Apr 30
Ibrani 1:3, 4; Yesaya 9:5
“Jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka” (Ibrani 1:4).
Kita lanjutkan kelebihan-kelebihan Yesus:
4. Dia adalah gambar wujud Allah (1:3). Ada pepatah yang berkata “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” Anak tidak beda jauh dengan ayahnya! Tetapi Yesus bukan saja mirip, tetapi Dia “plek” sama persis dengan Bapa-Nya, sebab Dia dan Bapa satu (Yoh. 10:30). Kesatuan Yesus dan Bapa ini disalahmengerti oleh banyak orang. Jadi tidak heran bila orang Yahudi sempat marah ketika mendengar bahwa sebelum Abraham jadi Yesus sudah ada (Yoh. 8:58, 59).
5. Dia menopang segala yang ada dengan firman-Nya (1:3). Dengan kata lain Yesus penuh dengan kuasa, dan Dia juga Allah yang berkuasa. Segala kuasa sudah ada di tangan-Nya dan Dia juga memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Mereka yang di dalam Kristus tidak akan lagi dapat dikuasai oleh maut, sebab ia sudah dikalahkan.
6. Ia menyucikan semua manusia dari segala dosa-dosa (1:3). Kematian-Nya di kayu salib membuktikan kebenaran itu. Berkali-kali sudah saya singgung bahwa harus ada darah yang dicurahkan supaya penebusan manusia itu menjadi sempurna. Anehnya, manusia masih berusaha mendirikan kebenaran dengan segala filsafat dan ajaran yang baik. Tidak ada satu pun manusia yang sampai ke surga, kecuali bersama Yesus.
7. Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar. Setiap imam Perjanjian Lama menyelenggarakan korban setiap hari di Bait Suci. Dan hanya setahun sekali saja imam besar masuk ke ruang maha suci untuk memerciki tabut Allah dengan darah hewan. Tetapi tidak ada satu pun di antara mereka yang diizinkan duduk setelah melakukan tugas-tugas itu. Sebab pekerjaan itu belum selesai. Siapa yang menyelesaikannya? Yesus! Karena itulah ia berkata “Sudah selesai” (Yoh. 19:30). Penebusan itu sudah selesai, dan kini manusia dapat memiliki anugerah Allah yang terindah itu melalui iman di dalam Yesus.
Renungan:
Kehebatan Yesus tidak dapat ditandingi, karena memang Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Karena itu kita harus bangga dan senantiasa memuji Dia di mana saja dan kapan saja.
Bila Yesus cuma sekedar nabi, tidak akan ada keselamatan.
Apr 29
Ibrani 1:1, 2; Kejadian 1:26
“…. pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta” (Ibrani 1:2).
Berbagai cara telah Allah lakukan untuk berkomunikasi dengan manusia. Tetapi akhirnya Ia menemukan cara terbaik: mengutus Anak-Nya dan berbicara kepada manusia melalui Anak-Nya itu.
Banyak orang mempunyai konsep yang salah tentang Anak Allah. Ada yang menganggap bahwa Dia adalah nabi biasa yang sama dengan yang lainnya. Atau Dia adalah seorang Guru besar yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan. Tetapi yang benar adalah Yesus itu tidak sekedar Nabi dan Guru saja. Ia lebih tinggi dari segala nabi dan guru dan semua orang yang ada di jagad ini. Coba Anda renungkan poin-poin kelebihan Yesus berikut ini:
1. Hak sebagai ahli waris (1:2). Ayat di atas berkata, “……yang berhak menerima segala yang ada.” Yesus menjadi ahli waris penuh dari segala yang dimiliki Bapa. Anda lihat bahwa tidak ada satu pun makhluk yang disebutkan mendapatkan hak istimewa ini.
2. Peranan-Nya dalam karya penciptaan (1:2). Dalam penciptaan satu kata yang mungkin luput dari perhatian Anda adalah kata “kita” dalam: “Berfirmanlah Allah: "Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi” (Kej. 1:26). Kita menunjukkan banyak. Dengan menggunakan kata “kita”, Allah bermaksud menyampaikan pesan bahwa Allah Tritunggal (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) terlibat dalah karya penciptaan semesta alam, termasuk manusia.
3. Dia adalah cahaya kemuliaan Allah (1:3). “Akulah terang dunia,” kata-Nya memperkenalkan diri kepada orang banyak (Yoh. 8:12). Dia adalah terang, dan kita menerima terang itu dan memantulkannya, seperti bulan yang menerima terang dari matahari. Waktu Musa menerima wahyu Allah dan wajahnya bercahaya (Kel. 34:29). Tetapi itu cuma wajahnya!
