MENGAPA MANUSIA BEKERJA?

Renungan No Comments »

2 Tesalonika 3:10-12; Ulangan 2:7

 

Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja,  janganlah ia makan” (2 Tesalonika 3:10).

 

     Bekerja adalah bagian dari hidup manusia. Dan adalah keharusan bagi orang Kristen juga untuk bekerja. Mengapa manusia harus bekerja?

     Pertama, bekerja adalah perintah dari Allah. Firman Tuhan jelas berkata, “Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu” (Kel. 20:9). Enam hari adalah waktu yang Tuhan berikan kepada kita, dan pada hari ketujuh kita wajib beristirahat. Apabila perintah ini dilanggar, maka akan terjadi masalah-masalah. Dan bukannya tanpa alasan Allah memberikan perintah demikian, sebab melalui bekerja itu manusia dapat memenuhi kebutuhannya.

     Kedua, bekerja adalah model yang Allah tetapkan, sebab Allah sendiri bekerja selama 6 hari dan pada hari yang ketujuh Ia beristirahat. Manusia yang diciptakan menurut gambar Allah berarti diciptakan sebagai pekerja. Manusia tidak dapat menolak kenyataan ini. Mereka yang menolak kenyataan ini berarti menolak fakta bahwa mereka adalah gambar dan rupa Allah.

     Ketiga, bekerja adalah bagian dari kehidupan makhluk hidup. Bintang-bintang bersinar, matahari memancarkan cahayanya, tumbuh-tumbuhan mengeluarkan buah, binatang-binatang juga melakukan aktifitas sebagaimana mestinya. Dengan kata lain bekerja adalah tugas dan aktifitas normal dari manusia. Pemazmur berkata, “Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya; manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang” (Mzm. 104:22, 23). Jadi Anda lihat, Alkitab telah menyebutkan proses normal yang harus dijalani oleh manusia: bekerja! Dapat disimpulkan demikian: pekerjaan adalah perintah; pekerjaan telah ditetapkan oleh Allah; pekerjaan adalah bagian dari sifat alamiah makhluk hidup. 

     Keempat, bekerja adalah karunia Allah. Kalau Anda dapat bekerja itu adalah karunia Allah. Sebab dengan bekerja Allah mau kita mempermuliakan Dia. Sebagaimana alam semesta menceritakan kemuliaan Allah (Mzm. 19:2), demikian juga manusia dapat memuliakan Allah melalui pekerjaan kita. Bukankah disebut karunia Allah kalau kita dapat memuliakan Allah?

 

Renungan:

     Bekerjalah dengan penuh semangat dan dengan segenap hati. Jangan malas! Allah tidak dapat memberkati orang yang malas. Dan percayalah bahwa Allah akan memberkati perbuatan tangan Anda (Ul. 2:7).

 

Manusia akan menjadi lengkap bila ia bekerja.

 

Related posts

PENUNTUN KEPADA KRISTUS

Renungan No Comments »

1 Timotius 1:6-11; Yesaya 64:6

 

“Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan” (1 Timotius 1:8).

 

     Apa yang Tuhan telah berikan kepada manusia itu semuanya baik. Jadi kalau kita tidak berada di bawah hukum Taurat lagi itu tidak berarti bahwa hukum Taurat itu tidak baik. Kita akan melihat mengapa hukum Taurat harus diberikan terlebih dahulu kepada manusia sebelum mereka melihat Allah:

     Pertama, hukum Taurat menjelaskan apa dosa itu. Sebelum manusia tahu apa yang boleh dan tidak boleh, mereka tidak akan pernah tahu apa dosa itu. Justru karena hukum Taurat itulah maka manusia mengerti apa yang disebut dengan dosa. Sebab bila mereka melanggar perintah-perintah hukum Taurat, maka itulah yang disebut dengan dosa. Bagaimana manusia tahu kalau itu dosa bila sebelumnya tidak ada perintah “jangan mengingini?”

     Kedua, hukum Taurat membangkitkan kuasa dosa. Saya biasa melewati sebuah gedung dengan lukisan berada di dinding. Sebelumnya tidak pernah terbersit dalam pikiran saya untuk memegang, apa lagi menyentuhnya. Beberapa saat kemudian terlihatlah tulisan di bawahnya: Jangan Sentuh! Dan anehnya, sejak peringatan itu ada, banyak orang yang tergoda untuk menyentuhnya dan banyak yang melakukannya! Inilah kuasa dosa yang membelenggu manusia. Manusia yang sebelumnya tidak tahu mana yang boleh dan mana yang tidak, akhirnya semakin sering melakukan pelanggaran.

     Ketiga, hukum Taurat menuntun manusia pada keselamatan yang sebenarnya. Paulus dengan ilham Roh Allah menjelaskan, “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman” (Gal. 3:24). Hukum Taurat itu merupakan penuntun kita. Sebab apa yang dilakukannya tidaklah dapat menyelamatkan manusia. Tetapi ia jelas dianggap “berjasa” sebab melalui oleh Tauratlah manusia dapat mengenal keselamatan di dalam Yesus Kristus - bukti yang menyatakan bahwa manusia tidak dapat melakukan hukum Taurat dengan kekuatannya. Lalu bagaimana? Sekarang kita dapat bersandar sepenuhnya pada kasih karunia Allah. Yesus datang sebagai kegenapan dan tujuan utama diberikannya hukum Taurat. Dan supaya manusia menyadari bahwa tidak ada satu pun manusia yang sanggup melakukan hukum Taurat dengan sempurna.

