Mar 31
2 Timotius 3:1-5; Amsal 14:7
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang…..” (2 Timotius 3:1, 2).
Tahun 1963 sebuah survei yang diadakan oleh Gallup mendapatkan hasil 65% orang Amerika benar-benar percaya akan Alkitab. Namun dalam tahun-tahun terakhir ini hanya 32 % atau mungkin bisa kurang untuk millennium ketiga ini. Majalah Newsweek pernah memberitakan seorang anak kecil yang bertanya kepada mamanya ketika melihat Kristus yang disalibkan, “Mami, orang itu sedang apa?” Percaya tidak kalau ini terjadi di Amerika, sebuah negara Kristen yang katanya mempunyai semboyan “In God We Trust” (Kepada Allah Kami Percaya).
Dunia sedang mengalami krisis, tidak hanya ekonomi tetapi moral. Dan celakanya dunia tidak berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan krisis moral ini. Mereka hanya memfokuskan pada penyelesaian-penyelesaian yang bersifat materi.
Dan Alkitab sudah berkata bahwa krisis moral pasti terjadi dan akan semakin parah. Dua ciri utama teratas yang disebutkan di sini adalah mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Dua hal ini saja sudah pasti akan menciptakan kekacauan-kekacauan, belum lagi dibarengi dengan perbuatan daging lainnya.
Gereja Tuhan mempunyai tanggung jawab besar untuk mengembalikan standar moral yang benar. Jangan malah ikut terseret dan mengurangi mutu moral kita. Kita mempunyai standar moral sendiri yang tidak sama dengan standar moral dunia ini. Itu diperlukan keberanian dan komitmen untuk melakukannya. Sebab dunia setiap hari mengajak kita untuk mengikuti standar moral mereka. Coba saja berapa kali dunia berkata kepada Anda, “Ah itu tidak apa-apa! Itu kan masih dalam batas normal. Ayo, coba sekali saja, toh Allah tidak akan marah. Cicipi sedikit aja, jangan banyak-banyak.” Umpan-umpan seperti ini biasanya kita tolak, tetapi sering pula kita lahap. Kalau tidak mengikuti cara mereka, seperti kita ini makhluk angkasa luar yang “kuper”. Dan sindirian ini amat menyakitkan, bukan? Lalu apa yang kita lakukan? Akhirnya kita mengikuti standar moral mereka.
Saudara, kita mempunyai harga diri sebagai anak-anak terang. Dan ini merupakan kebanggaan kita sebagai warga Kerajaan Allah. Jadi biarlah dunia menurunkan kualitas moralnya, tetapi kita semakin meningkatkannya.
Renungan:
Masa sukar itu sedang terjadi dan akan terjadi lagi dalam intensitas yang lebih besar lagi. Kalau anak-anak Tuhan tidak sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan, iblis akan mudah mencaplok mereka.
Dia adalah Allah yang berkualitas; apakah kita juga umat Allah yang berkualitas?
Mar 30
2 Timotius 3:14-17; Yeremia 15:16
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Timotius 3:16).
Saat aku letih, Alkitab menjadi alas tempat tidurku.
Atau saat gelap, ia menjadi terangku.
Ketika aku lapar, ia adalah makananku.
Atau saat aku takut, ia menjadi senjataku.
Ketika aku sakit, ia menjadi obat yang manjur.
Atau saat aku kesepian, ia menjadi teman yang menghiburku.
Jika aku bekerja, Alkitab menjadi alatnya.
Jika aku menjadi sombong ia menjadi sekolahku.
Jika aku mulai tenggelam, ia menjadi landasan yang kokoh.
Jika aku kedinginan, ia menjadi api yang menghangatkan.
Jika aku tersesat, ia menjadi penuntunku.
Jika aku telanjang, ia memberiku pakaian.
Jika aku terikat, ia akan membebaskan aku.
Oh betapa ajaibnya Buku Allah ini. Ia menuntunku sampai ke surga…..!
Dengan apakah akan kita bandingkan buku yang terlaris sepanjang masa ini? Tidak ada! Alkitab adalah buku yang luar biasa yang mampu melepaskan manusia dari kekuatan maut. Melalui buku ini Allah menyatakan isi hatinya. Ia menuliskan surat cinta-Nya ke dalam berlembar-lembar kertas.
