TETAP CEMERLANG

Renungan No Comments »

1 Petrus 2:18-21; Amsal 22:29

“Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis” (1 Petrus 2:18).

Kita bergelut dalam dunia pekerjaan. Mungkin waktu terbanyak yang Anda habiskan adalah berada di depan meja kerja dengan tumpukan kertas di depan Anda. Bahkan begitu sampai di rumah pun Anda masih lagi mengerjakan apa yang belum diselesaikan di kantor Anda. Dan di mana pun Anda berada, termasuk di tempat kerja, Anda harus tetap menjadi cemerlang.
Ada 4 alasan mengapa Anda harus tetap cemerlang di tempat kerja Anda:
Pertama, kita mewakili Allah dan kerajaan-Nya. Firman Tuhan berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat. 5:16). Jelas bukan kalau Tuhan sendiri memerintahkan kita untuk menjadi terang. Bukan di saja Anda menjadi alim, tetapi di tempat kerja Anda juga menjadi terang. Supaya di dalam segala hal Bapa kita dimuliakan.
Kedua, kita dipanggil untuk menjadi pekerja yang giat. Salomo memberikan contoh semut ketika ia mengajarkan mengenai kerajinan dalam pekerjaan (Ams. 6:6-11). Sayang sekali kalau masih banyak orang Kristen yang malas dan tidak bekerja dengan giat. Dan Allah juga tidak akan memberkati orang yang malas. Allah Bapa juga bekerja dengan giat sampai kini. Dan Alkitab berkata, “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina” (Ams. 22:29). Hanya orang giat dan cakap yang akan mendapatkan kedudukan yang tinggi!
Ketiga, Allah mencurahkan berkat-Nya melalui pekerjaan kita. Ada ayat yang indah yang berbunyi, “Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan” (Ams. 13:4). Allah memberikan kelimpahan kepada hati yang rajin! Ada berkat yang melimpah bila Anda bekerja dengan giat. Karena itu apabila Anda bekerja dengan giat Anda berhak “menagih” janji Allah atas orang rajin tersebut.
Keempat, kita bekerja bagi Allah, bukan manusia. Prinsipnya disebutkan begini, “…. Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Kor. 10:31). Jadi pada dasarnya setiap apa yang kita kerjakan berfokus kepada Allah dan semuanya dikembalikan untuk kemuliaan-Nya. Apabila Anda sungguh-sungguh melakukan prinsip ini Anda akan dipenuhi sukacita dalam pekerjaan Anda, meskipun saat ini mungkin Anda dihadapkan dengan bos yang semena-mena.

Renungan:
Marilah kita kembalikan lagi pengertian yang benar mengenai dunia pekerjaan yang biasa Anda geluti. Dan percayalah bahwa Allah akan selalu campur tangan dalam pekerjaan Anda dan memberkati Anda.

Pekerjaan yang dilakukan dengan rajin akan mendatangkan berkat.

Related posts

PAHAMI SIFAT SUAMI ANDA!

Renungan No Comments »

1 Petrus 3:1-4; Amsal 31:11

“Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan istrinya” (1 Petrus 3:1).

Membina rumah tangga tidaklah semudah seperti yang Anda bayangkan ketika masa pacaran dulu. Saya mengambil keputusan untuk menikah, ketika benar-benar merasa siap mental untuk menerima kelebihan dan kekurangan pasangan saya, oleh karena itu orang bilang saya telat menikah, tetapi bagi saya lebih baik telat daripada tidak sama sekali.
Ayat di atas jelas sekali untuk para istri, hal ini menyatakan seorang suami dimenangkan bukan dengan ucapan atau perkataan para istri tetapi dengan tingkah laku istrinya. Banyak kali di dunia ini rumah tangga yang dibina dengan harmonis penuh dengan cinta berakhir dengan perceraian! Apakah hanya dengan perceraian semua masalah rumah tangga dapat berakhir? Tentu saja tidak! Dalam setiap masalah kehidupan ini pasti ada jalan keluar.
Sebenarnya kunci untuk mempertahankan rumah tangga, terutama bagi para istri adalah memahami sifat, karakter dan kebiasaan suami. Jika saja Anda dapat memahami suami Anda, percayalah segala perbedaan yang membuat pertengkaran tidak akan pernah terjadi dalam rumah tangga Anda, dan iblis tidak akan mengambil keuntungan dalam hal ini!
Ada tiga tipe suami yang para istri harus pahami di bawah ini:
1. Tipe Visual, tipe ini suka sekali jika bercerita dengan sangat jelas sekali, sepertinya ia sedang benar-benar menggambarkan kejadian yang ia ceritakan. Tipe ini menginginkan lawan bicaranya menggunakan “bahasa” yang sama dengan yang digunakannya. Biasanya pekerjaannya berhubungan indera penglihatan misalnya, fotografer, desain grafis, kameramen, dll.
2. Tipe Auditif, tipe ini suka sekali dengan indera pendengaran, ia kurang suka dengan keindahan, karena itu ia tidak suka dengan keadaan rumah yang ribut dan tidak beraturan, ia suka dengan kata-kata yang halus, lembut dan tidak suka seorang wanita yang cerewet. Biasanya pekerjaannya sebagai pengajar, penyiar radio atau aktor, dll.
3. Tipe perasaan, tipe ini relatif lebih unik dibandingkan yang lain, ia lebih terkesan dengan segala perasaannya, atau bisa dibilang penuh pengertian dan mau menyelami perasaan wanita. Biasanya pekerjaannya dokter, ahli fisioterapi, atlet, dll.

