APAKAH KEKRISTENAN ITU?

Renungan No Comments »

2 Tesalonika 2:13-17; Yeremia 1:5

 

“Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai” (2 Tesalonika 2:13).

 

     Kalau Anda ditanyai apakah hidup kekristenan itu? Sebagian besar dari Anda pasti menjawab “percaya pada Kristus.” Tetapi arti dari kekristenan itu sendiri lebih luas lagi. Saya memberikan poin dari pengertian mengenai hidup kekristenan itu:

     Pertama, dimulai dengan panggilan Allah (ayat 13). Keselamatan Anda dimulai dalam pikiran Allah, bahkan sebelum dunia ini ada. Saya tahu ini sukar untuk Anda pahami, tetapi itulah fakta yang sebenarnya. Paulus mengungkap kebenaran ini, “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya” (Gal. 1:15). Soren Kierkegaard berkata, “Adalah tugas manusia untuk mengerti segala sesuatu yang tidak dapat dipahami.”

     Kedua, digerakkan oleh tindakan kita (ayat 15). Setelah menjadi orang Kristen Anda tidak duduk dengan santai saja, tetapi ada tindakan yang nyata dalam menjaga panggilan itu dan menindaklanjuti setiap perkataan Kristus. Setan suka dengan jemaat yang rajin ke gereja tapi tidak ada aksi dalam melakukan firman Tuhan.

     Ketiga, berlanjut melalui kemampuan ilahi (ayat 13). Setelah Anda diselamatkan Allah tidak tinggal diam. Ia memberikan Roh Kudus untuk menuntun Anda. Yesus sendiri tidak “tega” membiarkan Anda sebagai yatim piatu, karena itu Ia akan datang lagi kepada Anda (Yoh. 14:18). Dan sebagai tempat kediaman Allah, Anda mendapatkan persekutuan yang istimewa dengan Allah. Pada saat Anda lemah Roh Kudus adalah kekuatan Anda. Pada saat Anda tak berdaya, Roh Kudus datang sebagai pemberi harapan kepada Anda. Ini berarti perjalanan hidup Anda tidaklah berat, sebab Roh Kudus bersama Anda.

     Keempat, bergerak menuju kemuliaan (ayat 14). Pada akhir semuanya itu disebutkan di sini “sehingga kamu memperoleh kemuliaan Yesus Kristus.” Inilah tujuan kekristenan kita! saya tidak tahu apakah masih ada keinginan lainnya dalam hidup Anda selain memperoleh kemuliaan Yesus? Saya sebutkan kemuliaan itu adalah puncak kebahagiaan manusia. Haleluya!

 

Renungan:

     Kekristenan Anda itu jelas tujuannya. Kalau Anda seperti berputar-putar tanpa arah di bumi ini sebenarnya Anda sedang menuju kemuliaan Yesus. Jangan kecil hati dan tawar hati, sebab cepat atau lambat kemuliaan itu akan kita nikmati bersama.

 

Tidak ada perjalanan yang paling lama kecuali mengarungi samudera kehidupan, tetapi tidak ada kebahagiaan yang paling besar kecuali mencapai kemuliaan Yesus.

 

LAKUKAN SEGENAP HATI

Renungan No Comments »

2 Tesalonika 3:6-9;  Amsal 6:6

 

“Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu” (2 Tesalonika 3:7).

 

     Perdebatan timbul mengenai apakah Paulus itu bekerja ataukah tidak. Saya pribadi berkeyakinan bahwa Paulus sendiri mempunyai kesibukan utama sebagai rasul yang memberitakan Injil. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa dia juga bekerja saat waktu senggang. Dan ingat, salah satu keahlian Paulus yang bisa menghasilkan uang adalah membuat tenda (Kis. 18:3).

     Salah satu karakter yang paling saya sukai dari Paulus adalah dia seorang pekerja keras. Apa saja yang dilakukannya pasti dikerjakannya dengan sepenuh hati. Paulus mau memberikan contoh yang baik kepada jemaat supaya mereka tidak bermalas-malasan dan tumpang tangan saja.

     Kalau Anda mau sukses, lakukanlah segala sesuatu dengan segenap hati. Pekerjaan yang dilakukan dengan setengah-setengah akan menghasilkan karya yang setengah pula. Kalau ada orang Kristen yang sama sekali tidak menunjukkan prestasi di sebuah perusahaan, cobalah Anda tanyakan kepada diri sendiri, apakah Anda sudah melakukan pekerjaan Anda dengan segenap hati. Alkitab berkata, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” (Ams. 6:6). Semut adalah guru kita yang paling bijaksana. Anda pernah melihat semut malas?