Saudara, Alkitab juga merupakan penuntun bagi kita. Ia sanggup mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan, dan mendidik orang dalam kebenaran. Kalau Anda tidak percaya saya dapat menunjukkan kepada Anda bahwa ada penjahat besar yang sekarang ini sedang berlutut berdoa serta memuji Tuhan.
Alkitab sanggup mengubah hidup manusia. apabila Anda melakukan kesalahan Alkitab akan memberikan koreksi supaya lembaran hidup Anda tidak terdapat noda. Jadi kalau firman Tuhan menegur Anda, bertobatlah.
Renungan:
Hebat! Satu kata ini patut diberikan kepada Alkitab. Kalau Anda rindu menjadi seperti Kristus berarti Anda harus mau dikoreksi oleh firman Tuhan. Jangan kembangkan budaya “ngambek” kalau Anda ditegur oleh firman Tuhan, amin?
Banyak buku yang hebat, tetapi Alkitab adalah yang terhebat.
Mar 29
2 Timotius 2:22-23; Amsal 10:12
“Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran” (2 Timotius 2:23).
Ketika sepasang pengantin diberkati di gereja, satu hal pasti yang dilakukan oleh sepasang pengantin itu adalah mengucapkan janji nikah, baik itu di hadapan Tuhan maupun di hadapan jemaat. Mereka saling mengucapkan janji bahwa mereka akan saling mengasihi baik dalam suka maupun duka. Janji yang indah. Bahkan sebelum mereka mengambil suatu keputusan untuk menikah, mereka berjanji untuk saling terbuka dan saling mengasihi, menghormati dan lain sebagainya. Sebelum menikah mereka saling terbuka tentang masa lalu mereka dan berjanji untuk menerima apa adanya. Tetapi apa yang terjadi setelah mereka menikah? Banyak pasangan Kristen yang rumah tangganya mulai dingin, mereka mulai tidak setia terhadap pasangannya dan akibatnya rumah tangga mereka jadi berantakan dan anak-anak menjadi korbannya. Dan yang paling parah adalah terjadinya perceraian.
Saudara, kalau kita mau telusuri mengapa hal ini dapat terjadi? Semuanya itu bukan saja karena hilangnya rasa cinta, kepercayaan dan rasa pengertian terhadap pasangannya, tetapi juga tidak adanya penguasaan diri dalam berkata atau berbicara. Orang yang mempunyai penguasaan diri pasti dapat menjaga sikap maupun perkataannya terhadap orang lain. Firman Tuhan berkata supaya kita menghindari soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan yang tidak layak – perkara-perkara yang dapat menimbulkan pertengkaran. Nah, berapa banyak di antara orang percaya yang sudah seringkali mendengar firman ini tetapi tidak melakukannya. Yang terjadi justru bukan menghindari hal-hal yang bodoh, tetapi malah mencari-cari hal yang bodoh dan tidak layak yang justru menimbulkan pertengkaran.
Renungan:
Bila Anda mendengar berita yang buruk tentang suamimu, anakmu, atau istrimu, janganlah kecewa. Sebab saat Anda kecewa, maka iblis akan berusaha untuk menghasut Anda dan akibatnya kebencian akan terjadi dan akan menghasilkan pertengkaran. Firman Tuhan memberikan kuncinya, “Kasih itu menutupi banyak sekali dosa” (1 Pet. 4:8). Mungkin saat ini Anda telah kehilangan kasih itu terhadap pasangan Anda, orang tua Anda ataupun anak-anak Anda. Mintalah kepada Bapa yang empunya kasih itu maka ia akan memulihkan Anda dan memenuhi Anda dengan kasih-Nya sehingga Anda dapat mengasihi orang lain juga.
Tidak ada pertengkaran yang memuliakan Allah.
Mar 28
1 Timotius 6:8-10; Amsal 27:24
“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Timotius 6:10).
Uang adalah primadona. Pamornya mengalahkan diva Madonna, Christina Aguilera, dan artis-artis top lainnya. Bagaimana kalau dibandingkan dengan Britney Spears? Ah, itu juga nggak ada apa-apanya. Pokoknya ketertarikan manusia terhadap uang tiada tandingannya. Buktinya manusia rela saling membunuh hanya demi segepok uang kertas. Apakah uang memang benar-benar berkuasa?
