Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 27 April 2008
Kita akan belajar dari ilustrasi pensil. Pada suatu hari terjadilah percakapan antara pabrik pensil dan pensil yang akan di pasarkan di dunia luar. Pabrik pensil adalah sang pencipta dari pensil tersebut memberi 7 nasehat kepada pensil tersebut untuk bisa berhasil di dunia luar.
1. Bergantung kepada tangan yang menggunakannya.
Bila pensil itu ada di tangan seorang anak kecil dia akan di pakai untuk mencoret-coret saja, tetapi bila berada di tangan seorang seniman dia bisa menghasilkan sesuatu yang tak ternilai harganya. Sama halnya dengan bola basket yang di pakai Michael Jordan, stick golf yang telah di pakai Tiger Wood, etc semuanya menjadi naik berkali-kali lipat nilainya. Demikian juga kalau kita menyerahkan hidup kita untuk di pakai Tuhan, hidup kita menjadi sangat berharga dan berhasil.
2. Tergantung pada kemampuanmu untuk di tuntun oleh tangan tersebut.
Setelah pensil itu berada di tangan yg benar, untuk bisa berhasil tergantung dari pensil itu untuk mau menyerahkan diri sepenuhnya di tuntun olah tangan tersebut tanpa berontak. Demikian juga di dalam hidup kita, ketika kita sudah menyerahkan hidup kita kepada Tuhan selanjutnya adalah tergantung dari kita mampukah kita taat pada tuntunan Tuhan dalam hidup kita?
3. Melewati process yang sakit (peruncingan).
Untuk dapat menjadi lebih efektif, pensil tersebut harus di runcingkan. Hal ini merupakan process yang menyakitkan tapi perlu bagi pensil tersebut. Demikian juga dengan hidup kita kalau kita mau untuk bisa berhasil di dalam Tuhan, kita harus mau melewati process pembentukan yang menyakitkan dalam hidup kita.
4. Di perlengkapi dengan penghapus.
Pada saat memakai pensil pasti ada pernah terjadi kesalahan menulis, tetapi pensil di perlengkapi dengan penghapus di ujung yang lainnya yang dapat di pakai untuk menghapus kesalahan-kesalahan tulis tersebut. Demikian dalam masa hidup kita di pakai Tuhan, kita pasti pernah berbuat kesalahan-kesalahan, tetapi Tuhan menyediakan jalan bagi kita kalau kita mau mengakui kesalahan kita dan bertobat maka dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita akan di ampuniNya.
5. Yang paling berharga darimu adalah yang didalam dirimu bukan yang di luar.
Yang paling berharga dari pensil adalah lead yang ada di dalam bukan kayunya yg di luar. Demikian juga, yang paling penting bagi Tuhan adalah karakter kita bukan penampilan luar kita.
6. Tinggalkan jejak.
Pensil yang di pakai makin lama makin pendek dan akhirnya habis, karena itu pada saat masih bisa di pakai bisa meninggalkan jejak yang lama di kenang, seperti lukisan, tulisan yang tak ternilai harganya. Ada pepatah yg mengatakan Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan namanya. Demikian juga dalam hidup kita sebaiknya kita dapat benar-benar menggunakan waktu-waktu yang ada ini sebaik mungkin untuk berbuat baik.
7. Patah bukan akhir dari segalanya.
Pensil dapat patah, tetapi patahan dari pensil itu dapat di runcingkan lagi dan di pakai kembali. Demikian juga dalam hidup kita kita boleh mendapatkan masalah, seperti penyakit yang mematikan, kebangkrutan, masalah keluarga, dll. Tetapi di dalam Tuhan hidup kita masih tetap berguna dan ada jalan keluar, jadi janganlah kita berputus asa.
Oleh karena itu saudara2i se-iman yang terkasih dalam Tuhan Yesus, marilah kita belajar dari cerita di atas tentang pensil. Biarlah waktu2 hidup kita memberikan diri kita untuk di pakai Tuhan semaksimal mungkin untuk memashyurkan nama Tuhan kita Yesus Kristus. Halleluya.
Tuhan Yesus Memberkati.
Recent Comments