 

Renungan:    

     Hukum Taurat itu baik. Manusia yang mau sungguh-sungguh mentaati hukum Taurat akhirnya akan tersadar bahwa mereka tidak sanggup melakukannya. Dengan demikian manusia tersebut akan datang kepada Kristus!

 

Tanpa hukum Taurat, tidak akan ada Kristus; tanpa Kristus tidak akan ada keselamatan.

 

Related posts

KESETIAAN ALLAH

Renungan 1 Comment »

2 Tesalonika 3:1-5; Ulangan 7:9

 

“Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat” (2 Tesalonika 3:3).

 

     Ketika seorang ayah menerima berita bahwa anaknya yang amat dicintainya meninggal dunia dalam kecelakaan, ia berpaling kepada pendetanya dan berkata sambil terisak, “Katakan Bapak Pendeta, di mana Allah pada saat kecelakaan itu?”

     Beberapa saat terjadi keheningan. Kemudian pendeta itu berkata, “Sobat, katakan juga kepadaku di manakah Allah saat Anak-Nya meregang nyawa di kayu salib?”

     Saudara, kadang dan sering kita tidak mengerti dengan segala kejadian yang ada di sekitar kita. Pertanyaan “mengapa” tidak pernah hilang dari pikiran kita. Semua jawaban tidak ada yang memuaskan. Tetapi sebenarnya jawaban itu dapat ditemukan melalui tergantungnya Anak Allah di kayu salib.

     Tuhan itu setia! Coba Anda renungankan kalimat ini lebih dalam lagi. Kalau Tuhan tidak setia, Ia sejak dahulu membuang Anda dari hadirat-Nya. Coba hitung berapa kali Anda “tersandung” dalam dosa dan Anda hanya tertawa-tawa. Lalu Anda menuntut Allah untuk berlaku setia, padahal Anda sendiri tidak setia. Tentang kesetiaan Allah, Musa berkata seperti ini, “Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan” (Ul. 7:9).

     Apa yang menyebabkan orang Kristen tidak setia kepada Allahnya? Beberapa faktor bisa menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah kebosanan. Saya melihat kecenderungan akhir-akhir ini orang Kristen mengalami apa yang disebut dengan kejenuhan . Mereka kurang mempunyai daya tahan yang tinggi sebagai orang percaya. Mereka tidak bisa membagi waktu dengan bijak antara perkara-perkara dan jasmani. Lagipula mereka puas dengan keadaan mereka. Tidak ada nyala api yang membara yang membakar hati mereka. Asal datang ke gereja, memberi persembahan, ya sudah. Tidak ada target yang akan mereka capai. Akhirnya bisa ditebak, mereka mengalami kejenuhan . Tidak lama setelah itu mereka mulai berubah tidak setia!

 

Renungan:

     Dalam segala keadaan Allah bekerja. Ia tidak pernah membatalkan kesetiaan-Nya kepada Anda. Di tengah kemelut yang Anda sendiri tidak tahu mengapa itu terjadi, percayalah bahwa Allah tidak tinggal diam. Ia menjadi pembela bagi umat-Nya.

 

Hanya pembohong besar yang mengatakan bahwa Allah tidak setia.

 

Related posts

Perumpamaan Anak Sulung dan Anak Bungsu

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah Pdt. Sen Senjaya

Tanggal 15 Februari 2009

                       

Ayat bacaan Lukas 15:11-31

 

Apakah saat ini kita sudah merasa bahwa kita melayani Tuhan? Tapi yang lebih penting adalah apakah Tuhan sudah merasa bahwa kita melayani Dia. Jangan sampai Ia berkata “Siapa kamu ini, Aku tidak tahu kamu melayani Aku.”

 

Dalam ayat bacaan di atas diceritakan tentang dua anak yang hilang, anak bungsu dan anak sulung. Perumpaan ini begitu menggoncangkan pada jaman itu. Yang pertama adalah karena anak yang bungsu meminta harta dari ayahnya sebelum ayahnya meninggal. Kedua, ketika anak bungsu meminta bagian dari warisan, sang ayah tidak marah atau tersinggung. Sang ayah malah memberikan hartanya untuk si anak bungsu. Ketiga, ketika anak bungsu kembali sang ayah lari menyambutnya. Kebiasaan pada saat itu adalah orang tua tidak berlari-lari, tapi berjalan. Dan sebelum anak bungsu meminta ampun, sang ayah sudah menyuruhnya diam. Sang ayah bermaksud mengatakan bahwa bukan si bungsu yang datang dan minta ampun tetapi sang ayah yang sudah terlebih dahulu mengampuni. Keempat, adalah anak sulung yang marah dan menolak untuk ikut dalam pesta menyambung si bungsu.

