KARYA ALLAH

Renungan No Comments »

Filipi 1:1-6; Yeremia 18:1-6

 

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).

 

     Agostino d’Antonio, pemahat dari Florence, memandangi batuan pualam yang berdiri di hadapannya dengan putus asa. “Tak ada yang bisa kukerjakan dengan bahan mentah ini.” Pemahat-pemahat lainnya mencobanya, namun juga tidak berhasil. Tidak ada yang mampu membentuk batuan ini.

     Batuan itu tergeletak di sana selama 40 tahun, di atas sampah yang berserakan. Suatu hari Michelangelo melihat batuan ini dan ia menyadari bahwa batuan ini memiliki potensi yang besar. Lalu ia membawanya ke studionya. Ia mulai mengerjakannya, lalu terbentuklah sebuah karya yang akan mengguncang dunia. Batuan itu berubah menjadi patung yang disebut “David” (Daud), sebuah patung yang amat terkenal.

     Kuncinya bukanlah terdapat pada batuan itu, tetapi siapa yang menangani batuan itu.

     Saudara, di tangan Allah, hidup Anda dapat dibentuk menjadi karya yang luar biasa. Dia bukan saja Pencipta alam semesta, tetapi juga seorang Arsitek yang ahli dan jeli dalam membentuk hidup manusia.

     Dia sudah memberikan Yesus sebagai korban kepada kita. Dan saya yakin bahwa Dia pula akan meneruskan karya-Nya sampai gereja-Nya terbentuk menjadi mempelai wanita Kristus yang tak bercacat dan tak berkerut.

     Allah berkata kepada Nabi Yeremia, “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya” (Yer. 18:4).

     Allah menyatakan bahwa Dia adalah tukang periuk itu. Ia tidak pernah bosan membentuk, membentuk, dan membentuk lagi tanah liat yang rusak. Dan tanah liat itu adalah Anda. Coba hitung berapa kali membentuk hidup Anda, meskipun Anda rusak. Berapa kali mencoba menambal kembali bagian-bagian yang retak dalam hidup Anda. Dan Ia tidak pernah bosan melakukannya, sebab Ia mengasihi Anda. Meskipun berkali-kali Anda berusaha meninggalkan-Nya, namun Ia tidak pernah letih membentuk Anda dan mengasihi Anda sampai Anda menjadi indah di pemandangan-Nya.

 

Renungan:

     Percayakan hidup Anda pada Pemahat di atas pemahat yaitu Allah kita. Dia akan membentuk Anda supaya Anda menjadi mulia dan menjadi kebanggaan-Nya. Tidakkah Anda rindu menjadi makhluk yang menjadi kebanggaan Allah?

 

Karya Allah yang spektakuler adalah gereja-Nya.

 

Related posts

MENYATAKAN DENGAN KEBERANIAN

Renungan No Comments »

Efesus 6:19-24; Mazmur 119:18

 

“…… Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara” (Efesus 6:20).

 

     Menyatakan kebenaran kadang berisiko tinggi. Ancaman dan intimidasi kadang menghantui orang-orang yang vokal dan berani berseru mengenai kebenaran.

     Tidak salah bila Paulus meminta jemaat di Efesus untuk berdoa baginya agar ia dengan keberanian memberitakan rahasia Injil. Sebab Paulus tahu bahwa kebenaran yang disampaikannya itu bisa saja mengganggu ketenangan sebagian orang. Apalagi yang “diganggu” itu adalah orang-orang yang menjadi tiang gereja dan merupakan sumber dana terbesar bagi gereja itu, wah ini tidaklah mudah.

     Kalau Anda sering ngedumel karena pendeta Anda menyampaikan firman dengan monoton, jangan salahkan beliau. Sebab jemaat ikut bertanggung jawab terhadap firman yang disampaikan pendetanya. Apakah jemaat berdoa agar menyingkapkan rahasia firman ? Ataukah jemaat acuh saja?

     Kalau Anda tahu bahwa kualitas khotbah yang disampaikan pendeta Anda juga merupakan tanggung jawab Anda, maka Anda wajib berdoa. Saya yakin, seandainya diadakan survei, kurang dari 10% dari jemaat yang berdoa bagi pendetanya. Padahal Paulus selalu mengingatkan jemaatnya agar mereka berdoa baginya. Kalau Paulus saja yang kita ketahui sebagai Rasul yang tiada bandingnya, bukankah para pendeta lebih lagi meminta jemaatnya agar berdoa baginya?