Renungan:
Yesus lebih unggul dari siapa saja. Coba Anda bandingkan dengan nabi, guru, dan orang-orang hebat lainnya, maka tampaklah keunggulan Tuhan Yesus Kristus. Halaleuya, segala kemuliaan hanya bagi Dia!
Yesus lebih unggul dari segala ilah.
Apr 28
Filemon 1:17-25; Nehemia 5:9, 10
“Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri” (Filemon 1:17).
Jungle Aviation and Radio Service (JAARS), departemen penerbangan Perterjemahan Alkitab Wycliffe telah berpengalaman terbang selama lebih dari 25 tahun sebelum terjadi kecelakaan di Papua Nugini pada tanggal 7 April 1972. Tujuh orang diberitakan meninggal dunia.
Pesawat terbang yang dinamakan “Piper Aztec” itu baru sehari dilakukan cek fisik. Mendengar kecelakaan tersebut sang pemimpin mekanik terkejut. Memikirkan kembali apa saja yang telah dilakukan saat cek fisik itu, tiba-tiba ia merasakan kekagetan yang luar biasa. Ia teringat bahwa ia belum selesai mengencangkan saluran bahan bakar saat ia terganggu oleh suatu hal. Dan ia belum menyelesaikannya sampai terjadinya kecelakaan tersebut. Itulah yang menjadi sebab terbakarnya dan meledaknya pesawat tersebut.
Selama berhari-hari sang mekanik mengalami kebingungan, dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk memperbaiki kesalahan yang tidak mungkin dikoreksi kembali. Ia tenggelam dalam depresi. Teman dan keluarganya tidak mampu membangkitkan dia dari rasa bersalahnya itu.
Sebelum keluarga Doug Hunt, pilot yang tewas dalam kecelakaan itu, kembali ke Selandia Baru, ia merasa perlu berbicara dengan mereka dan meminta pengampunan atas kelalaiannya tersebut. Tidak ada kata yang dapat diucapkan kecuali menangis begitu ia berada di hadapan mereka. “Ini tanganku yang telah mengambil nyawa Doug…..”
Glennis Hunt, istri mendiang sang pilot, merangkulnya. “Glennis duduk di samping saya dan menggenggam erat tangan saya yang telah merenggut nyawa suaminya,” tulisnya, “dan pilot JAARS lainnya duduk di dekat saya sambil menunjukkan kasih, penghiburan, dan pengampunan.” Itu merupakan awal yang amat penting bagi proses kesembuhannya.
Pikirkan kisah di atas. Kalau Glennis Hunt tidak mengampuni, akan ada dua korban lagi: sang mekanik dan ia sendiri! Jadi jangan pernah berpikir bahwa kebencian itu merupakan jawaban dari sakit hati Anda. Justru sebaliknya kasih dan pengampunan mampu menghanguskan segala macam masalah dan akar kepahitan.
Renungan:
Tidak ada kata yang indah selain, “Aku mengampunimu.” Kalau setiap orang mengampuni, segala akar kepahitan akan tercabut dari hati manusia. Marilah kita belajar mengampuni setiap saat.
Pengampunan adalah obat bagi orang lain dan terutama diri sendiri.
Apr 27
Ibrani 1:5-9; Ayub 38:7
“Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia” (Ibrani 1:6).
Akhir-akhir ini masyarakat kita cenderung menyukai cerita-cerita yang berbau mistis. Stasiun-stasiun televisi swasta berlomba-lomba mengemas kisah-kisah mistis, yang pada intinya sama: mencoba membuka tabir dunia roh.
Kisah misteri identik dengan karakter-karakter yang menyeramkan dan identik dengan setan dan iblis. Apakah gambaran setan seperti yang diperlihatkan di televisi itu? Bisa ya bisa tidak, tergantung Anda percaya ataukah tidak.
Kalau televisi mengumbar dunia roh, tak ada satu pun yang pernah mengungkapkan mengenai malaikat (atau pernah???). Makhluk yang satu ini amat dikenal dalam dunia kekristenan, sebab mereka berkali-kali berperan dalam berbagai peristiwa penting di Alkitab, misalnya pemberitaan mengenai kedatangan Mesias yang disampaikan melalui seorang malaikat bernama Gabriel (Luk. 1:19, 26). Dalam Perjanjian Lama kita membaca bagaimana Elisa bersama bujangnya yang terkepung oleh pasukan Aram, dan bujangnya itu menjadi ketakutan. Lalu Elisa berdoa supaya mata bujangnya melihat bahwa di sekeliling gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi (itu adalah pasukan malaikat Allah).
