Hidup Karena Iman

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah: Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 21 Februari 2010

Ayat bacaan 2 Korintus 5:7

Ada tiga hal yang akan kita pelajari tentang hidup bersama Bapa:
1. Hidup bukan karena melihat
Banyak dari kita yang hidup dengan dipengaruhi oleh mata kita yang melihat apa yang terjadi di sekitar kita. Jika mata kita melihat hal yang buruk atau sukar, maka ini yang akan mempengaruhi iman/pengharapan/suka cita/damai sejahtera kita. Thomas adalah contoh tokoh di Alkitab yang hidup dari melihat. Thomas tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit dari kematian sebelum ia menusukkan jari tangannya ke luka-luka yang dialami Yesus. Iman kita tidak boleh dipengaruhi oleh mata jasmani kita. Jangan sandarkan suka cita dan pengharapan kita kepada apa yang kita lihat sehari-hari.

2. Hidup karena percaya
Kita harus hidup karena percaya akan Yesus. Dalam Amsal 3:5 dituliskan agar kita percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Rut adalah contoh di Alkitab yang hidup karena percaya. Ketika suami dan mertua laki-lakinya meninggal, Rut tidak meninggalkan mertua perempuannya sendirian melainkan Rut ikut bersama mertua perempuannya kembali ke Israel. Rut hanya percaya bahwa kehidupannya akan lebih baik. Rut tetap percaya dan akhirnya ia diperistri oleh Boas.

3. Hidup karena firman Tuhan
Kita dapat hidup dan dikuatkan karena mendengar firman Tuhan. Biasakanlah setiap kali setelah kita mendengar firman Tuhan untuk membalasnya dengan ucapan “Amin” yang artinya “Ya, aku percaya” atau dalam bahasa Inggrisnya “so be it unto me”.

Dalam 1 Petrus 3:10 diajarkan syarat untuk kita mendapatkan hari-hari baik yaitu dengan menjaga lidah kita dari perkataan jahat. Perkataan tidak percaya kepada Tuhan dan sikap yang menggerutu. Ketika Yosua memimpin umat Israel untuk menyerang Yeriko, Tuhan member tahu Yosua untuk memerintahkan umat Israel untuk tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ini dilakukan agar kejadian 40 tahun sebelumnya tidak terulang, ketika umat Israel menggerutu ketika mengetahui bahwa tanah yang dijanjikan Tuhan didiami oleh orang-orang raksasa.

Kalau kita mencintai Tuhan dengan segenap hati, maka perkara-perkara yang tidak pernah kita lihat itulah yang Tuhan sediakan bagi kita. Mari kita hidup bukan karena melihat, tetapi karena kita percaya dan beriman kepada Bapa.

“Be still and know I’m God”.

Tuhan Yesus memberkati.

PERHATIKAN PAKAIANMU!

Renungan No Comments »

Wahyu 16:15-21; Yunus 2:7

“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya” (Wahyu 16:15).

Inilah gambaran yang jelas tentang seorang pejabat yang dipanggil menjadi pengawas, di Bait Allah. Adalah tugasnya untuk berkeliling sepanjang malam; dan bila tepergok tertidur oleh orang Lewi, maka orang Lewi itu mempunyai otoritas untuk memukulinya dengan tongkat dan membakar jubahnya (menurut buku Yahudi: Middoth, fol. 34, 1, dan Tamid. Fol. 27, 2: 28, 1). Penjaga tersebut akan pulang ke rumahnya dalam keadaan telanjang. Hal yang memalukan ini akan menunjukkan ketidaksetiaannya.
Itulah pesan yang hendak disampaikan kepada kita melalui pembacaan ayat hari ini. Dengan mengambil penjelasan dari buku Yahudi kita sadar bahwa kesetiaan memegang kunci penting dalam pengiringan kita kepada Tuhan Yesus Kristus.
Berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa kedatangan Yesus itu seperti pencuri, artinya tidak diduga dan disangka. Memang ada beberapa bidat Kristen yang mencoba menghitung hari dan tanggal kedatangan Tuhan, tetapi itu semua pasti akan sia-sia. Dan orang yang bijak pastilah berjaga-jaga seperti 5 anak dara yang berjaga-jaga dengan minyaknya (Matius 25:1-13).
Dan Tuhan juga menyebutkan mereka yang berbahagia adalah mereka yang memperhatikan pakaiannya dan yang tidak telanjang. Orang yang sedang bertugas dan melakukan perintah tuannya akan dipuji Tuhan, sebab ia tidak perlu ditelanjangi karena kelalaiannya.
Selama kita ada di bumi ini berarti kita harus bekerja dengan giat bagi Allah kita. Jangan berpikiran untuk pensiun, sebab pada masanya nanti Allah akan memberikan upah kepada mereka yang setia. Kadang kita letih, capek, dan kehilangan semangat, tetapi api Roh Kudus sanggup untuk membakar kita lagi.
Di dalam perut ikan Yunus menyampaikan doanya, “Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus” (Yunus 2:7). Yunus tahu bahwa hanya Allah yang sanggup memberikan kelegaan kepadanya. Hanya Allah yang sanggup memuaskan dahaga jiwanya. Jadi kalau Anda letih dan lesu, datanglah kepada Tuhan dan berdoalah.

