TINDAKAN PREVENTIF

Renungan No Comments »

Kejadian 20:1-18; Yohanes 3:16

Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia” (Kejadian 20:6).
Dalam bidang medis ada dua tindakan yang kita kenal secara umum yaitu tindakan kuratif dan tindakan preventif. Tindakan kuratif adalah tindakan pengobatan terhadap suatu penyakit atau sakit karena kecelakaan. Sedangkan tindakan preventif adalah suatu tindakan pencegahan supaya tidak terjangkit penyakit.
Untuk menyelamatkan manusia dari dosa Allah juga melakukan seperti di atas yaitu melakukan tindakan kuratif dan tindakan preventif. Tindakan kuratif Allah adalah pengampunan, membuka jalan supaya manusia dapat menjalin hubungan dengan Allah. Dan karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Jika umat manusia mau bertobat, kemudian menerima Yesus Kristus dan dibaptis maka ia diselamatkan. Kemudian yang dimaksud dengan tindakan preventif-Nya ialah mencegah umat-Nya supaya jangan jatuh ke dalam dosa.
Pada waktu Abimelekh, Raja Gerar mengambil Sara dari Abraham, Tuhan tidak berdiam diri, Ia segera memperingatkan Abimelekh lewat mimpi. Dalam mimpi itu Tuhan memperingatkan Abimelekh, "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kau ambil itu; sebab ia sudah bersuami" (Kejadian 20:3). Allah menegur Abimelekh supaya ia mengurungkan niatnya, sebab jika tidak, maka ia harus mati. Namun puji Tuhan Abimelekh lebih mendengarkan suara Tuhan daripada menuruti hawa nafsunya. Bagaimana dengan kita?
Allah sangat menghargai lembaga pernikahan. Apa yang dilakukan Abimelekh adalah memang diluar sepengetahuannya. Ia melakukan hal itu sebab Sara saat itu mengaku sebagai saudara Abraham, namun Allah yang Maha-Tahu tidak berdiam diri. Ia mencegah Abimelekh jangan sampai ia berbuat dosa, sebab Sara sudah menjadi istri Abraham.
Renungan:
Allah tidak kompromi dengan dosa, Ia berusaha mencegah jika ada seseorang yang mau berbuat dosa kepada-Nya. Hal ini dilakukan Allah karena Ia mengasihi umat-Nya. Dan ini dilakukan Allah hingga saat ini kepada siapa saja yang menjadi umat-Nya. Dan jika tidak mau diperingatkan maka dipastikan orang yang bersangkutan pasti mengalami kebinasaan.

Dengarkan suara-Nya tatkala kita ditegur-Nya

Related posts

ALLAH YANG PENUH PERHATIAN

Renungan No Comments »

Kejadian 21:1-7; Markus 5:25-34

"TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya" (Kejadian 21:1).

Siapa bilang Allah melupakan Sara? Siapa bilang Allah lalai dengan janji-Nya? Yang benar, pada waktu yang telah Allah tetapkan, maka Sara mengandung dan melahirkan seorang putera. Selama masa kehamilan sampai proses melahirkan Allah ikut campur tangan, sehingga anak di dalam kandungan itu tetap sehat.
Satu kebenaran yang dapat kita simpan dalam hati: Allah itu penuh perhatian. Disebutkan bahwa 'Tuhan memperhatikan Sara', itu jelas menandakan bahwa Allah kita tidak acuh terhadap kebutuhan kita.
Kita akan melihat sejenak beberapa kasus yang membuktikan bahwa Allah itu penuh perhatian:
Pertama, silakan Anda buka Keluaran 3:7, "Dan TUHAN berfirman: "Aku telah MEMPERHATIKAN dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." Orang yang menderita dan dalam kesengsaraan menjadi perhatian Allah. Beberapa referensi meneguhkan hal ini, misalnya Mazmur 34:19 dan Yesaya 57:15. Jadi jangan dikira bahwa penderitaan yang Anda alami itu luput dari pengawasan mata Allah. Jadi yang perlu Anda lakukan adalah berseru dan berdoa. Datanglah kepada Allah dengan penuh keyakian bahwa Allah mmperhatikan kesengsaraan umat-Nya.
Kedua, silakan Anda buka kisah tentang seorang yang sakit pendarahan yang menjamah ujung jubah Yesus dengan iman (Markus 5:25-34). Mulanya Yesus tidak tertarik dengan wanita ini, sebab begitu banyak orang yang berniat untuk bertemu Yesus saat itu. Tetapi wanita yang sakit pendarahan tersebut mampu menarik perhatian Tuhan dengan imannya. Iman itu mempunyai kekuatan yang luar biasa, sampai-sampai Yesus tersentak ketika sebuah tangan terulur menjamah ujung jubah-Nya. Yesus menjadi begitu tertarik dan Ia menoleh mencari siapa yang bertindak demikian. Apabila Anda mau menarik perhatian Allah, bertindaklah di dalam iman. Dan Allah akan tertarik dan menaruh perhatian-Nya kepada Anda. Jangan salah mengerti. Tuhan pasti perhatian kepada Anda sesuai dengan keberadaan Anda, namun iman mampu menarik perhatian Allah lebih besar lagi.

