Five excuses of Moses

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 22 June 2008

Musa adalah seorang hambah Tuhan yang luar biasa, bahkan dia bisa mengetahui isi hati Tuhan ketika Tuhan berfirman dalam HatiNya. Melalu Musa juga mujizat-mujizat  besar yang tercatat di Alkitab telah terjadi. Tetapi sebelum semua ini terjadi, Musa juga mulai dari masa-masa dimana imannya masih dangkal, dimana dia telah berusaha menolak panggilan Tuhan dengan berbagai macam alasan.

 

1.   Who am I (siapakah aku ini)? (Keluaran 3: 11).

Setelah melewati 40 tahun dimana Musa menjadi buronan dan bekerja pada mertuanya, Musa kehilangan jadi dirinya. Untungnya Musa bertanya pada Tuhan, Tuhan menjawabnya bahwa dia adalah “orang yang di sertai Tuhan”. Tuhan suka memakai orang yang biasa menjadi luar biasa.

 

2.   What is His name (siapakah namaNya)? (Keluaran 3: 13).

Kita semua harus tau siapa Tuhan kita, jangan sampai kita melupakan nama Tuhan kita. Terkadang Tuhan mengijinkan kita untuk mengalami kesulitan-kesulitan agar kita tau/ingat siapa Tuhan kita. Bahwa namaNya adalah El, Elohim, El Shaddai, Adonai, Jehovah, Jehovah-Jireh, Jehovah-Nissi, Jehovah-M’Kaddesh, Jehovah-Shalom, dan masih banyak lagi lain-nya.

 

3.   What if … (Bagaimana kalau …)? (Keluaran 4: 1).

Ini berbicara tentang keragu-raguan. Pada waktu Musa sudah dewasa kerohaniannya, dia tidak pernah bertanya seperti itu lagi pada Tuhan. Yaitu setelah Tuhan memberikan 3 tanda pada Musa atas pertanyaan itu (Keluaran 4: 2-9). Hendaklah kita tidak bimbang/ragu pada Tuhan atau kita tidak akan memperoleh apa-apa (Yakobus 1: 6-8).

 

4.   Complaints (mengeluh) (Keluaran 4: 10-13).

Setelah itu Musa masih mengeluh dan masih berusaha menolak panggilan Tuhan dengan beralasan bahwa dia tidak pandai berbicara. Tuhan Yesus dalam hidupNya tidak pernah mengeluh karena Dia percaya pada Bapa disurga.

 

5.   Grumblings (menggerutu) (Keluaran 4: 10-13).

Biarlah kita mengucap syukur senantiasa, janganlah menggerutu. Karena Tuhan tidak suka pada orang yang suka menggerutu. Orang-orang yang suka mengeluh dan menggerutuk akan di hukum (Yudas 1: 14-16).

 

Marilah kita semua tidak mencari-cari alasan terhadap panggilan Tuhan pada kita masing-masing. Biarlah Tuhan dapat memakai kita semua masing-masing sesuai dengan panggilanNya.

 

Tuhan Yesus memberkati.

 

Diubahkan oleh Firman Tuhan

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Elsen Tan
Tanggal : 15 June 2008

Bagaimana caranya agar Firman Tuhan dapat membuat kita sebagai orang Kristen di ubahkan, beroleh mujizat dan berhasil? Jawabannya adalah 4 D:

1.  Dicatat.

Kita perlu membaca dan mencatat Firman Tuhan. Dengan di catat kita dapat lebih mudah mengingatnya, sehingga ketika kita menghadapi masalah, Firman Tuhan tersebut dapat muncul sebagai rhema.

2.  Direnungkan.

Merenungkan Firman Tuhan dalam bahasa aslinya bisa juga di artikan mengumamkannya. Perlu kita melakukannya agar iman kita dapat bertumbuh Karen iman datang dari pendengaran, pendengaran akan Firman Tuhan.

3.  Dilakukan.

Tentu saja Firman Tuhan tidak hanya untuk dicatat dan direnungkan, tetapi yang terutama adalah untuk dilakukan. Taat melakukan firman Tuhan adalah bukti bahwa kita cinta Tuhan. Iman tanpa berbuatan adalah mati, sebaliknya melakukan Firman Tuhan dengan iman membuat kita beroleh mujizat.

4.  Diceritakan.

Amanat agung Tuhan kita adalah agar kita mengabarkan Injil, karena itu kita perlu untuk menceritakan Firman Tuhan, kebaikan Tuhan, kebesaran Tuhan dan menjadi saksi Tuhan.