Renungan:
Janganlah melepaskan kesetiaan kita sebab upahnya besar menanti (Ibrani 10:35). Jadilah murid Tuhan yang setia sambil tetap berjaga-jaga sampai Yesus datang kembali.

Ada hadiah bagi yang setia, tetapi juga ada sangsi bagi yang tidak setia.

HIDUP DALAM PERTOBATAN

Renungan No Comments »

Wahyu 16:8-14; Yeremia 5:3

“Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia” (Wahyu 16:8-9).
Dalam zaman Yosia bin Amon raja Yehuda, Tuhan memakai Yeremia untuk menyampaikan berita pertobatan kepada umat-Nya. Tetapi tampaknya umat Israel tidak mau mendengarkan teguran Tuhan. Tuhan terus memberikan kesempatan kepada umat untuk bertobat, tetapi kesempatan itu tidak dipakainya.
Akhirnya dengan berat hati Tuhan menyatakan didikan-Nya. Penghukuman Tuhan akhirnya tidak dapat dielakan, dengan tujuan supaya umat-Nya bertobat. Bahkan dalam pergumulannya Yeremia berkata:
“Ya TUHAN, tidakkah mata-Mu terarah kepada kebenaran? Engkau memukul mereka, tetapi mereka tidak kesakitan; Engkau meremukkan mereka, tetapi mereka tidak mau menerima hajaran. Mereka mengeraskan kepalanya lebih dari pada batu, dan mereka tidak mau bertobat” (Yeremia 5:3). Dijelaskan dalam ayat di atas, manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan reaksinya justru menghujat nama Allah, dan mereka benar-benar tidak mau bertobat untuk memuliakan Dia.
Masih ada kesempatan bagi kita saat ini untuk mengecap kebaikkan Tuhan, sebab kasih setia-Nya selalu baru setiap pagi disediakan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tiada henti-hentinya berkat dicurahkan atas hidup kita entah waktu tidur atau berjaga-jaga (Mazmur 127:2). Ia adalah Allah yang setia, penuh kasih dan rahmat karunia. Kasihnya begitu hebat dan luar biasa, 2000 tahun yang lalu Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan manusia berdosa, supaya oleh-Nya kita semua diselamatkan-Nya.
Rencana Allah ialah semua orang datang kepada-Nya dan menerima anugerah yang disediakan-Nya. Namun kenyataannya tidak semua orang mau masuk dalam anugerah-Nya. Manusia memiliki kecenderungan berjalan dengan jalannya sendiri. Bahkan salib Kristus dianggap sebagai suatu kebodohan. Di sisi lain ada umat-Nya yang mulai bergeser kepada kedagingan. Sudah mengenal Tuhan cukup lama, tetapi hidupnya tidak mencerminkan kemuliaan-Nya. Begitu banyak orang yang dulunya rohani mengalami kemunduran yaitu memulai dengan Roh, mengakhiri dengan daging.

Renungan:
Ada yang dingatkan berkali-kali melalui berbagai peristiwa, namun hal itu tidak digubrisnya. Di dalam menyatakan kasih-Nya, kadang Allah harus mendisiplin umat dengan penghukuman, tetapi tujuan bukan untuk menghancurkan kita melainkan menuntun umat untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.
Lalu bagimanakah dengan kita? Allah mau supaya kita hidup di dalam pertobatan, supaya terhindar dari api siksaan kekal.

Hiduplah di dalam pertobatan sebab itulah kunci kepada hidup berkelimpahan.

KISAH KEPAHLAWANAN

Renungan No Comments »

Wahyu 17:1-6; Yesaya 53:5

“Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran” (Wahyu 17:6).

