MEMPERTAHANKAN SUKACITA

Renungan No Comments »

Filipi 1:18-20; Mazmur 32:11

 

"Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita" (Filipi 1:18).

 

     Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan sukacita. Salah satunya adalah ketika seorang pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh di dalam pelayanan menyaksikan orang lain yang memiliki motivasi salah di dalam memberitakan Injil. Kadang-kadang pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh  bisa menjadi jengkel, marah dan bahkan frustasi ketika melihat orang-orang yang memberitakan Injil dengan tidak tulus hati. Tidak tulus hati di sini misalnya karena ingin dihormati orang lain, ingin mendapatkan upah berupa materi, atau semata-mata karena pelarian. Kehilangan sukacita dan menjadi frustasi yang semacam ini kelihatannya rohani dan berkenan kepada Tuhan, ternyata tidak.

     Jika kita kaji kebenaran dari renungan kita hari ini, ternyata sikap pelayan Tuhan tersebut adalah salah. Yang berhak menghakimi motivasi seseorang di dalam memberitakan Injil adalah Tuhan dan bukan kita. Rasul Paulus menunjukkan suatu sikap yang indah. Sekalipun di dalam perjalanan pelayanan rasul Paulus melihat bahwa ada orang-orang yang memberitakan Injil dengan maksud palsu atau motivasi yang salah, ternyata rasul Paulus tidak menjadi stres atau frustasi karenanya. Rasul Paulus sangat sadar bahwa sekalipun mungkin manusia tidak bisa menyingkap borok-borok kepalsuan mereka, tetapi Tuhan pasti mengetahui ketidakbenaran tersebut. Sukacita tinggal tetap karena  rasul Paulus memandang hanya kepada Tuhan yang dilayaninya, yang menjamin kredibilitasnya dan bahkan memberi upah sesuai dengan kemurahan-Nya.

     Perhatikan, kehilangan sukacita dengan alasan yang kelihatan rohani seperti dalam contoh di atas ternyata tidak dibenarkan, apalagi yang alasannya tidak rohani. Misalnya kehilangan sukacita karena iri hati, sakit hati, kepahitan dan lain-lain.

 

Renungan:

     Mungkin Anda hari ini melihat seorang pelayan Tuhan yang berpenampilan rohani namun menurut Anda tidak rohani sedang memberitakan Firman Tuhan. Doakan dan biarkan Firman Tuhan yang diberitakannya menjamah mereka yang mendengarkannya.

 

Pemberitanya bisa berbeda tetapi firman Tuhan tetap sama.

 

KETOPONG KESELAMATAN

Renungan No Comments »

Efesus 6:17; Mazmur 118:14

 

“Dan terimalah ketopong keselamatan …..” (Efesus 6:17).

 

     Sebelum polisi menerapkan wajib helm, banyak orang yang mengendarai sepeda motor membiarkan kepalanya berbenturan dengan aspal. Meskipun peraturan itu diberlakukan, namun toh masih banyak orang yang mengendarai sepeda motor tanpa pengaman kepala. Luka yang paling banyak menyebabkan kematian adalah luka di kepala.

     Bagi prajurit Romawi helm adalah perlindungan yang amat penting. Kalau ada batu yang dilemparkan musuh dan tepat mengenai kepala ia akan terhindar dari kematian. Dan dalam arti rohani ketopong (atau helm) adalah keselamatan. 

     Ketopong itu melindungi kepala Anda, dan di sini terdapat pikiran Anda. Keselamatan yang dimaksud di sini juga berkaitan dengan pikiran yang dibaharui. Sebab keselamatan yang kita miliki sekarang juga merupakan proses menuju kesempurnaan, seperti pikiran yang harus dibaharui dari hari ke hari. Seperti firman Tuhan  katakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu [pikiran], sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rm. 12:2).

     Saudara, pikiran merupakan tempat pijakan yang amat disukai iblis. Karena itu berapa kali Anda harus bertempur melawan segala godaan yang ada dalam pikiran Anda. Berapa kali Anda harus berjuang mengalihkan pikiran Anda dari perkara-perkara najis. Dan berapa kali pula Anda “menyerah”, dan harus menyerahkan pikiran Anda dikuasai oleh perkara-perkara yang tidak berkenan kepada Tuhan.

