Kisah Gehasi hamba Elisa (2 Raja-raja 5 – 8)

Sermon No Comments »

Rangkuman kotbah: Pdt. Dr. Agus Gunawan

Tanggal: 27 July 2008

 

5:26 Tetapi kata Elisa kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan,
5:27 tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya." Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.

 

1.      Don’t be greedy

Gehasi adalah hamba Elisa yang telah dipersiapkan untuk melanjutkan pelayanan Elisa. Tetapi sayangnya, Gehasi menjadi serakah dan mengambil persembahan dari Naaman dan kemudian menyembunyikan harta tersebut. Saat itu juga, Gehasi mengalami penyakit kusta, tidak hanya untuk dirinya sendiri bahkan sampai kepada keturunannya. Gehasi harus diasingkan keluar pintu gerbang kota.

        Tetapi yang menarik, di pasal yang kedelapan, Gehasi berada di sebelah raja dan berbicara kepada raja. Padahal, orang yang sakit kusta tidak boleh masuk ke kota, apalagi berbicara dengan raja. Apa yang terjadi?

 

8:4 Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: "Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa."
8:5 Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: "Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa."

 

Pada waktu itu terjadi kelaparan yang besar, sehingga semua orang menderita. Tetapi Elisa berkata: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria."

 

2.      God is a God of second chance

Pada waktu itu saat Gehasi dan ketiga orang anaknya berada di luar pintu gerbang kota memutuskan untuk masuk ke perkemahan orang Aram, dan mereka menemukan makanan berlimpah dan harta benda. Pada saat itu mereka memutuskan untuk memakannya dan menyembunyikannya, mereka mengulangi dosa mereka dimasa lalu. Tetapi itu tidak terjadi, mereka bertobat dan sadar untuk tidak mengulangi perbuatan mereka. Mereka datang menemui raja dan memberikan kabar baik bagi bangsa Israel. Karena pertobatana mereka, Tuhan memulihkan hidup Gehasi kembali seperti semula. Dan akhirnya menjadi penasehat raja. Tuhan kita adalah Tuhan yang memberikan kesempatan yang baru dalam hidup kita, asalkan kita sungguh-sungguh berbalik padanya. Amin

 

7:9 Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja."

 

Tuhan akan memulihkan kita (Lukas 1:5-10)

Sermon No Comments »

Ringkasan kotbah: Pdm. Denni Arli

Tanggal: 20 July 2008

 

Setiap dari kita pasti memiliki harapan dan impian untuk suatu saat nanti menjadi berhasil. Akan tetapi sering kali impian dan harapan itu tidak juga kunjung datang, walaupun kita sudah hidup setia di dalam Tuhan.

 

Zakaria dan Elizabeth merupakan contoh dari orang-orang yang setia kepada Tuhan tetapi harapannya untuk memiliki keturunan tidak kunjung datang. Zakaria dan Elizabeth tidak kunjung mempunyai keturunan bukanlah pertanda Tuhan tidak berkenan atas mereka.

 

Ada dua hal yang bisa kita lakukan ketika harapan dan impian kita belum juga terjadi:

 

1.    Tetap setia

Bertahun-tahun Zakaria dan Elizabeth tidak juga memiliki keturunan, akan tetapi mereka tetap setia beribadah di bait Tuhan. Inilah yang kita lakukan ketika harapan kita di dalam Tuhan belum juga terjadi. Kita harus tetap setia dalam pelayanan kita, dalam doa kita dan dalam kehidupan kita. Kita harus tetap setia dalam panggilan kita.

 

2.    Tetap percaya akan dipulihkan

Ketika harapan dan impian kita tidak tercapai itu bukan berarti bahwa kita hidup di dalam kegagalan. Ini tidak benar karena Tuhan mampu untuk menciptakan kehidupan yang baru yang jauh lebih baik dari apa yang kita impikan dan harapkan.

 

Selama kita memberikan impian dan harapan kita kepada Tuhan, maka Tuhan sendiri juga yang akan memulihkan impian dan harapan itu, bahkan membuatnya menjadi lebih indah.

 

Tuhan memberkati.     

 

Hidup itu adalah perjalanan (Yehezkiel 41:1-12)

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah: Pdt. Barnabas Ong

Tanggal: 13 July 2008

 

Kematian Kristus di kayu salib adalah sempurna dan kita perlu berjalan menuju kesempurnaan seperti Kristus. Dengan kematianNya, Kristus telah menebus kita dan secara kualitas kita sempurna; akan tetapi kita juga harus bertumbuh menjadi sempurna secara kualitas (ada pertumbuhan rohani). Kita ditebus oleh Kristus untuk menjadi baitNya yang hidup dan untuk terus bertumbuh kita perlu dialiri oleh Roh Kudus secara terus-menerus.

 

Ada empat tahapan dalam pertumbuhan kita sebagai orang Kristen:

  1. Orang Kristen yang hanya ikut-ikutan (Yeh 47:3 “…air dalamnya sampai di pergelangan kaki”)

Pada tahap ini kita hanya suka ikut-ikutan dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh gereja akan tetapi belum memiliki dasar iman yang benar.

