Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah Ibu Iin Tjipto
20 September 2009

Ayat bacaan Wahyu 3:7-13

Banyak dari kita yang takut dan menggunakan berbagai macam alasan untuk menghindar dari pelayanan dengan alasan takut dimusuhi atau dijauhi oleh orang-orang. Tetapi ayat 7 dituliskan bahwa apa yang sudah dibuka oleh Tuhan tidak ada yang dapat menutup dan apa yang sudah ditutup tidak ada yang bisa membuka. Dengan kata lain ketika Tuhan sudah berkehendak tidak ada yang dapat dilakukan manusia untuk menghalangi. Marilah kita semua belajar dan mulai untuk menjadi saksi bagi Tuhan tanpa rasa takut.

Banyak dari kita yang berpikir dan mengukur segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri. Mungkin kita merasa bahwa kita tidak pandai atau tidak memiliki hubungan dengan orang-orang penting yang mungkin dapat membantu kita, tetapi jangan lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang pandai. Dan Tuhan juga memiliki banyak kenalan yang dapat Ia gunakan untuk membantu kita. Tugas kita adalah taat, karena Tuhan sudah menyediakan semua segala kebutuhan kita (ayat 8).

Ayat 9 mengajarkan kepada kita untuk tidak takut jika ada orang yang tidak setuju dengan kehidupan kekristenan kita. Sering kita tidak tahu rencanaTuhan dan dibalik apa yang kelihatan tidak baik, Tuhan sedang mereka-rekakan sesuatu yang indah untuk kita.

Ayat 10 mengajarkan bahwa waktu kedatangan Tuhan sudah dekat dan siapa yang bersungguh-sungguh akan dilewatkan dari bencana. Sebagai tentara Allah kita punya otoritas. Dan karena waktunya sudah dekat kita juga sudah seharusnya tahu apa panggilan kita dalam pelayanan, jangan mau hanya menjadi pengangguran.

Tuhan memberkati

ORANG KRISTEN DAUR ULANG

Renungan No Comments »

Roma 13:8-14; Amsal 11:19

“Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati” (Roma 13:13).

Selama kita hidup di bumi ini, pertempuran yang terjadi di dalam diri kita akan terus berlangsung. Inilah musuh terbesar kita, bukan iblis seperti anggapan banyak orang Kristen, sebab Kristus sudah mengalahkan iblis dan antek-anteknya di kayu salib. Daging! Itulah musuh besar kita.
Setiap hari kita menangis, menyesali “keseleo” ucapan yang baru saja kita lakukan. Atau tak henti-hentinya kita menyesali perselingkuhan yang kita definisikan dengan “kekhilafan”. Tapi tidak ada jaminan bahwa kita tidak akan melakukannya lagi! Kita tidak berani berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan untuk tidak melakukan perbuatan salah itu. Mengapa? Alasannya satu: kita tidak berani memberikan jaminan bahwa kita tidak akan melakukannya lagi. Jadi yang kita temui sekarang adalah orang-orang Kristen “daur ulang” ? orang Kristen yang selalu disucikan lagi setelah berbuat dosa. Tetapi jangan bergembira dulu, sebab benda yang sering didaur ulang, kualitasnya akan menurun, dan kalau terlalu parah, dibuang ke tempat sampah!
Firman Tuhan menyuruh kita untuk hidup dengan sopan, jangan dalam pesta pora, kemabukan, percabulan, hawa nafsu, perselisihan, ataupun iri hati. Artinya jangan lagi kita diperhamba oleh dosa, sebab Kristus sudah mematahkan kuk perhambaan itu. Tetapi tubuh yang kita diami ini selalu ingin mengumbar nafsunya. Mata kita ini tak henti-hentinya ingin berkelana menikmati dosa. Kaki ini maunya jalan ke tempat-tempat yang penuh dengan lumpur dosa. Tangan ini juga kadang tidak dapat dikendalikan dengan baik, hingga istri sendiri dibuat KO dalam satu ronde. Kalau sudah begitu, kita menyesal. Mengapa penyesalan selalu datang terlambat?
Jadikan roh Anda kuat, supaya daging Anda tidak mendominasi hidup Anda. Berikan makanan yang bergizi kepada roh Anda. Kalau Anda memberikan makanan kepada daging Anda dan jiwa Anda saja, Anda akan menjadi manusia yang kuat secara jiwa dan tubuh, tetapi roh Anda lemah.