     Pikiran yang dibaharui juga menyangkut pengertian kita akan kedudukan kita di dalam Kristus. Setiap orang benar mempunyai otoritas yang tidak diketahui oleh semua orang percaya. Akhirnya banyak orang percaya yang terbelenggu oleh pikiran yang lama, dan ini berarti hidup dalam kekalahan.

     Saudara, menjadi orang Kristen yang mengerti hak-hak kita di dalam Kristus akan membuat hidup ini bergairah. Anda tidak akan dibelenggu oleh pesimisme dan kekalahan. Sebab Anda mengerti hak-hak Anda dan Anda akan bangkit menjadi pemenang di dalam Kristus.

 

Renungan:

     Hidup sebagai orang Kristen itu dapat dinikmati. Kalau Anda stres menghadapi tekanan hidup, cobalah mengerti masalahnya lalu carilah janji-janji Allah di dalam Alkitab dan percayalah!

 

Kepala yang tidak dilindungi adalah sasaran empuk serangan musuh.

 

Pengampunan Untuk Yang Gagal

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah Ev. Geof Glover

Tanggal 23 November 2008

 

Ayat bacaan Yohanes 21: 1-19

 

Cerita dalam ayat bacaan di atas terjadi beberapa hari setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian. Ketika Yesus mati di kayu salib, murid-muridNya kebingungan dan putus asa karena mereka tidak tahu harus  berbuat apa karena tiga setengah tahun terakhir mereka selalu bersama Yesus. Yesus selalu memimpin dan member petunjuk pada mereka. Maka setelah Yesus mati di kayu salib, para murid kembali pada pekerjaan yang mereka tahu yaitu menjadi nelayan. Tetapi menjadi nelayan pun mereka sudah tidak mampu karena mereka tidak mendapat hasil tangkapan.

 

Tuhan Yesus tidak marah atau menegur murid-murid yang tidak melakukan perintahNya, tetapi Ia malah menyiapkan makan pagi bagi mereka. Selain itu Yesus juga tidak mengingatkan para murid apa yang telah mereka perbuat. Yesus ingin menunjukkan bahwa apapun yang murid-murid lakukan, Ia tetap mengasihi mereka. Hal yang sama juga Yesus tunjukkan kepada kita. Yesus menunjukkan bahwa kita tidak bisa membeli atau mendapatkan kasih Tuhan karena Ia sudah memberikannya kepada kita (Efesus 2: 8-9). Selain itu kita juga tidak bisa memutuskan atau menghentikan kasih Yesus atas kita (Roma 8:35-39).

 

Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu bagi kita, walaupun kita berpikir dan merasa dosa yang telah kita lakukan dimasa lalu akan menjadi penghalang. Tuhan sanggup memulihkan kita dan menerima kita. Ia mencintai kita.

 

Marilah kita berhenti berusaha untuk mendapatkan kasih Tuhan karena kita akan selalu gagal. Kita bisa datang setiap saat untuk meminta pertolongan Tuhan karena Ia peduli atas kebutuhan kita. Amin. 

 

Tuhan memberkati.

 

MENEMBUS DUNIA ROH

Renungan 1 Comment »

Efesus 6:18; Daniel 10:12, 13

 

“…… Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” (Efesus 6:18).

 

     Setelah semua perlengkapan senjata rohani dikenakan, sekarang masuk ke bagian yang tidak kalah pentingnya: doa.

     Kuasa Allah itu selalu tersedia, namun doa yang memanifestasikan kuasa itu. Doa yang dinaikkan dengan kesungguhan dan segenap hati akan menggerakkan kuasa Allah. Tidak hanya itu saja, tetapi doa seperti ini akan menahan laju kuasa kegelapan.

     Berdoa setiap waktu di dalam Roh tidak hanya berarti berdoa dalam bahasa Roh. Saya yakin bahwa doa ini berarti doa yang dinaikkan dengan kesungguhan hati, oleh inspirasi Roh Kudus.

