PROSES KEBANGKITAN YESUS

Renungan No Comments »

Filipi 3:9-11; Yesaya 38:17

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati” (Filipi 3:10, 11).

Proses kebangkitan Yesus itu seperti ini: dilahirkan dari seorang perawan, dibaptiskan di sungai Yordan, disesah tentara Romawi, disalibkan di Golgota, lalu dibangkitkan pada hari ketiga. Dan yang dikehendaki Paulus adalah bersekutu dalam penderitaan dan kematian-Nya.
Saya teringat dengan janji sepasang insan di depan pendeta yang hendak meneguhkan mereka dalam pernikahan kudus. Salah satu cuplikan kalimatnya adalah, “….. dalam suka dan duka….” Artinya mereka akan bersama-sama menikmati suka maupun duka. Kalau kita mengaku bersekutu dengan Kristus, kita juga harus bersatu dalam penderitaan dan kematian-Nya juga.
Bersekutu dalam penderitaan dan kematian Kristus bukanlah hal yang menyenangkan. Jangan membayangkan sesuatu yang indah di sini. Tidak ada yang indah di dalam penderitaan, kecuali bila Anda sadar bahwa penderitaan ini akan menuntun Anda pada kemuliaan Kristus. Inilah yang dimaksudkan Petrus, “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu - yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api - sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” (1 Pet. 1:6, 7).
Yesaya juga menyebutkan tentang penderitaan yang justru menuntunnya pada keselamatan (Yes. 38:17). Tetapi kalau Anda digebuki satpam karena Anda ngutil di supermarket, itu bukan penderitaan yang dapat menuntun Anda pada kemuliaan Kristus.
Saudara, kalau Anda belum pernah menderita karena Kristus, setidak-tidaknya diolok oleh teman karena iman Anda itu, maka Anda belum bersekutu di dalam penderitaan Kristus. Yesus sendiri berkata bawa mereka yang menjadi milik-Nya akan dibenci oleh dunia ini (Yoh. 15:19). Anda pasti akan dimusuhi dunia ini, di manapun Anda berada.

Renungan:
Mintalah agar Tuhan melayakkan Anda untuk bersekutu di dalam penderitaan dan kematian-Nya supaya Anda boleh mendapatkan bagian di dalam kebangkitan-Nya. Ambillah sikap sebagai orang benar yang akan selalu hidup menurut firman-Nya. Kalau itu Anda lakukan, tak lama lagi akan datang penderitaan.

Jangan meminta kemuliaan sebelum Anda mau menerima penderitaan-Nya.

Sermon No Comments »

Ringkasan kotbah Pdt Hana Hadisiswantoro
23 November 2009

Ayat bacaan Daniel 6:1-28

Ayat bacaan di atas menceritakan bagaimana dua bawahan raja Darius bersekutu untuk menjatuhkan Daniel. Mereka tidak dapat menemukan kesalahan Daniel, kecuali ibadah Daniel kepada Tuhan. Karena itulah Daniel kemudian ditangkap dan dimasukkan ke dalam kandang singa sebab Daniel menolak menyembah raja Darius. Tetapi Tuhan tetap melindungi Daniel. Ini menunjukkan bahwa siapa yang tetap setia kepada Tuhan akan selalu dijaga. Ada tiga hal yang membuat Daniel dilindungi Tuhan:
1. Memiliki karakter hamba yang taat
Tetaplah taat kepada Tuhan apapun yang sedang terjadi
2. Memiliki karakter penyembah
Kalau kita mau hujan berkat dan jujizat maka sembahlah Tuhan Allah, ibaratnya seperti seekor anjing yang menyambut tuannya.
3. Memiliki karakter yang tekun
Ketekunan berarti berdoa 10 menit lebih lama dari orang lain. Ketekunan berarti tetap menyembah ketika yang lain sudah berhenti. Ketekunan berarti tetap setia dan berharap ketika yang lain sudah menyerah. Tetap bertekun karena apa yang Tuhan janjikan pasti akan digenapi.

Ketika kita memiliki karakter seperti Daniel maka ada tiga hal yang Tuhan sanggup lakukan:
1. Tuhan sanggup menyelamatkan (Ibrani 7:35)
Di dalam Tuhan ada kepastian akan keselamatan. Saat kita berseru nama Yesus, Ia akan datang menolong kita.
2. Tuhan sanggup melimpahkan kasih karunia berkat (2 Korintus 9:6-8)
Dengan menabut kita akan diberkati. Semakin banyak menabur semakin banyak Tuhan akan memberkati kita.
3. Tuhan sanggup melakukan lebih dari apa yang kita pikirkan/ doakan
Kita pasti memiliki cita-cita dan keinginan, tetapi ketika kita mengikuti rencana Tuhan maka Tuhan akan memberikan lebih dari yang pernah kita harapakan.