     Kalau Anda pendeta atau hamba yang terlibat dalam pelayanan mimbar, menyampaikan rahasia firman adalah tujuan Anda yang penting. Kesibukan pendeta zaman modern memang menuntut waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Sayangnya, aktivitas itu tidak ada kaitannya dengan pelayanan. Sebagian besar mereka “bersibuk ria” dengan hobinya. Bahkan ada pendeta yang main tenis dan tiba di rumah beberapa menit sebelum ibadah Minggu dimulai. Lho, doa untuk persiapan firmannya kapan?

     Tidak heran bila banyak pendeta yang mengandalkan outline khotbah, buku panduan khotbah, atau buku-buku yang siap dicuplik habis-habisan, sebab mereka kehilangan kehausan untuk menerima rahasia Allah. Mereka mengandalkan pewahyuan orang lain. Memang tidak salah membaca buku-buku semacam ini, tetapi kan juga ingin menyampaikan rahasia-Nya secara pribadi kepada Anda?

 

Renungan:

     Tidak ada yang lebih indah kecuali rahasia firman yang disingkapkan. Pendeta, hamba , dan jemaat Allah harus mempunyai kerinduan yang dalam terhadap firman . Inilah gereja yang hidup!

 

Gereja mulai mati saat gereja tidak lagi merindukan rahasia ilahi.

 

Related posts

MENJADI ORANG “ANEH”

Renungan No Comments »

Filipi 1:7, 8; Yosua 24:15

 

“Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian” (Filipi 1:8).

 

     Seorang misionaris yang sedang mengambil masa cuti dan pulang ke negaranya ditanyai oleh teman-temannya, “Apakah kamu suka tinggal di Afrika?”

     “Suka? Jangan sebutkan kalimat ini. Saya dan istri sama sekali tidak suka dengan debu, perbedaan budaya, dan bahasa yang kerap menimbulkan salah paham. Belum lagi bahaya yang mengancam jiwa kami sekeluarga. Tetapi dan panggilan Allah dalam hidup kami yang membuat kami betah tinggal di sana.”

     Saudara, kita tentunya heran dengan beberapa orang yang kita sebut dengan “aneh”, sebab mereka rela meninggalkan kenyamanannya dan pergi ke tempat yang menyebalkan, bahkan membahayakan nyawa mereka. Anda ingat dengan John Walker yang disebut dengan “Taliban Amerika”? Seluruh dunia pasti heran melihat sepak terjangnya yang aneh itu. Diam di negaranya. Amerika, sebenarnya sudah cukup nyaman, tetapi mengapa ia rela bersusah payah berangkat ke Afganistan dan bergabung dengan Taliban?  Seluruh rakyat Amerika mengutuki dan memerangi terorisme, eh si Taliban Amerika ini malahan berpihak pada musuh. Apa yang menjadi motivasinya? Pertanyaan ini menggema dalam hati setiap orang, namun hanya yang bersangkutan yang tahu jawabannnya.

     Jangan heran bila kita melihat orang-orang yang aneh seperti ini. Namun kita justru harus menjadi “aneh” di dalam Kristus. Paulus, misalnya. Hidupnya diserahkan secara total pada panggilan Allah. Ia rela menderita untuk orang lain. Ia merindukan orang lain yang menjadi jemaat Allah. Paulus mempunyai hubungan yang spesial dengan mereka. Kalau dipikir juga untuk apa Paulus sampai sedemikian besar mempunyai perhatian kepada jemaat ? Bukankah mereka adalah orang-orang yang sama sekali tidak ada hubungan famili? Saya yakin, Paulus didorong oleh panggilan Allah dan kasihnya yang besar terhadap jemaat , sehingga ia melakukan tindakan “aneh” tersebut.

     Kalau ada hamba yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan keluarganya, ia masih belum digolongkan dengan hamba “aneh”. Padahal inginkan supaya kita bertindak “aneh” dalam arti bertindak sesuai dengan firman , yang bertentangan dengan cara-cara lazim. Kalau kita sebagai anak tidak bertindak “aneh”, maka dunia tidak akan melihat perbedaan kita dengan orang dunia.

 

Renungan:

     Kristus memberikan teladan kepada kita bagaimana caranya hidup dengan meninggalkan keegoisan dan sifat mementingkan diri sendiri. Paulus adalah contoh lainnya. Ya, kita harus mencontoh mereka dan menjadi manusia yang berani berkorban bagi orang lain.

    

Perilaku orang rohani selalu menimbulkan kesalahpahaman bagi manusia jasmani.

 

Related posts

PEDANG ROH

Renungan No Comments »

Efesus 6:17; Kidung Agung 3:8

 

“….. terimalah … pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:17).

 

     Dari seluruh perlengkapan senjata Allah, hanya pedang satu-satunya senjata ofensif. Anda tidak akan menyerang iblis dengan ketopong, baju zirah, perisai, atau kasut. Anda menyerang iblis dengan pedang.

