Orang lumpuh disembuhkan (Markus 2: 1-12)

Sermon 1 Comment »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 25 May 2008

Apakah yang dapat kita pelajari dari bacaan di atas?

1.  We need to know our greatest need (Kita perlu tau kebutuhan utama kita).

Di ayat 5 bacaan diatas Tuhan Yesus berkata pada orang lumpuh itu bahwa dosanya sudah di ampuni, padahal alasan utama dia datang pada Tuhan Yesus adalah untuk mendapatkan kesembuhan bukan pengampunan. Tetapi Tuhan Yesus tau kebutuhan utama orang itu adalah keselamatan, yang lain-lain termasuk kesembuhan adalah bonus.

2.  We need friends of faith (Kita perlu teman-teman se-iman).

Beruntung bagi orang lumpuh tersebut bahwa dia mempunyai teman-teman yang bersedia dengan segala upaya membawanya ke Tuhan Yesus. Kita juga membutuhkan teman-teman yang seperti itu, maka itu janganlah kita mejauhkan diri dari segala pertemuan ibadah. Marilah kita menjalin hubungan dengan orang-orang yang percaya pada Tuhan Yesus.

3.  We need to keep our heart pure (Kita perlu menjaga hati kita murni).

Seperti ada pepatah mengatakan, “setinggi-tingginya gunung dapat di ukur, sedalam-dalamnya laut dapat diukur, hati manusia siapa tau”, kita tidak dapat mengetahui apa yang sedang di pikirkan orang lain. Tetapi Tuhan Yesus maha tau, termasuk Dia tau setiap dari apa yang kita pikirkan. Maka itu biarlah kita menjaga hati kita murni di hadapan Tuhan, tidak ada pikiran yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Warisan Tuhan (Roma 8: 14-17)

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Sugandi
Tanggal : 18 May 2008

Warisan mempunyai arti yang berbeda di perjanjian lama dan perjanjian baru. Di perjanjian lama warisan sering kali di artikan tanah, harta, kuasa, dan sejenisnya. Tetapi di perjanjian baru warisan indentik dengan suatu hubungan ayah dan anak.

Di perumpamaan kebun anggur (Markus 12: 1-11), dapat kita simpulkan bahwa Tuhan Yesus adalah ahli waris tunggal, sedangkan dari Galatia 4: 6-7 gereja (kita semua orang percaya) adalah ahli waris bersama. Sekarang pertanyaanya adalah berupa apakah warisan Tuhan itu?

1.  Kerajaan Allah (Matius 21:43, Matius 25: 34, 1Korintus 6: 9, 1 Korintus 15: 50).

Kerajaan disini bukan berarti suatu tempat, negara, atau semacam itu. Tetapi kerajaan Allah disini adalah suatu nuansa dimana Yesus adalah Raja dan kita sebagai rakyatNya. Dalam hidup kita siapakah yang menjadi raja atas hidup kita? Masih diri kita sendiri atau sudahkah kita menjadikan Yesus sebagai Raja atas hidup kita?

2.  Hidup yang kekal (Matius 19:29, Lukas 10: 25, 1 Timotius 6: 18-19).

Hidup yang kekal tidak hanya berbicara tentang lamanya jangka waktu, tetapi juga berbicara tentang kualitas hidup yang sebenarnya. Hidup yang kekal adalah kualitas kehidupan dimana kehendak Allah terjadi dalam hidup kita, yaitu hidup di bawah pimpinan Tuhan (Kerajaan Allah). Kapankah kita memperoleh warisan hidup yang kekal ini? Sekarang juga pada saat kita percaya dan taat pada Tuhan (Yohanes 3: 16, 36).

Ada banyak lagi warisan-warisan Tuhan yang lain, tetapi point-point diatas adalah dua dari yang terutama. Kita sudah mendapatkan sebagian dari warisan-warisan Tuhan, belum semuanya. Tetapi Tuhan sudah memberikan jaminanNya kepada kita, yaitu Roh Kudus (Efesus 1: 14, 2 Korintus 1: 21-22, 2 Korintus 5: 5).

Tuhan Yesus memberkati.