Renungan:
Istri adalah tiang doa dalam rumah tangga. Tetapi istri juga perlu sungguh-sungguh memahami suaminya, supaya tidak terjadi banyak benturan.

Istri yang bijak memahami suaminya dengan benar.

Related posts

MASA DEPAN ADA DI BIBIR ANDA

Renungan No Comments »

1 Petrus 3:10-12; Amsal 18:21

”Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” (1 Petrus 3:10).

Uang memang berguna. Gelar memang bermanfaat bagi karir seseorang. Apalagi kekayaan yang melimpah, mertua yang kaya dan bisnis yang mapan, semua orang pasti tahu hal itu bisa membuat masa depan seseorang menjadi OK.
Tetapi apakah betul uang, gelar, karier, kekayaan atau hal-hal materi lainnya adalah satu-satunya faktor penentu masa depan seseorang menjadi OK? Tidak! Mengapa? Sebab firman Allah berkata, ”SIAPA yang MAU MENCINTAI HIDUP dan MAU MELIHAT HARI-HARI BAIK, IA HARUS MENJAGA LIDAHNYA terhadap yang jahat dan BIBIRNYA terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” (1 Petrus 3:10).
Firman Allah dengan jelas berkata bahwa ”LIDAH dan BIBIR-lah” yang menentukan masa depan seseorang menjadi OK dan membuat seseorang bisa melihat hari-harinya menjadi baik. Apakah harta, karier, uang dan hal-hal materi lainnya tidak berguna? Berguna sekali tetapi bukan menjadi jaminan atau faktor penentu masa depan seseorang menjadi lebih baik. Lihat saja berapa banyak konglomerat yang akhir hidupnya tinggal di jeruji besi alias dipenjara gara-gara korupsi. Berapa banyak para sarjana menganggur? Berapa banyak orang yang berduit tidur di rumah sakit mewah dan sedang bergumul dengan sakit penyakitnya? Ini semua membuktikan bahwa semua yang disebut uang, kekayaan, karier dan sejenisnya itu tidak dapat diandalkan.
Mungkin Anda tidak setuju dengan pendapat ini tetapi firman Allah berkata, ”Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya” (Ams. 18:21). Ayat ini jelas sekali hidup dan mati kita bukan ditentukan oleh yang lain tetapi oleh LIDAH kita.
Masa depan Anda ditentukan oleh apa yang keluar dari bibir lidah Anda. Kehidupan Anda hari ini adalah hasil dari apa yang Anda katakan waktu lampau. Dan bila Anda ingin melihat hari-hari Anda baik maka mulailah sekarang ini mengatur, mengendalikan dan mengucapkan apa yang dikatakan oleh firman Allah.
Hari-hari baik itu apa sih sebenarnya? Bila Anda hidup sehat tidak sakit-sakitan itu adalah hari-hari baik Anda. Segala kebutuhan Anda dipenuhi oleh Allah, itu juga hari-hari baik namanya. Kehidupan yang diberkati dan berkelimpahan adalah juga hari-hari baik. Apakah Anda menginginkannya? Anda ”HARUS MENJAGA LIDAH....[Anda] terhadap yang jahat dan BIBIR....[Anda] terhadap ucapan-ucapan yang menipu.”

Renungan:
Anda tidak akan melebihi apa yang keluar dari mulut Anda. Sebab apa yang Anda katakan itulah yang Anda akan terima.

Masa depan Anda tidak jauh yaitu di dalam diri Anda. Anda tinggal mengucapkannya saja.

Related posts

KALAHKAN DENGAN KASIH!

Renungan No Comments »

1 Petrus 3:8, 9; Mazmur 97:10

“Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat….” (1 Petrus 3:9).