Renungan:
Tuhan tidak tertarik dengan berlian sebesar kelereng di leher Anda, atau emas sekarung di gudang Anda. Tetapi bila Anda menghampiri-Nya dengan iman, itulah yang membuat Allah tertarik dan menaruh perhatian kepada Anda.

Iman adalah alat untuk menggugah hati Allah.

Related posts

MENGENAL JEHOVAH JIREH

Renungan No Comments »

Kejadian 22:1-24; Filipi 3:10

”Dan Abraham menamai tempat itu: ”TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: ”Di atas gunung TUHAN, akan disediakan” (Kejadian 22:14).
Abraham adalah orang yang taat kepada Allah. Ini dibuktikan pada saat dia diperintahkan Tuhan mempersembahkan Ishak anak sah satu-satunya. Mengapa bukan Ismael yang dikorbankan? Pertama, karena Allah yang mengingininya. Kedua, karena Ishak adalah anak perjanjian. Ketiga, karena Ismael telah diusir dari rumahnya Abraham. Dalam pikiran Abraham sama sekali tidak ada perbantahan terhadap perintah Tuhan itu meskipun resikonya akan kehilangan anak satu-satunya itu. Sebaliknya Abraham dengan penuh ketaatan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Ketaatan selalu melakukan dengan setia apa yang diperintahkan [Tuhan] tanpa harus bertanya apa resikonya. Mengapa Abraham mau melakukannya? Sebab Abraham mengenal Allahnya, dia percaya, bahwa Allah mampu menghidupkan orang mati dan menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Baca Roma 4:17. Pengenalan kita akan Allah membuat ketaatan kita pada Tuhan menjadi semakin kuat dan tanpa keraguan. Dan cara berikutnya Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Abraham juga melalui ketaatan. Abraham tidak akan mengenal Allah sebagai Jehovah Jireh [artinya Tuhan yang menyediakan] sebelum Abraham mempersembahkan anaknya di atas gunung Moria. Detik Abraham mulai mengayunkan pisaunya ke leher Ishak tiba-tiba terdengar suara embek...bek...bek alias domba jantan yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Kemudian Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Pertanyaannya siapa yang menyediakan domba jantan itu? Jehovah. Sejak saat itulah Abraham mengenal Allah sebagai Jehova Jireh bukan kata orang tetapi mengalaminya sendiri. Allah menyediakan domba jantan bagi Abraham untuk menyelamatkan Ishak. Allah juga menyediakan Anak Domba bagi kita yaitu Yesus sebagai pengganti kita agar kita selamat. Bila kita mengenal Allah secara pribadi sebagai Jehova Jireh maka kita tidak akan pernah takut dan kuatir tentang apapun juga sebab kita tahu Allah selalu menyediakan dan mencukupi segala kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemulian-Nya. Bukan hanya hal materi saja tetapi juga dalam segala hal. Dia tidak pernah berubah dulu sekarang dan sampai selamanya.
Ketaatan kita pada Allah dan firman-Nya akan menentukan pengenalan akan Allah selanjutnya. Kita tidak bisa berkata,”Sudah cukup aku mengenal Allah.” Semakin kita mengenal Allah maka kita juga semakin tidak ragu lagi dalam hidup ini.
Renungan:
Apakah Anda rindu mengenal Allah secara pribadi bukan kata orang? Belajarlah dari Abraham dan Paulus. ”Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” (Filipi 3:10).

Related posts

Rahasia Tahun 2010

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Yoanes Kristianus
Tanggal : 18 April 2010

Setiap angka di dalam memiliki arti tersendiri dan angka 10 berarti kelengkapan dan penggenapan. Tahun ini adalah tahun 2010, yang berarti Tuhan akan menolong untuk menggenapkan apa yang sudah kita doakan, minta dan hal-hal yang belum pernah kita pikirkan. Jadi apa yang akan Tuhan lakukan di tahun 2010 ini atas kita:

1. Tahun ini adalah tahun di mana Tuhan menjadi penolong pertama pada masa kesesakan (Mazmur 46:2-4)
Tuhan kita adalah Tuhan dalam segala keadaan. Dia Tuhan pada saat kita sedang bersuka cita dan juga Tuhan pada saat kita sedang dalam kesesakan. Karya Tuhan yang terbesar adalah pada saat kita sedang berada dalam kesulitan atau ketika kita sedang ditengah-tengah badai kesulitan. Tuhan adalah penolong yang tidak pernah terlambat pada saat kita sedang dalam kesesakan. Tuhan adalah penolong yang nyata.

