Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Ps. Jason Golden
Tanggal : 23 Mei 2010

Pada hari Pentakosta kita boleh percaya bahwa Roh yang ada dalam Yesus juga ada dalam kita. Roh yang sudah membangkitkan Yesus yang ada dalam kita. Dan Yesus akan datang untuk yang kedua kalinya bukan sebagai domba yang akan disembelih, melainkan sebagai Singa.

Firman Tuhan adalah Roh dan Spirit dan kita semua yang percaya dan mengakui Yesus sebagai Juru Selamat kita adalah gereja/tubuh dan sudah waktunya untuk kita bangkit. Kita tidak perlu diisi oleh roh-roh yang lain, kita hanya perlu dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita tidak temukan jawaban kehidupan di ilmu pengetahuan karena jawaban itu ada dalam Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus pikiran kita hanya akan terisi oleh pikiran-pikiran yang kotor, jadi mintalah agar Roh Kudus memenuhi kita dan mengisi pikiran kita dengan hal-hal rohani.

(Kisah Para Rasul 2:17) Yesus akan datang lagi sebagai hakim atas segala hakim, dan kita sekarang ini sedang hidup pad jama akhir dari yang terakhir. Roh Kudus akan membakar semua pikiran dan perasaan yang tidak kudus dan mulia seperti iri hati, dengki, sombong dan perasaan marah. Anak-anak kita akan bernubuat tentang Alkitab. Siap yang percaya akan diselamatkan bukan dari kemiskinan atau hal-hal yang seperti ini, tetapi akan diselamatkan dari kematian abadi. Kita akan melayani Yesus dan kita akan dipenuhi oleh kekuatan-Nya.

(Kisah Para Rasul 1:8) Kita akan menerima kuasa untuk menjadi penginjil dan saksi.

(Kisah Para Rasul 19:2/6) Kita adalah penyalur dari Yesus agar orang lain bisa merasakan Yesus sebagai Penyelamat dan Tuhan yang menyembuhkan. Kita mungkin memiliki masalah, tetapi kita juga memiliki Yesus yang adalah jalan keluar. Yang kita perlukan hanya Roh Kudus dan itu sudah cukup.

Tuhan Yesus memberkati

Related posts

PENINDASAN

Renungan No Comments »

Keluaran 1:1-22; Roma 8:35, 39

“Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu. Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,.....” (Keluaran 1:12-13).

Penindasan adalah yang paling tidak diharapkan seseorang. Bangsa Indonesia selama 350 tahun mengalami masa-masa yang pahit, dalam kurun waktu itu bangsa Indonesia mengalami penindasan yang berat. Kepahitan hati bangsa ini tidak cepat disembuhkan, bahkan hingga hari ini pengaruh dari penindasan itu masih ada. Rasa benci, dendam masih dirasakan oleh sebagian orang, sehingga karenanya muncul berbagai sikap kompensasi, seperti memusuhi orang Kristen. Sebab kebetulan kekristenan dibawa oleh orang Belanda yang saat itu notabene bangsanya sedang menjajah bangsa kita. Jadi kekristenan kadangkala dianggap sebagai agama penjajah, padahal tidaklah demikian.
Politik “de vide et impera” sangat mengakar, benih-benih perpecahan masih ada, hingga saat ini banyak persoalan yang dihadapi bangsa ini. Karenanya kita harus terus berdoa dan mengasihi bangsa ini.
Dalam kitab Keluaran pasal pertama disebutkan pada masa Yusuf, Firaun begitu simpati kepada orang Israel tetapi setelah pergantian Firaun dari dinasti yang berbeda dan orang-orang pemerintahan yang berbeda, maka tindakan mereka pun berbeda. Jika generasi sebelumnya ramah maka pada masa Firaun ini, sangat kejam, mereka menindas dan membunuh setiap bayi-bayi laki-laki dari umat Ibrani. Sebab bangsa Ibrani saat itu bertambah banyak, dan dianggap sebagai suatu ancaman.
Tetapi luar biasa, semakin ditindas mereka semakin berkembang dan bertambah banyak. Ditindas itu tidak enak, sangat sakit, dan karenanya kita bisa mengalami shock berat, tetapi Allah tidak membiarkan umat-Nya, Ia tidak tega terhadap kondisi umat-Nya. Karenanya Ia memanggil Musa untuk membawa bangsa Isarel keluar dari tanah Mesir. Inilah rancangan Allah, tidak ada yang sanggup menggagalkan rencana-Nya bagi umat-Nya. Rancangan-Nya bukan rancangan kecelakaan tetapi rancangan damai sejahtera yang membawa kita kepada masa depan yang penuh dengan pengharapan. (Yeremia 29:11).
Renungan:
Saat ini mungkin saudara tertindas, jangan takut dan putus harap, berdirilah teguh sebab Allah pembela kita. Sakit penyakit, sakit hati, tidak bisa mengampuni, kesulitan keuangan hal-hal ini bisa menindas hidup kita. Tetapi Tuhan sanggup menolong kita, mari masuk dalam rancangan-Nya, hidup dan bekeja dalam rancangan-Nya yang baik. Ingat, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:35, 39)

Penindasan tidak sanggup menggagalkan rancangan Allah dalam hidup kita.