Seorang tukang cukur merasakan kenaikan omset dari penghasilannya akhir-akhir ini. Ia merasa heran, mengapa bisa terjadi? Setelah diselidiki ternyata saingan sesama tukang cukur di desa itu sakit. Pada akhir minggu itu ia membawa semua uang yang ia miliki lalu membawanya ke rumah si tukang cukur yang sakit itu dan diberikanlah uang tersebut dengan kasih .
Kalau kita mau benar-benar melakukan kasih, saya pikir hanya segelintir orang saja yang bisa melakukannya. Dan topik kasih ini pastilah kurang disukai oleh kalangan orang Kristen. Mereka maunya berbicara mengenai mukjizat, kesembuhan, dan hal-hal yang spektakuler. Yesus sendiri menunjukkan perbuatan-Nya dengan melakukan berbagai mukjizat. Tidak disangkal lagi bahwa Dia adalah “Master of Miracles” (Tuan atas Mukjizat). Tetapi lihatlah juga kasih yang ditunjukkan-Nya selama Ia berada di bumi dan puncaknya terjadi di bukit Golgota. Tuhan kita mengalahkan maut bukan dengan mukjizat. Dia menghancurkan dosa bukan dengan mukjizat. Ia menghancurkan kuasa dosa dan maut dengan kasih Allah. Justru pada saat Ia menunjukkan kasih-Nya yang terdalam itu, semua orang meninggalkan Dia, termasuk murid-murid-Nya. Di atas kayu salib itu Ia menyerahkan nyawa-Nya tanpa dikelilingi murid-murid-Nya!
Kalau Anda hidup di dalam kasih, Anda meniru perbuatan Tuhan Yesus. Ia tidak pernah dendam kepada musuh-musuh-Nya, bahkan Ia mendoakan mereka. Ia tidak pernah membenci mereka yang menyalibkan-Nya, bahkan Ia mengasihi mereka. Sebab itulah Alkitab mengajarkan supaya kita mengasihi musuh-musuh kita. Kalau ia berbuat jahat kepada kita, ingatlah bahwa Yesus mengasihi mereka. Ingatlah juga bahwa Yesus mati supaya kita mencontoh apa yang telah dilakukan-Nya. Berat? Jelas berat! Tetapi sadarilah bahwa Roh Kudus akan menolong kita untuk memberikan kemampuan itu. Diperlukan kuasa dan urapan Allah supaya kita sanggup melakukan perbuatan seperti Yesus itu.

Renungan:
Selama kejahatan dibalas dengan kejahatan, maka setan akan tersenyum. Untuk itulah ia ada di bumi ini, yakni supaya manusia saling menghancurkan. Jadi hiduplah di dalam kasih. Balaslah kejahatan dengan kebaikan, supaya nama Tuhan dipermuliakan.

Yesus mengalahkan dosa dengan kasih.

Related posts

DOA YANG TERHALANG

Renungan No Comments »

1 Petrus 3: 5-7; Yesaya 59:1, 2

“Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang” (1 Petrus 3:7).

Di akhir zaman ini, tidak ada sesuatupun yang tidak terjadi, semuanya ada, semuanya terjadi, seperti dalam mimpi saja rasanya. Seorang pria menikah dengan wanita cantik. Kehidupan rumah tangga mereka cukup harmonis, lalu mereka memiliki sepasang anak yang lucu, tapi memang sudah akhir zaman, nggak ada hujan, nggak ada angin, suaminya jatuh cinta lagi dengan wanita lain! Demikian sehingga keluarga kecil yang harmonis ini hancur.
Mungkin Anda hanya berkata, “Ah itu biasa….. di mana-mana terjadi, di seluruh dunia ini, jadi jangan kaget ……….!” Tapi yang menjadi persoalan adalah, bagaimana jika yang mengalaminya itu anak-anak Tuhan, apakah hal ini dapat dikatakan biasa? Rumah tangga hancur karena suami berselingkuh, dan ini sangat bertentangan sekali dengan ayat renungan di atas tadi.
Setan saat ini sedang mengincar rumah tangga – rumah tangga Kristen. Apabila suami dan istri tidak menyimpan firman dalam hati dengan sungguh-sungguh, maka tidaklah ada rumah tangga Kristen yang kokoh. Mereka akan menjadi bulan-bulanan kerajaan kegelapan. Tidak hanya itu saja, retaknya hubungan suami istri juga akan mempengaruhi hubungan mereka dengan Tuhan. Sebab Alkitab menyebutkan bahwa doa yang terhalang salah satu penyebabnya adalah gagalnya membina hubungan yang baik antara suami dan istri.
Kalau Anda ingin doa-doa Anda dijawab, jagalah hubungan dengan suami atau istri Anda. Tuhan sangat peduli dengan hal ini, sebab dari mulanya Allah sudah menetapkan supaya manusia membentuk sebuah keluarga, dan dari situlah Allah akan memancarkan berkatnya. Kalau ada orang yang menghancurkan sebuah keluarga, maka orang itu akan berurusan dengan Allah. Dan kalau Anda sendiri sengaja menyakiti atau meninggalkan pasangan Anda, maka doa-doa Anda seperti menguap di udara. Firman Tuhan sendiri yang menyatakan mengenai hal ini.

Renungan:
Anda pasti rindu doa-doa Anda akan dijawab oleh Allah. Tetapi Anda juga wajib tahu peraturannya, sehingga doa-doa Anda tidak terhalang. Jadi sebelum berdoa, tanyakanlah pada diri sendiri apakah Anda mempunyai hubungan yang baik dengan pasangan Anda?

Hubungan suami istri yang buruk berpengaruh pada hubungan dengan Tuhan.

Related posts

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in