2. Tahun ini adalah tahun kita menaikkan standard hidup kita
Kita harus menaikkan mutu, nilai, kualitas dan karakter kita di tahun ini. Standard kita sudah turun di bawah standard Tuhan karena kita telah berkompromi dengan dosa. Dua hal yang dapat kita lakukan untuk menaikkan standard kita adalah dengan berhenti berbuat dosa dan melakukan perkataan Tuhan. Salah satu contoh nyata adalah ketika kita mengampuni kesalahan orang lain kepada kita jangan hanya dengan perkataan tetapi tunjukkan juga dengan perbuatan. Balas perlakuan buruk yang kita terima dengan kebaikan.

3. Tahun ini Tuhan membangkitkan umatnya untuk menjadi mitra kerja bagi keuntungan kerajaan Allah di bumi.
Kemitraan Tuhan dengan manusia di Perjanjian Lama terjadi setiap 10 generasi. Tuhan bermitra dengan Adam, 10 generasi berikutnya adalah Nuh dan Sam dan 10 generai berikutnya adalah Abraham. Dalam Yohanes 15:1-5 digambarkan bagaimana kemitraan Tuhan dengan kita. Kita adalah ranting dan kita tidak akan bisa berbuat apa-apa jika kita tidak menempel pada pokok, Yesus. Dan Yesus sebagai pokok juga tidak akan melakukan apa-apa tanpa kita sebagai ranting.

Tuhan Yesus memberkati

Related posts

TEMAN YANG BAIK

Renungan No Comments »

Kejadian 21:22-34; Kisah 19:23-31

“Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang asing” (Kejadian 21:23).

Pada Oktober tahun 1993, di kota Worcester, Massachusettes, polisi menemukan mayat seorang wanita tua di dapur rumahnya. Anehnya, wanita tua ini diperkirakan meninggal dunia empat tahun yang lalu. Polisi memperkirakan ia meninggal dunia pada usia 73 tahun karena “penyakit tua”. Sebab pada saat itulah ia melakukan transaksi di bank terakhir kalinya.
Bagaimana mungkin seseorang dapat terisolasi dari lingkungannya, sampai-sampai tidak ada yang tahu kematiannya?
Menurut surat kabar setempat, empat tahun yang lalu tetangganya sebenarnya sudah menelepon polisi untuk melaporkan ketidakberesan di rumah wanita tua tersebut, namun ketika polisi menelepon saudaranya diberitahukan kalau wanita tua itu pergi ke rumah jompo. Karena itu polisi menghentikan pengiriman surat ke rumahnya. Salah satu tetangganya bahkan memerintahkan anaknya untuk membersihkan rumput di rumahnya. Tetangga lainnya meminta perusahaan pemanas untuk menghentikan pasokan gasnya sebab pipanya sudah membeku. Sepertinya tidak terjadi apa-apa, namun di dalam rumah itu seorang sedang berbaring dalam keadaan tak bernyawa.
Kakak wanita tua itu mengakui kalau mereka sudah tidak seakrab ketika ibu mereka masih hidup. Dan buktinya telah terlihat.
Saudara, bagaimana Anda memandang sebuah persahabatan? Persahabatan lebih dari sekedar berbincang-bincang dan bersenda-gurau. Dan dari ayat pembacaan hari ini kita juga melihat persahabatan yang terjalin antara Abraham dengan Abimelekh. Kita juga harus menjalin persahabatan, terutama dengan rekan-rekan seiman. Persahabatan yang baik dan tulus tentunya akan menguntungkan. Misalnya saja Paulus yang bersahabat dengan pembesar dari Asia membawa keuntungan baginya, sebab pada saat terjadi huru-hara, Paulus mendapatkan peringatan dari para pembesar tersebut (Kisah Para Rasul 19:31).
Seorang teman sejati akan nyata terlihat ketika kita berada dalam kesusahan. Teman sejati akan menyertai dan mendorong kita ketika kita lemah dan tak berdaya. Teman yang tepat akan memberikan semangat di dalam hidup kita.

Renungan:
Pilihlah teman yang tepat. Dan jadilah juga seorang teman yang baik dan menguatkan. Dalam hubungan antar teman tersebut nama Allah kita dapat dimuliakan.

Related posts

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in