     Sekarang kembali dengan Anda. Mungkin Anda merasa tidak mampu atau merasa jenuh dengan pekerjaan Anda, cobalah Anda melakukan pekerjaan itu dengan sepenuh hati. Jangan berkata bahwa Anda tidak mampu sebelum Anda mencoba dan melakukan pekerjaan itu dengan segenap hati. Setiap pekerjaan yang tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak akan menghasilkan karya hebat. Akhirnya Anda menjadi jenuh dan bosan. Pandanglah pekerjaan Anda itu bukan sekedar sarana untuk mencukupi kebutuhan perut Anda, tetapi sebagai karya yang dapat dinikmati oleh semua orang.

     Dan camkan juga, kelebihan Anda dengan orang lain adalah, Anda disertai Allah. Daniel yang sanggup tinggal di beberapa generasi pemerintahan tetap bertahan, bahkan oleh dia raja-raja mendapatkan berkat. Tahu kuncinya? Saya yakin Daniel adalah seorang pekerja keras dan loyalitasnya tinggi, baik kepada Allah maupun kepada pemerintahan, karena itu Allah menyertainya!

 

Renungan:

     Ke mana saja Anda berada percayalah bahwa Dia menyertai Anda. Dia ingin memberkati Anda lebih dari kerinduan Anda sendiri. Tetapi Allah mau juga Anda mengerjakan bagian Anda dengan bekerja lebih giat lagi!

    

Kombinasi antara bekerja keras dengan berdoa akan menghasilkan kesuksesan.

 

Bersukacitalah Senantiasa

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah Pdt. Agus Gunawan
Tanggal 22 Pebruari 2009

Ayat bacaan Filipi 4:4

Ayat bacaan kita kali ini sangat sederhana tetapi sangat penting untuk kehidupan kita. Paulus menulis ayat ini dalam keadaan tidak baik di dalam penjara. Tuhan ingin agar kita bersukacita senantiasa. Sedang iblis ingin mencuri sukacita kita. Sakit penyakit yang mungkin sedang kita alami disebabkan karena hilangnya sukacita kita. Ayat di atas adalah perintah Tuhan yang harus kita taati. Kita harus belajar dalam segala keadaan dan waktu untuk terus bersukacita. Terkadang kita melewati kegelapan, lembah kelam dan badai akan tetapi kita tetap harus bersukacita dan sukacita kita tidak boleh tergantung oleh keadaan kita. Ketika kita bersukacita kesembuhan yang dari Tuhan dilepaskan atas kita. Dan sukacita juga mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan. Ada tiga hal yang dapat kita lakukan untuk terus bersukacita:

1. Ambil keputusan untuk bersuka cita (Yohanes 16:22)
Ayat ini mengajarkan bahwa ketika kita mengambil keputusan untuk bersuka cita maka tidak ada yang bisa mengambilnya dari kita. Iblis boleh mencuri uang atau pekerjaan kita, tetapi ia tidak boleh mencuri sukacita kita.

2. Bersukurlah senantiasa dalam segala hal (1 Tesalonika 5:18)
Ketika kita tidak bisa mengucap syukur kita akan kehilangan sukacita yang dari Tuhan. Mari kita luangkan waktu untuk mengucap sukur setiap hari. Pusatkan perhatian pada apa yang sudah terjadi. Seperti ketika Tuhan menciptakan alam raya. Tuhan meluangkan waktu untuk berhenti dari penciptaan-Nya dan melihat bahwa ciptaan-Nya adalah baik.

3. Percaya akan kebaikan Tuhan (Roma 8:28)
Kita harus percaya dan tahu bahwa Tuhan akan memberikan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Kita tahu sekarang bahwa hasilnya adalah kebaikan. Biarlah kita tahu bahwa hidup kita ada di tangan Tuhan dan karena itu hidup kita adalah hidup yang baik dan berkemenangan, bahkan lebih dari pemenang. Ketika Tuhan menciptakan manusia dan hewan, Dia percaya bahwa semua akan berakhir dengan baik. Mari kita mencontoh Tuhan dan percaya bahwa pada akhirnya semua akan menjadi baik.

Tuhan yang kita sembah sanggup memulihkan sukacita kita. Apapun yang terjadi kita harus mengambil tiga keputusan di atas karena kita tahu bahwa ada masa depan yang indah untuk kita di dalam Tuhan.

Tuhan memberkati.

LEPASKAN DIRI DARI TRADISI

Renungan No Comments »

1 Timotius 1:1-5; Imamat 18:3

 

“….. aku telah mendesak engkau supaya …..menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka …..” (1 Timotius 1:3, 4).

 

     Paling menyedihkan bila melihat manusia-manusia yang ada di dalam gereja sibuk dengan diri sendiri, bahkan menghasilkan percekcokan lalu melupakan panggilannya sebagai saksi Kristus. Dan Paulus melihat indikasi ketidakberesan ini di dalam jemaat Tuhan. Mereka hanya ribut dengan ajaran-ajaran dan paham-paham yang mungkin menjadi panutan mereka pada mulanya. Mereka masih percaya kepada takhayul-takhayul dan dongeng nenek-nenek tua.