 

  1. Orang Kristen yang mulai suka berdoa (Yeh 47:4a “…air sekarang sudah sampai di lutut”)

Pada tahap ini kita mulai suka untuk berdoa, dan doa yang dinaikkan dalam nama Tuhan Yesus akan menjadi sempurna. Tuhan mengerti isi hati kita. Doa harus menjadi bagian dari hidup kita, karena tanpa kuasa doa kita tidak akan bisa melayani dengan baik.

 

  1. Orang Kristen yang mulai melayani (Yeh 47:4b “…air sekarang sudah sampai di pinggang”)

Pada tahap ini kita mulai melayani. Dan untuk melayani kita harus kuat dalam mendengar firman Tuhan terlebih dahulu. Mendengar firman dengan baik untuk kemudian melayani.

 

  1. Orang Kristen yang mengalir dan mengalur (Yeh 47:5b “…sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang”)

Pada tahap ini kita sudah mengikut Kristus dengan sepenuh hati tanpa ada lagi keraguan di dalam hati.

 

Dengan mengikut Kristus sepenuh hati, kita akan melihat berkat-berkatNya atas kita yang tiada hentinya. Ketika kita mengalir dan mengalur bersama Kristus, maka Kristus sendiri yang akan membuat kita berkembang dan bertumbuh untuk bisa menjadi berkat bagi sekeliling kita.

 

Tuhan memberkati.

 

 

The New Beginning – Yang Baru Sudah Datang

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Yoanes Kristianus
Tgl :  6 Juli 2008

Dua hal penting yang perlu kita lakukan untuk memulai hidup baru di dalam Tuhan agar kita berkemenangan:

1.   Hidup yang baru harus dilakukan dengan cara yang baru (Matius 9:17)

Banyak orang Kristen yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat atau dengan kata lain, mereka sudah lahir baru, akan tetapi mereka masih menggunakan cara-cara hidup yang lama. Ketika kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan kita, maka kita harus dan perlu mengubah cara hidup kita yang lama dan menggunakan cara-cara hidup yang baru yang sesuai dengan firmanNya. Ini penting untuk kita lakukan karena Kerajaan Allah mempunyai peraturan main yang tidak sama bahkan berlawanan dengan peraturan main atau cara-cara dunia (cara-cara lama kita).

2.   Hidup baru harus dijalani dengan konsisten (Yudas 1:3)

Permasalahan yang dihadapi orang Kristen adalah banyak dari kita yang memiliki iman yo-yo. Ada saat-saat kita begitu berapi-api dalam Tuhan, akan tetapi ada saat-saat kita menjadi dingin dan menjauhi Tuhan. Aktifitas atau hal-hal yang kita diamkan (tidak lakukan dengan konsisten), contohnya berdoa atau membaca firman, akan menurun kualitasnya dan kemudian menjadi rusak. Akan tetapi aktifitas atau hal-hal yang kita kerjakan dengan konsisten akan berkembang dan menjadi semakin baik dari waktu ke waktu.

Karena itu sebagai orang Kristen, kita perlu untuk selalu bertekun pada perkara-perkara rohani, karena jika tidak maka kita akan menghancurkan hal-hal yang sudah kita bangun dengan tangan kita sendiri. Daniel adalah salah satu tokoh di Alkitab yang dapat kita contoh karena ketekunannya.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Maintain your spiritual momentum (Ibrani 12: 1-3)

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Yoanes Kristianus
Tanggal : 29 June 2008

Momentum bisa di artikan sebagai percepatan, kekuatan, kesempatan atau lompatan. Kerohanian kita tidaklah statis melainkan dinamis. Bagaimanakah caranya agar kita bisa memelihara momentum kerohanian kita agar kerohanian kita bisa selalu bertumbuh dengan dinamis?

                 

1.   Belajar dari pendahulu-pendahulu kita (Ibrani 12: 1a).

Untuk bisa mengalami percepatan dalam pertumbuhan rohani kita, kita perlu menempatkan diri kita di lingkungan orang-orang yang rohaninya lebih dewasa dari kita (1 Korintus 15: 33).

            

2.   Singkirkan semua dosa dan beban yang merintangi (Ibrani 12: 1b).

Dosa dalam bahasa aslinya adalah harmatia yg berarti tidak mengenai sasaran (missing the target). Dosa dapat di hapuskan dengan mengaku pada Tuhan (Roma 10: 10) Beban adalah bobot yang ada dalam hidup kita sehingga hidup kita tidak nyaman. Biarlah kita serahkan segala beban hidup kita pada Tuhan (Mat 11: 28).

 

3.   Fokus pada gaya hidup Tuhan Yesus (Ibrani 12: 2).

Manusia cenderung meniru gaya hidup idola-nya. Contohnya trend mode yang lagi terkenal selalu mengikuti mode selebritis yang lagi terkenal pada saat itu. Sebagai anak Tuhan kita harus mengikuti gaya hidup Tuhan kita. Biarlah banyak orang boleh di menangkan melalui gaya hidup kita.

 

Marilah kita semua memelihara dan meningkatkan percepatan pertumbuhan kerohanian kita dengan dinamis.

 

Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in