Tuhan Yesus memberkati

KETULUSAN HATI

Renungan No Comments »

Filipi 2:16-18; Mazmur 119:80

“Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian” (Filipi 2:17).

Setuju atau tidak, di dunia ini jarang sekali ditemui orang yang memiliki hati yang tulus. Mungkin Rasul Pauluslah orang kedua setelah Tuhan Yesus yang memiliki hati yang tulus dan murni. Betapa tidak, dia memberitakan Injil ke seluruh Asia pada waktu itu tanpa mengambil keuntungan secuil pun. Dia harus rela keluar masuk penjara hanya agar orang boleh mengenal Yesus dan bukan untuk yang lain. Bahkan dia sendiri rela mati agar orang lain diselamatkan. Jika Rasul Paulus harus mati oleh karena memberitakan Injil, ia menganggap kematiannya sebagai korban bakaran untuk jemaat Tuhan di Filipi. Ia juga akan bersukacita menjadi korban yang terakhir demi keuntungan mereka.
Apa yang menyebabkan Rasul Paulus melakukan hal ini? Jawabannya adalah tentu bukan karena dia akan mendapat uang miliaran rupiah tetapi karena dia memiliki hati yang murni untuk Kristus. Paulus tidak pernah membiarkan pikirannya untuk beralih dari panggilannya sebagai pemberita Injil. Dia tetap berdiri kokoh dan meluruskan hatinya dalam melayani Tuhan. Secara manusia mungkin dia merasa ada bagian yang harus diterimanya dari jemaat yang didirikannya, tetapi dia sama sekali tidak mengambil semuanya itu, justru dia mau supaya dirinya sendirilah yang diberikan untuk orang lain agar orang lain itu mendapat keuntungan. Hasilnya, Paulus menjadi orang yang disegani dan banyak jiwa dimenangkan untuk Kristus.
Saudara, adakah kita memiliki hati seperti Rasul Paulus yang mau melayani dengan motivasi yang benar di hadapan Tuhan? Tuhan ingin agar saat melayani atau menolong orang lain kita melakukannya dengan tulus hati tanpa membiarkan pikiran kita untuk menyimpang dari apa yang sebenarnya harus kita lakukan. Kalau kita mau berdoa supaya orang sembuh lakukanlah dengan hati yang murni supaya orang itu sembuh. Atau, kalau kita memberitakan Injil kepada orang lain, lakukanlah itu dengan tujuan yang benar bukan untuk mencari ketenaran atau berkat jasmani. Firman Tuhan berkata, “Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu” (Mzm. 119:80).

Renungan:
Saat ini Tuhan menghendaki orang-orang yang tulus hati dalam melayani pekerjaan Tuhan. Jadilah seperti Rasul Paulus yang melakukan pekerjaan Tuhan dengan setia dan tulus hati sampai akhir hidupnya. Jangan mudah terpengaruh dengan keinginan-keinginan jasmani kita yang justru akan menjerumuskan kita ke dalam dosa dan kejahatan. Jangan kuatir dengan hal-hal jasmani kalau memang kita melakukan pekerjaan Tuhan dengan tulus (Mat. 6:33). Kalau kita melakukan semua ini maka akan semakin banyak jiwa dimenangkan bagi Kristus.

Ingin melayani Tuhan? Jaga hatimu!

KRISTUS ADALAH JAWABAN

Renungan No Comments »