     Bagaimana Anda dapat menggunakan pedang ini? Saya berikan contohnya.

     Lukas 4:1-13, menceritakan Yesus yang dicobai di padang gurun. Yesus tidak perlu memerangi iblis saat itu dengan susah payah, sebab Ia dilindungi oleh kebenaran. Tetapi bukan berarti Ia bertindak pasif. Ini yang dilakukan-Nya: berdiri di atas kebenaran dan menggunakan pedang Roh sebagai senjata andalan-Nya untuk menyerang balik iblis.

     Pada setiap pencobaan, Yesus berkata, “Ada tertulis” (Mat. 4:4, 7, 10; Luk. 4:4, 8, 12). Yesus sendiri mengutip firman dan menggunakannya untuk melawan iblis. Dan yang perlu Anda perhatikan di sini adalah pedang yang digunakan iblis untuk menyerang Yesus adalah sama: firman . Bedanya, iblis menggunakan pedang yang diputarbalikkan. Ia mencoba mengelabui Yesus dengan firman yang ditafsirkan untuk kepentingannya. Namun ia lupa bahwa yang dihadapinya itu adalah “master”-nya firman, sebab Yesus adalah firman yang menjadi manusia.

     Untuk menyerang balik iblis, tidak ada cara lain kecuali firman . Hidup Anda harus dipenuhi dengan firman supaya Anda dapat menggunakan pedang Roh itu dengan efektif. Penulis Ibrani berkata, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibr. 4:12).

     Pedang firman adalah pedang Maha-Sakti. Kalau Anda tahu cara penggunaannya, Anda tidak perlu takut dengan iblis. Sebab bila digunakan pedang Roh itu akan mampu membuat iblis lari terbirit-birit, sambil menunggu waktu yang tepat lagi untuk menyerang Anda.

 

Renungan:

     Semakin Anda sering membaca Alkitab dan merenungkannya, semakin Anda mempertajam pedang Roh Anda. Dan setiap orang Kristen yang hidupnya tidak diperkaya dengan firman , maka ia pasti akan kelabakan bila iblis menyerangnya.

 

Pedang bukanlah untuk gagah-gagahan, tetapi untuk menyerang musuh.

 

 

Related posts

Tiga Langkah Doa dan Lima Penghalang Doa

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah Ev. Denny Yap

Tanggal 16 November 2008

 

Ayat bacaan Lukas 18: 1-8

 

Dalam ayat di atas diceritakan tentang seorang janda yang terus-menerus meminta kepada hakim yang lalim. Dan pada akhirnya hakim tersebut mengabulkan permintaan si janda. Jika hakim yang lalim bisa mengabulkan permintaan janda tersebut, apalagi Bapa kita di surga. Akan tetapi sering anak tidak juga mendengar jawaban doanya. Sekarang kita akan melihat tiga langkah doa dan lima penghalang doa, agar doa kita didengar dan dijawab oleh Bapa di surga.

 

Tiga langkah doa:

1.    Ketekunan (Kisah 12:5)

Sebagai anak kita perlu untuk terus bertekun dalam doa kita dan untuk itu juga diperlukan adanya kesabaran. Seperti ayat di atas yang menceritakan bagaimana jemaat tekun berdoa untuk Petrus.

2.    Kesetiaan

Sebagai anak kita perlu untuk terus setia berseru kepada serta setia untuk terus mengikut Dia.

3.    Iman yang teguh

Sebagai anak kita perlu untuk beriman penuh kepada untuk mendapat mujizatnya.

 

Lima penghalang doa:

1.    Dosa (Yesaya 59:1-3)

Jauhkan diri kita dari dosa agar doa-doa kita di jawab .

2.    Tinggi hati

Janganlah ada perasaan tinggi hati yang dapat menghalangi doa-doa kita.

3.    Pasangan yang tidak saling menghormati (1 Petrus 3: 3-6)

Marilah kita menghormati pasangan kita agar doa kita tidak terhalang

4.    Tidak tahu mengampuni (Markus 11: 25)

Marilah kita ampuni kesalahan orang lain kepada kita karena itu membawa berkat bagi kita

5.    Salah berdoa (Yakobus 4: 3-5)

Ayat di atas mengajarkan agar kita tidak salah dalam berdoa, yaitu meminta hal-hal untuk memuaskan hawa nafsu kita.

 

Marilah kita lakukan tiga langkah doa dan menjauhi lima penghalang doa, agar didengar doa-doa kita oleh Bapa di Surga.

 

memberkati.

 

 

Related posts

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in