Renungan:
Tinggalkan semua perbuatan-perbuatan gelap. Bila Anda adalah anak terang, bagaimana mungkin Anda masih menyukai perbuatan-perbuatan gelap? Ayo, bangkitlah menjadi terang supaya nama Kristus dimuliakan dalam hidup kita.

Tugas Kristus adalah mengalahkan setan; tugas umat-Nya adalah mengalahkan daging.

BUKAN SEMBARANG PERINTAH

Renungan No Comments »

Roma 13:1-7; Amsal 13:13

“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah” (Roma 13:1).

Latar belakang surat kepada jemaat Roma ini ditulis, karena banyak dari antara orang-orang Yahudi mendesak orang-orang non-Yahudi yang masuk Kristen untuk disunat dulu dan taat kepada Hukum Taurat. Agama Kristen memang pertama kali diidentikkan dengan agama Yahudi. Keputusan dari beberapa pemimpin Yahudi yang berpengaruh adalah mempertahankan ajaran dari Hukum Taurat. Ini berlanjut kepada hal-hal yang lain seperti penghormatan terhadap pemimpin atau pemerintah di mana orang-orang Yahudi merasa lebih patuh kepada Taurat dari pada kepada pemerintah.
Paulus dalam hal ini mengingatkan bahwa orang Kristen bukanlah seperti anggapan beberapa orang Yahudi tersebut di atas yang mengabaikan pemerintah maupun pemimpin yang ada. Memang barangkali alasan ketidakpatuhan mereka adalah karena pemimpin yang ada dikuasai oleh orang-orang jahat. Tetapi Paulus menegaskan bahwa apapun alasannya mereka harus taat kepada pemerintah yang ada. Ini mengingatkan kita kepada ucapan Yesus yang mengatakan bahwa, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah" (Mrk. 12:17)! Ucapan Yesus ini bukan sembarang perintah, karena memang haruslah demikian yang kita lakukan. Kita harus tetap taat kepada pemerintah yang ada.
Mungkin Anda bertanya apakah kita harus taat kepada pemerintah yang penuh dengan kolusi, korupsi, dan nepotisme atau pemimpin yang hatinya penuh dengan kejahatan? Saudara, Tuhanlah yang menciptakan pemerintahan yang ada, pemerintah adalah hamba Allah yang artinya tidak ada pemerintahan ada tanpa seizin Allah (ayat 4). Kalau kita taat, bukan berarti kita taat kepada orang-orang jahat yang ada di dalamnya, tetapi kita taat dan tunduk kepada aturan yang berlaku yang juga atas seizin Tuhan.

Renungan:
Jika kita mengasihi Allah, maka kita pasti menuruti segala perintah-Nya (1 Yoh. 5:2). Kalau kita mentaati perintah Tuhan yang ini, maka kita disebut orang-orang yang mengasihi Allah. Lakukanlah apa yang wajib kita lakukan di manapun kita berada, karena itu adalah cermin kita sebagai anak-anak Allah dan bukan pemberontak. Ams. 13:13 mengatakan, “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Setiap perintah Tuhan adalah benar.

BUKAN SOAL MAKANAN DAN MINUMAN

Renungan No Comments »

Roma 14:13-23; Bilangan 6:26

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Roma 14:17).

Bila seandainya di bumi ini semua manusia mempunyai kasih, semuanya akan tinggal dalam kedamaian. Tidak ada pengadilan dan polisi, sebab semua orang hidup di dalam kasih. Rumah kita tidak perlu dipagari bak benteng penjara. Tidak ada kekhawatiran terhadap anak-anak yang berangkat ke sekolah seorang diri. Kenyataannya? Sebaliknya!
Tetapi anak Tuhan dituntut untuk hidup di dalam kasih. Meskipun terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita??? Ah, yang benar saja! Yesus berkata, “…… Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Luk. 6:27).
Dalam pembacaan hari ini kasih juga harus diwujudkan melalui makanan dan minuman. Sepertinya tidak ada hubungan. Tetapi Paulus melihat gejala yang tidak sehat di dalam jemaat Tuhan. Perihal makanan dan minuman masih menimbulkan kontroversial di kalangan jemaat. Sebab orang yang mau menjadi Kristen berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda, sehingga mereka yang terbiasa berpantang makanan tertentu masih melanjutkan tradisinya itu setelah menjadi Kristen. Paulus mengatakan bahwa tidak ada yang salah dan benar dalam hal ini. Yang terpenting adalah kasih. Bagaimana caranya supaya kita makan dan minum, ataupun melakukan hal-hal lainnya berdasarkan kasih, dan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Anda tidak perlu berdebat sengit mengenai hal-hal yang sepele, masalah makanan misalnya. Pendeta A mengizinkan makan semua makanan, tetapi pendeta B melarang beberapa makanan yang dikatakan “haram”. Akhirnya dua kubu yang bertentangan ini saling mengolok dan mengejek. Itu adalah tindakan bodoh! Tidak perlu mencari mana yang benar dan mana yang salah. Yang penting adalah lakukan semuanya itu berdasarkan kasih. Masih banyak perbedaan-perbedaan lain yang kita temukan, namun kalau kasih yang berperan, semuanya akan berakhir dengan indah. Sebab Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus.