Keluaran 17:1-7; 1 Korintus 10:4

“Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.” (Keluaran 17:6)
Tuhan dapat melakukan apa saja untuk menolong bangsa Israel. Sebuah pepatah berkata ‘Tuhan hanya sejauh doa’. Benar! Melalui doa, kita dapat berkomunikasi dengan Allah, di mana pun dan kapan pun. Tetapi cara bangsa Israel berbeda dengan biasanya. Mereka harus bersungut-sungut dan berseru-seru kepada Musa agar mereka mendapatkan air. Air bukanlah barang yang mahal sebenarnya. Masalahnya mereka dihinggapi kelelahan di padang pasir sementara tidak ada persediaan air itulah yang membuat mereka ‘mata gelap’.
Mereka mengancam Musa agar mereka mendapatkan air. Dan Allah memberikan respons dengan muncratnya air dari gunung batu di Horeb setelah Musa memukulkan tongkatnya.
Mari kita baca pernyataan Paulus di dalam Perjanjian Baru, “dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus” (1 Kor. 10:4). Rasul Paulus menyebutkan bahwa batu karang itu adalah Kristus. Pelajaran rohani yang kita dapatkan adalah Kristus merupakan jawaban atas persoalan kita. Dia adalah jawaban atas kebutuhan kita. Ketika bangsa Israel kekurangan air batu karang itu memberikan jawaban atas persoalan mereka.
Saudara, apapun kebutuhan Anda, Sang Batu Karang itu merupakan jawabannya. Anda bisa sebutkan apa saja segala kebutuhan Anda: kesehatan, keuangan, atau kebutuhan rumah tangga Anda, Allah sanggup memberikan jawabannya. Apa yang dianggap mustahil bagi manusia, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Para cendikiawan dan penatua Israel kehabisan akal menghadapi resesi air di padang gurun. Rumus mereka tidak jalan untuk memecahkan masalah ini. Akal mereka tidak dapat menjawab tuntutan mereka. Tetapi Allah masih saja menyediakan jawaban yang bahkan tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka. Mengeluarkan air dari celah-celah gunung. Luar biasa Allah kita. Dan metode Allah menolong kita pun sampai saat ini kadang tidak dapat dijelaskan secara rasional. Tetapi itulah Allah kita yang bekerja sesuai dengan cara-Nya.
Renungan:
Di dalam Kristus ada jawaban atas kebutuhan Anda. Sebagaimana gunung batu itu menjawab kebutuhan mereka akan air, begitu juga dengan jawaban Allah atas kebutuhan kita melalui Kristus, Batu Karang sejati. Bila Yesus adalah jawaban, untuk apa cari yang lain?

MATA DI KANAAN, HATI DI MESIR

Renungan No Comments »

Keluaran 16:1-36; Filipi 3:13

“Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun.” (Keluaran 16:2) Mata dan pikiran tidak harus selalu sama. Seorang murid yang matanya menatap lurus melihat papan tulis belum tentu pikirannya ada di sana. Atau seseorang yang sedang memandangi danau belum tentu pikirannya ada di sana juga. Apa yang terjadi dengan bangsa Israel adalah hal yang sama. Mata mereka memandang Kanaan, namun hati dan pikiran mereka masih di Mesir. Jadi perjalanan mereka dilakukan dengan asal-asalan. Yesus berkata seperti ini, “….. Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk. 9:62). Mengiring Kristus seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tetapi banyak yang matanya di gereja, tetapi hatinya menjauh. Bagaimana mungkin orang seperti ini berkenan kepada Tuhan? Sedangkan persoalan sedikit saja datang ia sudah menyampaikan surat komplain kepada Allah, seperti bangsa Israel yang selalu menggerutu sepanjang perjalanannya menuju Kanaan. Sekali Yesus tetap Yesus. Dan sekali mengiring Kristus, maka curahkan segenap hati dan pikiran Anda kepada-Nya. Apa yang terjadi saat ini tidaklah demikian. Gereja hanyalah berisi orang-orang yang kehilangan semangat. Mata mereka ada di gereja, tetapi hatinya masih memikir-mikirkan perkara-perkara yang lama. Kita membutuhkan api lagi. Api yang akan membakar hati kita supaya menyala-nyala mengiring Tuhan. Dulu kita punya, tetapi di mana api itu kini? Padam? Kalau itu sudah padam, tidak menunggu waktu
yang lama, maka Anda akan disebut bangsa yang bersungut -sungut. Ketika perjalanan hidup Anda terasa berat, maka keluarlah nada sungutan. Tidak ada lagi ucapan syukur kepada Allah. Saudara, dosa yang tidak kalah besarnya adalah dosa bersungut-sungut. Ketika Anda mulai menyalahkan Tuhan dan tidak percaya dengan janji-janji-Nya, itulah kesalahan yang tidak bisa disebut kecil. Anda tahu sudah berapa ribu orang Israel yang mati tergeletak di padang gurun akibat ketidakpercayaan mereka.
Jadi sekarang pusatkan hati dan pikiran Anda kepada panggilan Allah, seperti Paulus katakan, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku” (Fil. 3:13).
Renungan:
Kita semua sedang dituntun Tuhan menuju kemuliaan yang semakin terang. Surga adalah tujuan kita. Janganlah memikirkan lagi perkara-perkara yang bisa mengganggu perjalanan rohani Anda. Jika matamu tidak tertuju pada Kristus, maka perjalanan rohanimu akan terasa amat berat.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in