Related posts

PERTOBATAN MENGUNDANG BERKAT

Renungan No Comments »

Kejadian 49:1-28; Ibrani 6:4-6

“Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa” (Kejadian 49:10).
Pasal 49 ini berisi ucapan berkat yang disampaikan Yakub kepada anak-anaknya. Kalau Anda meneliti setiap berkat yang diucapkan, Ruben, Simeon, dan Lewi mendapatkan teguran terhadap dosa-dosa mereka pada masa lalunya. Lalu mengapa Yehuda menerima berkat yang besar, meskipun kita tahu bahwa Yehuda pernah melakukan kesalahan? Tetapi ada perbedaan yang signifikan antara Yehuda dengan Ruben, misalnya. Kita tidak pernah mendapatkan keterangan bahwa Ruben bertobat dari kejahatannya, atau setidak-tidaknya menyesali perbuatannya. Tetapi Yehuda mengakuinya dan tidak mengulanginya. Mari kita buka Kejadian 38:26, “Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: "Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku." DAN IA TIDAK BERSETUBUH LAGI DENGAN PEREMPUAN ITU.” Yehuda bertobat dan tidak mengulangi kesalahannya.
Lagipula ketika Benyamin “disandera” oleh Yusuf, Yehuda mengambil inisiatif untuk menjadi pembela bagi adiknya itu (Kejadian 44:18-34).
Pelajaran penting yang dapat kita ambil pada hari ini adalah ‘pertobatan membawa berkat’.
Tidak ada dari kita yang berani berkata bahwa kita tidak pernah melakukan kesalahan, entah itu kecil atau besar. Masalahnya adalah generasi sekarang ini adalah generasi yang sulit berkata “maaf” atau mudah berkata “maaf”. Keduanya mempunyai pengertian yang berbeda. Mereka yang sulit berkata “maaf” cenderung tidak mau mengakui kesalahannya dan yang mudah berkata “maaf” cenderung mengulangi kesalahannya.
Saudara, semua perbuatan yang kita lakukan itu tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Jadi kalau Anda menyangka bahwa Anda dapat menyembunyikan skandal dari hadapan Allah itu salah besar. Tuhan menginginkan pertobatan yang sungguh-sungguh. Perhatikan saja Yehuda. Dia dipilih sebagai nenek moyang dari Yesus, karena dia mau mengakui kesalahannya dan bertobat dari dosa-dosanya. Kalau ada orang yang mau bertobat, maka Tuhan tidak bisa menolaknya. Tuhan selalu memberikan pengampunan kepada mereka yang menyesal. Camkanlah bahwa pertobatan akan membawa kita kepada berkat-berkat ilahi.

Renungan:
Kita memang masih penuh dengan kelemahan, tetapi janganlah dijadikan alasan untuk berulang kali melakukan kesalahan. Yesus mati sekali untuk kita orang berdosa, jadi janganlah mengulangi lagi dosa-dosa kita.

Kalau Anda belum bertobat jangan berdoa meminta berkat.

Related posts

TIGA HAL YANG SUKAR DIPAHAMI

Renungan No Comments »

Kejadian 37:12-36; Roma 8:28-30

“Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair” (Kejadian 37:24).
Jalan hidup Yusuf tidaklah semulus yang diperkirakannya. Ia mendapat mimpi yang benar-benar dari Allah. Mimpi itu indah dan akan membawanya kepada puncak kejayaan. Tetapi kenyataan yang dihadapinya jauh dari apa yang ada dalam benaknya. Apakah ini tidak salah? Apakah Allah keliru menaruh mimpi itu? Ada beberapa hal yang mungkin sukar dia pahami:
Pertama, mengapa saudara-saudaranya membencinya? Ini di luar nalarnya. Mana mungkin saudara sesama kandung membencinya bahkan berniat membunuhnya? Tetapi itulah yang terjadi. Dan pada zaman kini perseteruan dalam keluarga masih saja terjadi. Lihat saja konflik antar saudara dalam keluarga yang menghiasi berbagai media. Sebenarnya Allah tidak menghendaki perpecahan dalam keluarga. Kita harus lebih tekun berdoa bagi keluarga kita, sebab kalau tidak setan akan mudah menyusup dan memecah belah keluarga-keluarga orang benar.
Kedua, mengapa Allah izinkan persoalan hebat melandanya? Kalau itu ditanyakan oleh Yusuf kepada Allah adalah hal yang wajar. Tetapi Yusuf tidak berkeluh kesah dengan segala hal yang dialaminya. Tidak tercatat adanya keluhan dan protes dari bibirnya. Bukankah dia merupakan contoh yang baik? Apabila kita menghadapi sesuatu yang berat dalam hidup ini, itu tandanya Allah mempunyai rencana indah dalam hidup Anda. Bagaimana saya tahu? Sebab Allah tidak pernah merancangkan perkara kecelakaan kepada anak-anaknya, bahkan Ia memberikan masa depan yang gilang-gemilang (Yeremia 29:11).
Ketiga, benarkah ia berada dalam kehendak Allah? Kalau ada orang yang mengira bahwa orang yang masuk dalam penderitaan itu orang itu pastilah telah melakukan kesalahan, itu salah besar. Memang dosa dapat membawa kepada kita pada masalah besar, tetapi orang yang melakukan kebenaran pun tidak dinyatakan bebas dari persoalan. Yusuf adalah contohnya. Dia berada dalam pusat kehendak Allah ketika ia dimasukkan ke dalam sumur dan dijual kepada orang Ismael. Tetapi itulah langkah awal yang akan membawanya kepada kemuliaan. Banyak orang Kristen yang gagal pada langkah awal ini. Mereka begitu mudah menyerah. Kalau saja mereka bertahan sambil memegang teguh janji Allah, maka janji Allah akan dinyatakan dalam hidupnya.