     Setelah Anda “dientas” dari comberan dosa, Anda tidak perlu lagi dibelenggu oleh berbagai paham yang bukan berdasarkan Kristus. Sebab sebagian orang Kristen hingga saat ini masih ada yang berusaha menggabungkan antara iman dengan kepercayaan yang cenderung bersifat takhayul. Apa yang mereka lakukan tidak lebih dari usaha untuk “menenteramkan” hati. Daripada dimarahi oleh nenek moyang, ah lebih baik menyediakan makanan buat mereka yang sudah meninggal.  Ya, sebagian orang Kristen masih beranggapan seperti ini. Jadilah mereka orang Kristen “ampibi” (menyesuaikan diri berdasarkan keadaan).

     Kita harus berani melawan norma-norma dan tradisi-tradisi kuno yang tidak berlandaskan firman Tuhan. Anda tidak perlu membuang semuanya, sebab ada beberapa tradisi yang bersifat netral dan tidak melanggar firman Tuhan.

     Pada zaman Yesus, Ia sering mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang memegang tradisi dengan kuat, tetapi mengabaikan belas kasihan. Akhirnya mereka menjadi orang munafik yang hanya pandai berteori tetapi tidak bisa melakukan kebajikan.

     Ambillah keputusan sekarang juga jika Anda masih terikat dengan berbagai takhayul dan tradisi. Sebab semuanya itu membuat Anda tidak bisa bertumbuh. Rohani Anda kerdil. Kalau sudah mengambil keputusan mengiring Yesus, ya lakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

 

Renungan:

     Tidak akan ada laknat atau kecelakaan, seperti kata orang, bila Anda sungguh-sungguh meninggalkan tradisi yang membelenggu Anda. Buanglah semua benda-benda kekejian yang menjadi simbol tradisi Anda. Percayalah bahwa Allah Anda lebih besar dari segala ilah di dunia ini.

 

Manusia yang terikat tradisi berarti mengikatkan diri pada dewa kesia-siaan.

 

MEMBUAT MALU

Renungan No Comments »

2 Tesalonika 3:13-18; Yesaya 52:11

“Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu” (2 Tesalonika 3:14).

Masalah besar yang kerap dihadapi oleh orang Kristen adalah masalah komunitas. Yang saya maksudkan adalah lingkungan di mana kita berada tidak sesuai dengan hati nurani kita. Misalnya di kantor. Betapa seringnya kita mendapatkan ejekan dari mereka sebab perilaku kita tidak sama dengan mereka. Yang terjadi akhirnya kita merasa tersisih dan dikucilkan.
Kepada jemaat di Tesalonika, Paulus mencoba prinsip “menyisihkan” mereka yang tidak cocok dengan lingkungan orang kudus. Kelihatannya agak kasar kalau Paulus menasihati supaya tidak bergaul dengan mereka yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Saya yakin tujuan semuanya ini adalah membuat malu mereka supaya mereka bertobat. Sebab pada intinya Paulus meminta agar orang seperti ini ditegur sebagai saudara, bukan dimusuhi.
Cara yang dilakukan oleh Paulus ini merupakan salah satu cara untuk membuat orang bertobat. Kita sebenarnya dapat menerapkan cara ini dalam gereja Tuhan, meskipun tidak harus dengan cara mengucilkan dia. Sebab sebenarnya, gereja yang berdiri di atas firman Tuhan, secara otomatis akan membuat malu mereka yang berpenampilan beda. Sekawanan domba misalnya. Kalau ada kambing di tengah-tengah mereka, maka akan terlihat sekali, baik oleh tingkah laku maupun penampilannya. Yang paling sulit, bila ditemukan banyak kambing di sana.
Allah kita adalah kudus. Gereja-Nya juga kudus. Dan orang-orang yang beribadah di dalamnya seharusnya juga kudus. Sebab Allah telah memilih kita dan memisahkan kita dari dunia ini. Firman Tuhan berkata, “Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah Tuhan” (Yes. 52:11)! Seruan Tuhan kepada umat-Nya: jauhi yang najis!
Celakanya, gereja sekarang mulai berbaur dengan kenajisan. Masih terlihat adanya kompromi-kompromi di antara umat Tuhan. Lalu bagaimana caranya supaya seorang yang hidupnya masih belum benar dapat dibuat malu oleh lingkungannya yang kudus?

Renungan:
Marilah kita menaruh perhatian terhadap mereka yang hidupnya tidak kudus. Tuhan pasti memberikan kepada kita hati yang bijak bagaimana cara memperlakukan mereka. Yang pasti kalau seluruh jemaat hidup dalam kekudusan, orang seperti itu akan malu lalu bertobat.

Cara yang paling tepat untuk membuat orang berdosa malu adalah dengan menunjukkan kekudusan kita.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in