Pentakosta (Kis 2: 1-4)

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 11 May 2008

Sejak bangkit dari kematianNya, Tuhan Yesus sempat menampakkan Diri pada kurang lebih 500 orang sebelum terangkat ke surga. Tetapi hanya 120 orang dari 500 itu yang menunggu baptisan Roh Kudus. Semua orang Kristen butuh untuk di baptis dan berdoa dengan bahasa Roh Kudus, karena di dalam baptisan Roh Kudus ada kuasa. Beberapa contoh dimana Roh Kudus telah merubah dan memberi Kuasa pada pengikut Tuhan Yesus adalah Rasul Petrus, Kornelius, jemaat-jemaat Efesus, dan Rasul Paulus.

Salah satu tanda baptisan Roh Kudus adalah berdoa dengan bahasa Roh. Banyak orang mengira bahwa bahasa Roh hanya untuk beberapa orang tertentu saja. Roh Kudus bahasa aslinya adalah Charisma dan Dorea. Dalam bahasa Indonesia, kedua kata tersebut di terjemahkan sebagai “Roh Kudus”, tetapi sebenarnya kedua kata tersebut mempunyai arti yang berbeda.

Charisma adalah karunia bahasa Roh yang di berikan pada orang tertentu pada saat tertentu saja. Orang yang berbicara bahasa Roh ini harus ada yang bisa mengartikannya. Hal ini bisa dalam bentuk bahasa lain dimana yang mengucapkan sendiri tidak pahan akan bahasa itu (contohnya orang Indonesia berbahasa Roh dalam bentuk Bahasa Afrika), tetapi disana ada orang lain yang fasih dengan bahasa itu. Dan bisa juga dalam bentuk bahasa Roh Kudus yang tidak bisa di mengerti manusia, tetapi disana terdapat orang lain yang mendapatkan karunia mengartikan bahasa Roh Kudus tersebut.

Dorea adalah karunia bahasa Roh yang di berikan pada semua orang untuk di pakai setiap saat. Orang yang berbicara dalam bahasa ini berbicara tidak kepada manusia tetapi berbicara kepada Tuhan yang adalah Roh. Dengan kata lain, dengan berbahasa roh, kita lebih intim dengan Tuhan.

Oleh karena itu, saudara saudari yang dikasihi Tuhan, marilah kita semua belajar untuk berdoa senantiasa dengan bahasa Roh Kudus (Dorea).

Tuhan Yesus memberkati.

Yesus menyembuhkan wanita yang 18 tahun sakit (Lukas 13: 10-13)

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pastor Josh Moyo
Tanggal : 04 May 2008

Kisah di bacaan menceritakan tentang kisah seorang wanita yang tidak di ketahui namanya, tetapi dia telah menderita sakit sampai bungkuk punggungnya selama delapan belas tahun.

Delapan belas tahun bukanlah waktu yang singkat, mungkin sampai-sampai penyakitnya ini telah menjadi bagian dari hidupnya. Tetapi walaupun dengan penyakitnya yang sedemikian rupa wanita ini tetap dengan setia datang ke kebaktian gereja tiap-tiap minggunya. Sehingga pada suatu kali ketika dia datang ke gereja seperti biasa dia dapat bertemu Tuhan Yesus dan beroleh berkat mujizat kesembuhan. Demikian dengan kita, biarlah kita semua dengan setia datang ke gereja tanpa absent. Karena kita tidak tau kapan harinya kita mendapat berkat di gereja. Jangan sampai pada hari kita absent itu, justru seharusnya hari itu juga kita mendapat berkat mujizat Tuhan.

Tuhan Yesus melihat wanita itu. Sinar pandangan mata mempunyai arti yang dalam, karena mata adalah cermin jiwa manusia, dari padangan mata manusia dapat di rasakan bagaimana perasaan orang tersebut. Bahkan pandangan manusia dapat juga mempengaruhi orang lain. Pandangan mata Tuhan Yesus adalah penuh kasih, penuh pengharapan, memberikan semangat yang baru.

Tuhan Yesus memanggil wanita itu. Tuhan Yesus mengenal pribadi kita masing-masing. Dia juga memanggil setiap dari kita, dan Dia tidak hanya memanggil kita sekedarnya, tetapi Dia mengenal dan memanggil nama kita masing-masing.

Tuhan Yesus meletakkan tangan-Nya atas wanita itu dan wanita itu menerima mujizat kesembuhan dari Tuhan. Ketika Tuhan menjamah hidup kita, maka hidup kita pun di perbaharui. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, di dalam Tuhan kita mempunyai harapan yang baru.