Renungan:
Yusuf tidak akan menikmati kemuliaannya kalau saja ia tidak setia pada langkah awal penderitaannya. Meskipun banyak pertanyaan, namun satu hal yang membuatnya yakin bahwa Allah bersamanya.

Orang yang berjalan dalam pusat kehendak Allah sedang menuju kepada kemuliaan, meskipun mulanya jalan itu tidak rata.

Related posts

TANGAN YANG TAK TERLIHAT

Renungan No Comments »

Kejadian 39:1-23; 2 Timotius 4:22

”Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. DemikianlahYusuf dipenjarakan di sana” (Kejadian 39:20). Ada banyak alasan seseorang bisa masuk ke dalam penjara. Tetapi secara umum alasan yang paling klasik adalah karena perbuatan kriminal. Contoh saja bila ada seorang maling ayam tertangkap massa pastilah dia akan diadili dan kemudian masuk ke dalam penjara. Oleh sebab itu penjara menjadi tempat berkumpulnya para pembuat kejahatan, tempat seseorang menerima hukumannya dan tempat di mana nama seseorang menjadi daftar hitam. Tetapi berbeda dengan Yusuf, hanya gara-gara Yusuf tidak mau meladeni nafsu birahi bejat istri Potifar dia diganjar dan dijebloskan ke dalam penjara. Kelihatannya sesuatu yang buruk kembali menimpa Yusuf. Kelihatannya penggenapan mimpi Yusuf mustahil menjadi kenyataan. Kelihatannya mimpi Yusuf juga ikut terpenjarakan. Kelihatannya nama Yusuf masuk daftar hitam. Tetapi apakah ini akhir hidup Yusuf? Tidak! Dan apakah ini kebetulan? Tidak! Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini termasuk apa yang dialami oleh Yusuf. Selama seseorang melakukan yang apa benar di mata Tuhan dan manusia, keadaan seburuk apapun yang menimpanya tidak akan pernah meruntuhkan nama dan reputasinya. Yusuf telah mengalami hal itu, sekalipun dia dipenjara, penjara bukan menjadi pembunuh masa depan dan mimpinya itu. Penjara tidak akan pernah bisa memenjarakan mimpi Yusuf. Mengapa demikian? Sebab ada The unseen hand – tangan yang tak terlihat – yaitu Tangan Tuhan yang selalu menyertainya dan siap menolongnya. Tidak heran karena ”TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya,” Yusuf menjadi kesayangan bagi kepala penjara ”dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.” Apakah sampai di sini Tangan Tuhan menyertai Yusuf? Tidak! Masih banyak mukjizat yang dialami Yusuf di dalam penjara tersebut karena Tuhan menyertainya. Seburuk apapun tempat yang ditempati akan menjadi tempat mukjizat bagi kita bila Tuhan menyertai kita.
Hari ini kelihatannya keadaan dan situasi di sekeliling Anda menjadi ”penjara” dan berusaha memenjarakan mimpi dan visi yang telah Anda terima dari Tuhan yang tujuannya hanya satu yaitu supaya gagal dan tidak berhasil. Bila itu yang terjadi, cek! Apakah hal itu disebabkan karena kesalahan Anda? Bila ya, bertobatlah! Bila tidak, Anda tidak perlu panik. Janji penyertaan Tuhan atas hidup Anda akan membuat Anda keluar sebagai seorang yang lebih dari pemenang.

Renungan:
Tetaplah hidup benar di hadapan Tuhan dan manusia maka ”penjara” bukan lagi tempat yang perlu Anda takuti. Sebab ”penjara”-pun akan dijadikan Tuhan menjadi tempat mukjizat dan tempat untuk mempromosikan Anda.

Penjarakan ketakutan dan kegagalan Anda maka mimpi Anda akan menjadi kenyataan.

Related posts

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in