Saya akan membuktikan bahwa uang itu mempunyai kemampuan terbatas. Salomo yang kaya raya itu mengakui demikian:
Pertama, uang tidak dapat membebaskan manusia dari murka Allah. Salomo berkata demikian, “Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut” (Ams. 11:4). Siapa yang dapat melepaskan manusia dari kematian? Kalau “saatnya” tiba, tidak ada manusia yang dapat menolaknya. Manusia memang lebih pintar. Berbagai mujarab obat berhasil ditemukan. Tetapi sayang, semakin banyak obat ditemukan semakin banyak pula penyakit muncul. Menghadapi kematian saja manusia tidak mampu apalagi menghadapi hari penghakiman!
Kedua, uang itu memberikan kepuasan sementara dan singkat. Salomo berkata, “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali” (Ams. 23:5; baca juga Ams. 27:24). Anda mau kumpulkan uang sebanyak-banyaknya terus untuk apa? Bolehlah untuk jaminan bagi anak-anak Anda, atau kalau Anda mau berpelesir silakan saja. Tetapi ingat, setelah itu Anda harus menghadap Allah!
Ketiga, uang itu akan menjegal Anda cepat atau lambat. Salomo berkata, “Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetap orang benar akan tumbuh seperti daun muda” (Ams. 11:28). Sebaiknya Anda percaya kepada Allah sepenuhnya (Ams. 28:25). Ada suatu saat di mana Anda akan merasakan bahwa uang Anda akan menjadi pengecut. Saat uang tidak mampu menolong Anda!
Renungan:
Pandanglah uang sebagai alat untuk mencukupi kebutuhan Anda dan untuk mempermuliakan Yesus. Jadikan harta atau uang Anda sebagai hamba, jangan terbalik! Anda akan sengsara kalau ia sampai menguasai hidup Anda.
Anda adalah tuan dan uang adalah hamba; bila terbalik akan terjadi malapetaka dalam hidup Anda.
Mar 27
Ringkasan Kotbah Pdt Peter Aditijo
Tanggal 22 Maret 2009
Ayat bacaan 2 Korintus 4:16-18
Banyak orang pada yang sekarang ini sedang mengalami tawar hati karena kejadian-kejadian di sekeliling mereka. Kita harus sadar bahwa tidak ada hal yang kekal di dunia ini. Semua akan hilang dan hancur. Karena itu janganlah tawar hati karena hidup kita ada dalam Tuhan, dan jika itu yang kita lakukan maka Tuhan sendiri yang akan menjaga kita. Janganlah biarkan kepahitan mencuri kebahagian kita, dan marilah senantiasa berfokus pada kekekalan. Ada tiga hal yang dapat kita lakukan agar hidup kita berfokus pada kekekalan:
1. Kita harus memahami rencana Allah (2 Korintus 5:10)
Semua orang harus menghadap tahta pengadilan Kristus. Karena itu kita harus tahu rencana Tuhan. Dan rencana Tuhan adalah untuk datang yang kedua kalinya akan tetapi anti Kris akan datang terlebih dahulu. Kita harus percaya bahwa oleh keadaan yang sedang digoncangkan akan semakin banyak jiwa-jiwa yang datang kepada Tuhan. Karena itu gereja Tuhan harus ikut ambil bagian untuk memenangkan jiwa-jiwa baru dan terus mencari wajah Tuhan.
2. Kita harus tetap melayani apapun yang terjadi
Banyak alasan yang dapat kita katakana untuk tidak melayani Tuhan. Tapi ada satu alas an mengapa kita harus melayani Tuhan, yaitu karena kita mengasihi Dia. Ketika kita mau maka Tuhan sendiri yang akan memampukan kita. Dan orang yang setia dengan perkara-perkara kecil akan diberikan perkara-perkara yang besar oleh Tuhan sehingga hidup kita bisa menjadi berkat bagi Dia.
3. Kita harus tetap menabur di masa krisis (1 Raja-Raja 17:13)
Marilah kita tetap menabur di ladang Tuhan apapun keadaan kita. Janganlah kita pernah takut memberi untuk Tuhan, karena kita tidak akan kehilangan tetapi sebaliknya kita berinvestasi. Tuhan tidak melihat pada pemberian kita, tetapi Tuhan melihat pada hati kita. Kisah Elia dan janda miskin yang memberikan roti terakhirnya, menunjukkan bahwa Tuhan mau agar pengharapan kita tidak kepada “roti” yang kita miliki tetapi pengharapan kita haruslah selalu kepada Tuhan yang memberi “roti”.
Tuhan memberkati.
Recent Comments