath People (Luke 6:1-5)

Sermon 1 Comment »

Ringkasan Kotbah : Pdm. Denni Arli
Tanggal : 31 March 2008

One Sabbath Jesus was going through the grain fields, and his disciples began to pick some heads of grain, rub them in their hands and eat the kernels. Some of the Pharisees asked, "Why are you doing what is unlawful on the Sabbath?" Jesus answered them, "Have you never read what David did when he and his companions were hungry? He entered the house of God, and taking the consecrated bread, he ate what is lawful only for priests to eat. And he also gave some to his companions." Then Jesus said to them, "The Son of Man is Lord of the Sabbath." (Luke 6:1-5) (TNIV)

Apa arti sabat dalam hidup kita. Ulangan 5:15 "Tuhan mau mengingatkan bangsa Israel yang dahulu adalah budak di Mesir, dan harus bekerja 7 hari dalam seminggu, tanpa istirahat seharipun. Pada saat Tuhan membebaskan mereka, bangsa Israel tidak lagi bekerja 7 hari, tetapi mereka mengkhususkan satu hari untuk datang beribadah kepada Tuhan mengucap syukur buat berkatNya. Saat ini sabath tidak hanya berarti satu hari saja kita mengingat Tuhan, tetapi setiap hari kita mengingat Tuhan. Karena itu dalam hidup kita:

1. UTAMAKAN TUHAN

Semua yang kita dapatnya berasal dari Tuhan dan kita utamakan Tuhan yang memberikan berkat itu. Bangsa Israel memulai hari dimalam hari, yang berarti kita memulai hari kita dengan beristirahat dan berserah kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan yang menjagai hidup saudara. Saat kita bekerja, studi, dan melayani bersyukulah bahwa Tuhanlah yang memberikan kesempatan dan berkat itu kepada kita semua.

2. MEMBERI DAN MEMPERHATIKAN : KASIH, PERHATIAN & PENGAMPUNAN

Sabath mempunyai arti bahwa setiap hari kita memberi dan memperhatikan sesama kita. Di tahun yang ketujuh, bangsa Israel merayakan Tahun Sabath, dimana mereka tidak menabur dan menuai diladang mereka, dan apapun yang tumbuh boleh diambil oleh siapapun, termasuk orang miskin dan janda-janda. Dan meskipun bangsa Israel tidak menabur, tetapi Tuhan mau berkata bahwa Akulah yang akan menumbuhkan hasil itu dari ladangmu. Apa yang dapat bukan hasil kerja kerasmu, tetapi aku yang memberikan hasil. Dan hasil yang kita dapat perlu kita bagikan kepada sesama kita yang membutuhkan

Hari sabath adalah hari dimana kita mensyukuri berkat yang datangnya dari Tuhan dan membagikannya kepada sesama kita.

Matthew 11:28-30 (TNIV)

"Come to me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest. Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light."

Pelayanan Yang Terlupakan

Renungan 2 Comments »

“Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari” (Kisah 6:1).

Gereja mula-mula sangat berhasil dalam penginjilan. Bagaimana tidak, rasul Petrus sekali berkhotbah, tiga ribu orang bertobat. Kuasa Allah dinyatakan melalui penghakiman bagi Ananias dan Safira. Banyak mukjizat terjadi. Orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang buta melihat, bahkan dengan bayangan Petrus saja orang sakit disembuhkan. Pendek kata, mereka sangat sukses dalam menjangkau jiwa-jiwa. Tetapi ada pelayanan yang terlupakan dalam mengelolah jemaat yang Tuhan sudah percayakan. Pelayanan yang terlupakan adalah pelayanan diakonia - pelayanan kepada orang-orang janda dan orang yang tidak mampu.

Karena bertambahnya jemaat, maka pelayanan sehari-hari kepada mereka terabaikan, sehingga timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani.

Tetapi para rasul tidak menutup mata dan telinga, malahan mereka mencari jalan keluar. Kemudian mereka menetapkan 7 orang untuk melayani para janda dan orang-orang miskin. Meskipun berkhotbah dan memenangkan jiwa itu penting, namun pelayanan sosial juga tidak boleh diabaikan. Allah memperhatikan peduli terhadap kaum yang disingkirkan dan dianggap remeh seperti para janda dan fakir miskin. Kalau gereja memperhatikan mereka bukan karena mereka beramal supaya mendapatkan keselamatan - sebagaimana yang dilakukan oleh “saudara sepupu” kita - tetapi karena ini adalah perintah Tuhan, sekaligus bukti bahwa kasih Allah yang ada dalam hati kita salurkan kepada orang lain.

Bagaimana dengan gereja sekarang? Apakah kita sudah melupakan pelayanan diakonia? Kita harus memenangkan jiwa, kita harus melakukan pelayanan kesembuhan, kita harus melayani orang agar terlepas dari belenggu Iblis, namun kita jangan melupakan pelayanan diakonia. Ini merupakan lahan yang sangat subur untuk tempat menabur. Alkitab berkata, “Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuk (Ams. 28:27).

Renungan:

Gereja seharusnya memperhatikan pelayanan diakonia ini. Memang pelayanan ini kurang “wah” dan “spektakuler”, tidak seperti KKR, namun pelayanan ini adalah pelayanan yang mulia. Orang yang menolong menjadi pahlawan bagi yang ditolongnya.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in