Renungan:
Kita masih banyak menemukan perbedaan dalam gereja kita. Tidak perlu adanya olok-olok dan saling menyalahkan. Bila masalah itu bukan perihal prinsip, sebaiknya kita saling menghormati. Taruhlah kasih di depan kita, supaya setiap orang yang berada di sekitar kita akan merasakan nikmatnya kasih Allah.

Kasih menyatukan perbedaan.

DARI KEMULIAAN KEPADA KEMULIAAN

Renungan No Comments »

Roma 12:1-8; Amsal 23:7

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" (Roma 12:2).

Kupu-kupu. Indah dipandang. Kehadirannya di pagi dan sore hari membuat suasana halaman rumah kita yang dipenuhi dengan tanaman-tanaman menjadi bertambah sejuk dan romantis. Tetapi pernahkah Anda berpikir bahwa serangga yang satu ini wujud sebelumnya hanya sebuah kepompong yang menjijikkan untuk dipandang apalagi dipegang? Namun melalui proses metamorfosis kepompong yang menjijikkan itu berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Tidak heran bila akhirnya banyak orang mengharapkan kehadirannya.
Kata "berubahlah" pada ayat di atas dalam bahasa Yunani adalah kata yang sama dipakai dalam proses perubahan dari kepompong menjadi kupu-kupu: metamorphoo, yang berarti: berubah ke dalam bentuk lain. Kata ini juga dipakai saat Yesus dan ketiga murid-Nya naik sebuah gunung yang tinggi dan tiba-tiba Yesus berubah menjadi Pribadi yang mulia.
Tuhan menginginkan kita untuk tidak serupa dengan dunia ini. Apa yang dimaksud di sini? Pikiran atau budi kita. Selama bentuk pikiran kita [sekalipun roh kita telah lahir kembali oleh Roh Kudus] serupa dengan dunia ini, maka cara berpikir, berbicara dan tindakan kita sama seperti dunia ini sehingga kita tidak akan bisa mengerti dan membedakan mana kehendak Allah dan mana kehendak daging kita. Dan kemuliaan Kristus yang ada di dalam diri kita tidak akan memancar keluar. Kita hanya akan seperti kepompong yang menjijikkan itu.
Tetapi bila Anda rindu kemuliaan dan keindahan Kristus terpancar keluar melalui hidup Anda, perbaharuilah pikiran Anda dengan Firman Allah. Izinkan Roh Kudus mencabut pikiran-pikiran Anda yang lama [pikiran jahat, bimbang, kuatir, takut, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat], izinkan Dia memetamorfosa pikiran Anda menjadi pikiran Kristus. "Karena seperti seseorang yang berpikir di dalam hatinya, demikianlah dia …...." (Ams. 23:7a ? KJV). Metamorfosis tidak terjadi dalam waktu semalam tetapi dilakukan terus menerus setiap hari hingga keindahan, kuasa dan kemuliaan Kristus dilihat mereka yang ada di sekeliling Anda. Bila sekeliling Anda berkata melihat Kristus di dalam diri Anda, maka itulah tanda perubahan telah terjadi dalam hidup Anda dan terus terjadi hingga Yesus Kristus datang kedua kalinya.

Renungan:
Sedikit waktu lagi dunia akan diwarnai dan terpesona oleh keindahan, kuasa dan kemuliaan Kristus yang memancar dari gereja-Nya.

Perubahan dimulai dari mereka yang menyebut dirinya telah berubah.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in