     Doa bukanlah peristiwa natural, tetapi supranatural. Sebab dalam berdoa sebenarnya kita sedang menembus angkasa dunia roh. Anda ingat dengan Daniel yang jawaban atas doanya tertunda? Kuncinya terletak pada jawaban malaikat, “…. Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia” (Dan. 10:12, 13).

     Karena Daniel berdoa, maka malaikat Allah sebagai utusan Allah. Namun “pemimpin kerajaan Persia” (atau iblis), berusaha menghalang-halangi.

     Anda lihat, ada sesuatu yang terjadi di alam roh saat umat Tuhan berdoa. Kalau doa Anda tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, doa Anda tidak akan berdampak dalam alam roh.

     Dan doa yang dinaikkan tidak hanya ditujukan kepada diri sendiri tetapi juga kepada segala orang kudus. Ini berbicara mengenai doa syafaat. Dan tanpa kita sadari sebenarnya banyak doa syafaat kita menolong dan menopang orang lain. Kalau saja semua orang Kristen saling mendoakan, iblis tidak akan mudah menemukan tempat pijakan dalam hidup kita.

 

Renungan:

     Semua orang Kristen dipanggil untuk berdoa. Tidak peduli apakah Anda orang Kristen baru ataukah lama, Tuhan memanggil Anda untuk menjadi pendoa. Anda dipanggil menjadi laskar Kristus melalui doa.

 

Doa adalah kunci yang membuka pintu alam roh.

 

BELANJA DI PASAR DADAKAN

Renungan No Comments »

Filipi 1:9-11; Ulangan 30:19

 

“Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus” (Filipi 1:10).

 

     Belanja di pasar loak atau pasar dadakan yang menawarkan harga di bawah standar tentunya membuat kita, terutama kaum ibu yang mempunyai hobi belanja, mempunyai keasyikan sendiri. Bahkan ada beberapa ibu yang suka pergi ke pasar atau toko harganya bisa dinego, daripada ke plaza yang harganya sudah paten. Mungkin ada kenikmatan sendiri saat tawar-menawar barang, meskipun tawaran yang diajukan ibu-ibu membuat para suami yang menemaninya menjadi “bergidik”. Sebab tidak jarang ibu-ibu menawar barang dengan “jurus tega”. Tetapi jangan salahkan para pedagang kalau baju yang dibelinya kemarin, meskipun diembel-embeli merek luar negeri, eh sudah robek jahitannya. Ketelitian dan kejelian dalam memilih produk itulah yang memegang peranan penting.

     Saudara, kita ibaratkan dunia yang kita tempati itu dengan sebuah pasar raksasa di mana produk-produk yang ditawarkan ada yang baik, tetapi ada juga yang buruk, bahkan beracun. Di mana saja kita berada mata ini ditawari dengan berbagai pandangan yang baik maupun yang buruk. Di televisi kita juga disuguhi acara-acara yang mendidik sekaligus menjerumuskan. Begitu juga dengan ajakan teman, ada yang baik tetapi juga ada yang jahat. Sekarang tergantung bagaimana kita peka terhadap produk yang baik maupun yang jahat, supaya kita dapat memilih produk yang baik.

     Kepekaan pancaindera rohani amat diperlukan. Alkitab berkata, “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat” (Ibr. 5:14).

     Hanya orang dewasa dalam Kristus yang dapat membedakan yang baik dan yang jahat!

     Saudara, saya melihat bahwa orang Kristen zaman sekarang rajin beribadah, tetapi tidak mempunyai kepekaan terhadap hal-hal sekelilingnya. Mereka begitu mudah terbujuk untuk mengikuti hal-hal yang buruk, tetapi tidak disadarinya bahwa itu buruk. Cepat atau lambat kalau kita tidak memiliki kepekaan ini, kita akan masuk dalam perangkap yang dibuat iblis.

 

Renungan:

     Orang yang dewasa di dalam Tuhan seharusnya memberikan bimbingan kepada mereka yang belum dewasa, sebab kalau tidak demikian anak-anak rohani akan mudah ditipu kerajaan kegelapan.

 

Orang Kristen yang pancainderanya tidak terlatih akan melahap racun yang disangkanya madu.

 

 

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in