Saudara, Bapa memerintahkan kepada Yesus supaya semua malaikat menyembah Yesus. Makhluk yang hebat dan perkasa itu menyembah Yesus? Ya! Sebab Yesus lebih perkasa dari mereka, dan Yesus adalah Anak Tunggal Bapa.
Ada beberapa poin yang menunjukkan keunggulan Yesus dari malaikat:
Pertama, hubungan antara Yesus dan Bapa merupakan hubungan Bapa dan Anak. Meskipun malaikat disebut juga “anak-anak Allah” (Ayb. 38:7) dan orang Kristen juga disebutkan dengan “anak-anak Allah”, namun gelar Anak di sini lebih menunjukkan kepada kuasa yang didelegasikan - kuasa untuk menguasai seluruh alam semesta.
Kedua, superioritas Yesus jelas melebihi malaikat, sebab malaikat sendiri harus menyembah-Nya.
Ketiga, Dia sama dengan Allah dan setara dengan Allah (Yoh. 5:18).
Keempat, Yesus duduk di sebelah kanan Bapa (Ibr. 1:3).
Renungan:
Kalau malaikat sendiri sudah sedemikian hebat dan perkasa, apalagi yang disembah oleh para malaikat ini? Jadi suatu anugerah yang amat besar bila kita bisa menyembah Yesus, Anak Allah yang hidup itu.
Bila Yesus disejajarkan dengan Allah, adakah yang menyamai apalagi melebihi Dia?
Apr 26
Filemon 1:4-7; Imamat 19:34
“Karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus” (Filemon 1:5).
Beberapa tahun yang lalu, Dr. Karl Mennininger, seorang psikolog mencari penyebab dari begitu banyak pasien yang “kerasan” tinggal di rumah sakit. Suatu hari ia memanggil seluruh staf dan memberitahukan mereka mengenai sebuah “metode penyembuhan baru”, yaitu dengan menciptakan “atmosfir kasih”. Prakteknya seperti ini: semua pasien akan mendapatkan perlakuan kasih yang besar. Perhatian terhadap mereka akan ditingkatkan. Semua dokter, suster, para pegawai, dan semua orang yang ada di rumah sakit wajib menunjukkan kasih. Pendek kata, semua orang seperti menjadi malaikat. Begitulah cara mereka menerapkan “metode baru” tersebut.
Dan pada akhir bulan keenam, waktu yang mereka habiskan berada di rumah sakit berkurang menjadi setengahnya alias mengalami kesembuhan lebih cepat dari biasanya!
Ada apa dengan cinta? Ada apa dengan kasih?
Tidak ada kata yang lebih indah selain kasih. Orang-orang banyak mengejar mukjizat dan tanda-tanda ajaib, tetapi mereka enggan mengejar kasih. Padahal kalau Anda baca di Alkitab, tidak pernah disebutkan bahwa Allah adalah mukjizat. Yang ada adalah: Allah adalah kasih (1 Yoh. 4:16). Ini berarti sifat Allah yang paling utama adalah kasih.
Dan itulah yang membuat Paulus bersyukur melihat Filemon hidup di dalam kasih dan di dalam iman. Itulah yang menjadi kesuksesan hidup kekristenan seseorang bila ia tetap teguh berdiri di dalam iman dan mampu menerjemahkan kasih Allah kepada orang lain.
Saudara, kali saya menekankan tentang kasih. Sebab memang itulah yang ditekankan oleh firman Tuhan (1 Kor. 13:13). Kadang betapa sulitnya kasih itu diterapkan dalam kehidupan yang sebenarnya. Keakuan yang begitu kuat dalam diri kita sering memberontak di saat hati kita sedang disakiti. Bila harga diri kita sedang diuji kita mengalami apa yang disebut dengan “emosi yang tidak stabil” lalu kasih itu hilang begitu saja, seperti diterbangkan angin.
Renungan:
Bila kita berani menjadi pengikut Kristus berarti kita harus berani menebar kasih dan pengampunan. Itulah inti dari kekristenan yang sebenarnya. Makna penderitaan Kristus akan meresap ke dalam kalbu kita bila kita dapat membaca arti dari “pengampunan ketika kita disakiti”.
Gunakan bahasa kasih kepada dunia ini dan ia akan melihat Kristus dalam diri Anda.
Recent Comments