 

Kedua anak tidak mencintai sang ayah, tapi menggunakan sang ayah untuk kepentingan diri sendiri. Si bungsu memanipulasi untuk memenuhi kejahatannya, sedang si sulung hilang dalam kebaikannya. Dalam cerita ini si bungsu diselamatkan sedang si sulung terhilang dalam kebaikannya. Ia merasa sang ayah berhutang kepada dia karena pelayanan yang dilakukannya. Melalui perumpaan ini Tuhan bermaksud mendefinisi ulang tiga hal:

1.    Mendefinisi dosa

Dosa bukan karena hal-hal yang tidak baik, tetapi juga karena hal-hal yang baik. Contohnya adalah ketika kita menempatkan berkat Tuhan lebih utama di hati kita. Kita menjadikan Tuhan sebagai alat dan merasa bahwa Ia wajib untuk memberkati kita. Kemudian kita menghindarkan Dia sebagai Juru Selamat kita. Yang harus kita lakukan adalah mencari Allah untuk mendapatkan Dia, bukan berkat-Nya semata.

2.    Mendefinisi pelayanan

Tanda dari hati seorang pelayan adalah bagaimana perasaan hati kita ketika orang lain memperlakukan kita sebagai pelayan. Apapun yang dikatakan orang, pelayanan kita harus tetap baik dan bersemangat. Kita melayani Tuhan bukan karena untuk membalas cinta-Nya atau untuk mendapat berkat-Nya atau agar kita tidak mendapat murka Tuhan; akan tetapi kita melayani Dia karena kita sudah mendapat semua itu.

3.    Mendefinisi konsep keselamatan

Kita bisa diselamatkan karena kita memiliki Allah yang menjangkau terlebih dahulu. Tanpa itu kita tidak akan bisa selamat. Kita harus bertobat dari motivasi kita berbuat baik dan motivasi pelayanan kita. Kita bisa selamat ketika hati kita diluluhkan dan digerakkan oleh Allah.

 

Anak sulung marah karena bagiannya diberikan kepada adiknya. Kita harus bersukur karena kita memiliki Yesus yang adalah Kakak kita yang mencari, memanggil dan mengorbankan hidup-Nya untuk kita dan kemudian membawa kita pulang ke rumah Bapa di Surga.

 

Tuhan memberkati.

 

Related posts

CERITA BERSAMBUNG

Renungan No Comments »

1 Tesalonika 5:23-28; Yesaya 26:19

 

”Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita” (1 Tesalonika 5:23).

 

     Pernahkah Anda berpikir bahwa hidup kita ini tidak hanya terdiri dari sebongkah tanah liat bergerak yang bila berhenti bekerja alias mati menjadi sebuah bangkai yang menjijikkan? Memang pernah diketemukan sebuah mayat seorang laki-laki dari timbunan es Himalaya dan diperkirakan sudah mencapai ribuan tahun berada di dalamnya. Kondisi tubuhnya masih utuh, kemungkinan akibat sistem pengawetan alami oleh suhu dingin es tersebut. Dan berita ini sempat menggegerkan banyak orang.

     Bila tubuh kita bisa diawetkan ribuan tahun sekalipun tidak kekal apa lagi roh dan jiwa kita yang tidak dapat mati alias kekal bukan hanya sampai ratusan tahun atau ribuan tahun tetapi kekal selamanya. Keberadaan manusia roh dan jiwa kita tidak akan pernah hilang, hangus atau berakhir.

     Dan jangan berharap setelah tubuh kita mati semua persoalan kita selesai. Tidak! Masih ada kelanjutan ceritanya. Hal itu disebabkan roh dan jiwa kita kekal. Tentunya bila manusia roh kita selama tinggal di bumi belum dilahirkan kembali melalui Yesus Kristus dan tidak hidup menurut Firman Allah maka cerita selanjutnya akan disambung di neraka. Tetapi roh manusia yang telah mengalami kelahiran baru dan hidup dalam persekutuan dengan Tuhan setiap waktu cerita bersambung di surga. Anda pasti tahu apa itu neraka dan surga.

     Karena kita adalah roh memiliki jiwa [pikiran, perasaan dan kehendak] dan tinggal di dalam tubuh maka kita harus menjaga dan memelihara roh, jiwa dan tubuh kita ada dalam kondisi kudus dan tak bercacat saat Tuhan datang kembali. Seperti yang dikatakan rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika agar ”roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.  

 

Renungan:

     Biarkan roh Anda bersekutu dengan Tuhan senantiasa. Biarkan jiwa Anda terus diperbaharuhi dengan Firman Allah setiap hari. Dan biarkan tubuh Anda menjadi senjata-senjata kebenaran Allah. Sehingga bila Yesus datang untuk menjemput Anda, roh, jiwa dan tubuh [yang nantinya juga akan diubah ke dalam tubuh kemuliaan] Anda siap masuk dalam kemuliaan Allah yang kekal itu.

 

Manusia adalah makhluk roh, punya jiwa, dan tinggal di dalam tubuh.

 

Related posts

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in