Marilah kita semua dengan setia datang ke gereja setiap minggu walaupun kita sedang menghadapi masalah apapun juga. Sehingga pada waktunya kita semua akan menerima berkat mujizat dari Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Pensil

Sermon 2 Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 27 April 2008

Kita akan belajar dari ilustrasi pensil. Pada suatu hari terjadilah percakapan antara pabrik pensil dan pensil yang akan di pasarkan di dunia luar. Pabrik pensil adalah sang pencipta dari pensil tersebut memberi 7 nasehat kepada pensil tersebut untuk bisa berhasil di dunia luar.

1. Bergantung kepada tangan yang menggunakannya.

Bila pensil itu ada di tangan seorang anak kecil dia akan di pakai untuk mencoret-coret saja, tetapi bila berada di tangan seorang seniman dia bisa menghasilkan sesuatu yang tak ternilai harganya. Sama halnya dengan bola basket yang di pakai Michael Jordan, stick golf yang telah di pakai Tiger Wood, etc semuanya menjadi naik berkali-kali lipat nilainya. Demikian juga kalau kita menyerahkan hidup kita untuk di pakai Tuhan, hidup kita menjadi sangat berharga dan berhasil.

2. Tergantung pada kemampuanmu untuk di tuntun oleh tangan tersebut.

Setelah pensil itu berada di tangan yg benar, untuk bisa berhasil tergantung dari pensil itu untuk mau menyerahkan diri sepenuhnya di tuntun olah tangan tersebut tanpa berontak. Demikian juga di dalam hidup kita, ketika kita sudah menyerahkan hidup kita kepada Tuhan selanjutnya adalah tergantung dari kita mampukah kita taat pada tuntunan Tuhan dalam hidup kita?

3. Melewati process yang sakit (peruncingan).

Untuk dapat menjadi lebih efektif, pensil tersebut harus di runcingkan. Hal ini merupakan process yang menyakitkan tapi perlu bagi pensil tersebut. Demikian juga dengan hidup kita kalau kita mau untuk bisa berhasil di dalam Tuhan, kita harus mau melewati process pembentukan yang menyakitkan dalam hidup kita.

4. Di perlengkapi dengan penghapus.

Pada saat memakai pensil pasti ada pernah terjadi kesalahan menulis, tetapi pensil di perlengkapi dengan penghapus di ujung yang lainnya yang dapat di pakai untuk menghapus kesalahan-kesalahan tulis tersebut. Demikian dalam masa hidup kita di pakai Tuhan, kita pasti pernah berbuat kesalahan-kesalahan, tetapi Tuhan menyediakan jalan bagi kita kalau kita mau mengakui kesalahan kita dan bertobat maka dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita akan di ampuniNya.

5. Yang paling berharga darimu adalah yang didalam dirimu bukan yang di luar.

Yang paling berharga dari pensil adalah lead yang ada di dalam bukan kayunya yg di luar. Demikian juga, yang paling penting bagi Tuhan adalah karakter kita bukan penampilan luar kita.

6. Tinggalkan jejak.

Pensil yang di pakai makin lama makin pendek dan akhirnya habis, karena itu pada saat masih bisa di pakai bisa meninggalkan jejak yang lama di kenang, seperti lukisan, tulisan yang tak ternilai harganya. Ada pepatah yg mengatakan Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan namanya. Demikian juga dalam hidup kita sebaiknya kita dapat benar-benar menggunakan waktu-waktu yang ada ini sebaik mungkin untuk berbuat baik.

7. Patah bukan akhir dari segalanya.

Pensil dapat patah, tetapi patahan dari pensil itu dapat di runcingkan lagi dan di pakai kembali. Demikian juga dalam hidup kita kita boleh mendapatkan masalah, seperti penyakit yang mematikan, kebangkrutan, masalah keluarga, dll. Tetapi di dalam Tuhan hidup kita masih tetap berguna dan ada jalan keluar, jadi janganlah kita berputus asa.

Oleh karena itu saudara2i se-iman yang terkasih dalam Tuhan Yesus, marilah kita belajar dari cerita di atas tentang pensil. Biarlah waktu2 hidup kita memberikan diri kita untuk di pakai Tuhan semaksimal mungkin untuk memashyurkan nama Tuhan kita Yesus Kristus. Halleluya.

Tuhan Yesus Memberkati.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in