 

Biarlah kita semua boleh diubahkan oleh Firman Tuhan seturut kehendak Tuhan untuk kita masing-masing.

Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Kuat di dalam roh (Efesus 6: 10)

Sermon 1 Comment »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 8 June 2008

Efesus 6:10, “akhirnya, hendaklah kamu kuat…”; II Tim 2:1, “jadilah kamu kuat karena kasih karunia…”

Apakah yang dimaksud dengan kuat? Apakah berarti tubuh kita harus kuat?. Arti kuat yang sebenarnya adalah kuat di dalam roh. Manusia terdiri dari tiga bagian: tubuh, jiwa dan roh. Seringkali manusia menilai kekuatan seseorang diukur dari kekuatan tubunya, orang yang kuat secara fisik akan memiliki jiwa dan roh yang kuat, belum tentu.

Sebagai contoh, pada waktu Musa mengirim 12 pengintai untuk melihat tanah perjanjian. 10 orang berkata bahwa mereka melihat orang2 enak sangat tinggi dan kuat , sehingga tidak ada harapan bagi bangsa Israel untuk masuk tanah perjanjia. Tetapi Kaleb dan Yosua mempunyai pandangan yang berbeda, mereka memiliki roh yang lebih kuat, sehingga orang2 enak yang memiliki tubuh yang lebih kuat tidak menjadi halangan bagi bansa Israel untuk memasuki tanah perjanjian. Untuk mendapatkan mujisat dalam hidup kita, tidak diperlukan jiwa (perasaan, kehendak) tetapi diperlukan roh yang kuat. Kekuatan rohani lebih kuat dari kekuatan jiwa atau tubuh. Jiwa bisa lemat, dendam, malas, takut dsb, tetapi rohlah yang akan menguatkan kembali lewat firman.

Bagaimana supaya roh kita menjadi kuat:

(1) Kita harus memiliki Firman (I Yoh 2:14). Firman itulah yang akan kita pakai untuk membangkitkan jiwa kita, roh kita akan memakai firman itu untuk berkata2 kepada jiwa kita dan membangunnya kembali.

(2) Kita harus dekat dengan Tuhan. Kita akan selalu kuat bila kita menaruh pengharapan kita pada Tuhan, dan Tuhanlah yang akan memberikan kekuatan itu bagi hidup kita.

Biarlah didalam hidup kita selalu membangun roh kita lebih dari kita membangun tubuh dan jiwa kita. Amin!

Kunci keberhasilan Daniel

Sermon 2 Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 1 June 2008

Daniel adalah seorang yang sangat berhasil dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang buangan yang hidup di negara asing, tetapi dia adalah salah satu dari orang yang paling penting dalam 4 masa kerajaan yang berbeda (raja Nebukadnezar, raja Belsyazar, raja Darius, raja Koresy). Karakter apa yang di miliki Daniel yang menjadi kunci keberhasilan-nya?

1.  Man of integrity (orang yang mempunyai integritas).

Dalam hidupnya, Daniel adalah seorang yang mempunyai prinsip yang kuat dan tidak kompromi terhadap dosa. Contoh-contohnya adalah dia berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman raja (Daniel 1: 8), dia menolak menyembah patung raja Nebukadnezar (Daniel 3, dia menolak hadiah dari raja Belsyazar (Daniel 5: 17), dan banyak lagi contoh-contoh lain-nya.

2.  Man of prayer (orang yang suka berdoa).

Daniel sangat peka terhadap suara Tuhan, sampai-sampai dia bisa menceritakan mimpi raja Nebukadnezar tanpa ada yang memberitahu lebih dahulu, sekaligus mengartikan-nya. Kepekaan Daniel terhadap suara Tuhan adalah dikarenakan dia sering berdoa. Ada tertuliskan juga bahwa Daniel tiga kali sehari berlutut, berdoa serta memuji Tuhan (Daniel 6: 11).

3.  Man of faith (orang yang mempunyai iman).

Dalam hidupnya telah terbukti bahwa Daniel adalah seorang yang mempunyai iman yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah pada saat dia menolak makanan dan minuman istana, dia ber-iman percaya bahwa hanya dengan makan sayur dan minum air saja dia akan menjadi sehat. Walaupun secara ilmiah hal ini tidak mungkin, tetapi oleh karena iman Daniel mujizat-pun terjadi (Daniel 1:15).

Marilah kita semua meneladani dan memiliki karakter Daniel sehingga kita-pun boleh berhasil dalam hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in