Sebuah buletin "The Voice of the Martyrs" menceritakan kisah pilu sekaligus kepahlawan seorang bernama Mary Khouri:
"Mary Khoury berumur 17 tahun ketika desanya, Damour di Lebanon diserang oleh tentara 'agama lain' yang radikal. Mereka memaksa semua orang di desa tersebut untuk memeluk 'agama lain' dengan kekerasan. Ia dan orang tuanya diberikan satu pilihan: "Jika kalian tidak berpindah agama, kalian akan ditembak."
Mary mengetahui bahwa Yesus juga diberikan pilihan yang sama, yaitu: menyerahkan kedudukan-Nya sebagai Anak Allah dan disalibkan atau tetap mempertahankan kedudukan-Nya. Ia lebih memilih salib. Jadi Mary menjawab, "Saya dibaptis sebagai seorang Kristen dan firman-Nya kepada saya adalah: Jangan sangkali imanmu. Saya akan mematuhi-Nya. Silakan tembak saya!" Mereka menembaki ayah dan ibunya. Mereka juga menembaknya dan meninggalkannya dalam keadaan sekarat.
Dua hari kemudian Palang Merah Internasional datang ke desanya. Mereka menemukan bahwa hanya Mary yang satu-satunya masih hidup. Orang tuanya meninggal dalam kejadian tersebut. Ia menjadi lumpuh karena tembakan tersebut mengenai urat syaraf tulang belakang. Lengannya tidak dapat digerakkan.
Mulanya Mary menjadi depresi. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kemudian Tuhan berbicara kepadanya dan ia sekarang mengetahui apa yang harus ia lakukan walaupun dalam keadaan lumpuh. "Setiap orang mempunyai pekerjaan," katanya.
"Saya tidak akan pernah menikah atau melakukan pekerjaan fisik. Jadi saya akan menyerahkan hidup saya untuk melayani para pemeluk 'agama lain', khususnya bagi mereka yang telah memotong leher ayah saya, menusuk ibu saya sambil mengutukinya dan mencoba membunuh saya......"
Ini adalah sekelumit saja cerita tentang penganiayaan terhadap orang percaya. Dan Tuhan sudah menubuatkan bahwa penganiayaan akan semakin meningkat menjelang kedatangan-Nya. Dan sampai kapanpun setan akan berusaha menganiaya orang percaya. Dan jangan heran pula kalau dunia begitu membenci Anda. Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menerima kemuliaan bersama dengan Allah.

Renungan:
Apapun yang terjadi Injil harus diberitakan. Kalau toh penganiayaan harus terjadi, Kabar Baik harus disampaikan kepada seluruh dunia bahwa Anak Allah telah menjadi korban bagi keselamatan manusia.

Yesus mau berkorban untuk Anda; Anda mau berkorban untuk-Nya?

MENGEJAR YANG TAK KELIHATAN

Renungan No Comments »

Wahyu 18:9-14; Yesaya 26:8

“Dan mereka akan berkata: "Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi” (Wahyu 18:14).
Suatu hari seorang misionaris bertanya kepada tukang perahu di Burma (sekarang : Myanmar), “Apakah Anda mau memberitakan Injil kepada rekan-rekanmu jika gajimu cuma seperempat dari penghasilanmu saat ini?”
“Aku tidak mau! Tetapi demi Kristus aku mau!”
Suatu saat kita akan berada pada suatu keadaan di mana uang tidaklah dibutuhkan lagi. Bagi pasien yang sudah tidak ada obatnya lagi, uang tidak lagi menjadi yang utama. Apabila suami/istri lari dengan orang lain, uang tidak lagi menjadi dewa penolong. Betapa bodohnya manusia yang mengira bahwa uang adalah dewa penolong. Oh jelas, uang memang masih kita butuhkan. Anda tidak akan membayar uang sekolah anak Anda bukan dengan kertas bukan? Tetapi yang saya maksudkan harta Anda bukanlah segala-galanya.
Suatu hari akan terdengar berita, “Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi.” Yang tinggal adalah yang bersifat kekal. Apa yang kekal? Paulus berkata, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2 Korintus 4:18).
Perkara rohani adalah yang tidak kelihatan. Iman, kebajikan, kasih, dan pengharapan adalah hal-hal yang tidak kelihatan. Namun nilainya jauh lebih tinggi dari segala macam harta, sebab sifatnya adalah kekal.
Bagi kita Kristus adalah segala-galanya. Bila Anda mendapatkan Kristus, Anda telah mendapatkan segala-galanya. Orang benar akan selalu merindukan untuk hidup seperti Dia dan untuk mengikuti segala perintah-Nya. Nyanyian Yehuda berkata, “….. kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau” (Yesaya 26:8). Bila Kristus menjadi tempat pencurahan perhatian kita, maka kita akan disebutkan manusia-manusia yang paling berbahagia.
Dunia sedang berlomba-lomba mengejar kekayaan. Anda jangan mengikutinya! Melainkan kejarlah kekudusan dan hal-hal rohani. Suatu saat setiap mata akan terbelalak menyaksikan bagaimana Allah memberikan penghormatan kepada orang benar.

Renungan:
Suatu hari Smith Wigglesworth berkata, “Aku lebih suka memiliki sebotol urapan daripada harta seisi dunia ini.” Dia sudah tahu rahasianya. Bagaimana dengan Anda? Kejarlah yang tidak kelihatan!

Allah menawarkan yang tak kelihatan dan iblis menawarkan yang kelihatan; Anda pilih yang mana?

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in