Jun 30
Keluaran 13:17-22; Yohanes 11:40
“Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir” (Keluaran 13:18).
Gladys Aylward, misionaris yang berangkat ke Cina lebih dari lima puluh tahun yang lalu terpaksa melarikan diri ketika tentara Jepang menyerbu Yangcheng. Tetapi ia tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Hanya dengan ditemani satu asisten saja ia memimpin lebih dari seratus anak yatim piatu melewati bukit dan lembah. Dalam buku The Hidden Price of Greatness (Harga tersembunyi dari Kebesaran), Ray Besson dan Ranelda Mack Hunsicker memberitahukan apa yang sedang terjadi: “Selama perjalanan Gladys yang menyiksa itu….. ia berjuang dengan putus asa seperti yang belum pernah dialaminya. Setelah melewati malam tanpa tidur, ia menghadapi pagi tanpa pengharapan kalau mereka dapat mencapai tujuan dengan selamat. Seorang gadis cilik berusia 13 tahun dalam kelompok itu mengingatkannya akan kisah Musa dan orang Israel….. ‘Tetapi aku bukan Musa,’ Gladys berteriak. ‘Tentu Ibu bukan Musa,’ kata gadis cilik itu, ‘Tetapi Yehova tetaplah Allah!’” Ketika Gladys dan anak-anak yatim piatu itu berhasil melewatinya dan selamat di tujuan. Ini membuktikan bahwa Allah tetaplah Allah yang berkuasa.
Menghadapi masa sukar di padang gurun dan selama perjalanan menuju Kanaan, bagi bangsa Israel bukanlah hal yang mudah. Perjalanan mereka amat panjang sampai menyita waktu 40 tahun. Dalam beberapa kasus Allah dibuat jengkel oleh ketidakpercayaan bangsa Israel yang bengal itu. Tetapi Allah tetaplah Allah yang menepati janji-Nya. Ia menuntun mereka sampai di tujuan. Tiang awan dan api adalah bukti bahwa Allah tidak meninggalkan mereka.
Saudara, kalau Anda merasa bahwa perjalanan hidup Anda terlalu berat dan tidak terlampaui, Anda salah sama sekali. Tahukah Anda bahaya apakah yang terbesar dalam perjalanan bangsa Israel melewati padang gurun? Kekurangan air? Kekurangan makanan? Panas? Musuh? Bukan! Melainkan keraguan, pemberontakan, dan ketidaksabaran. Kalau Anda sudah tidak mempunyai iman bahwa Allah sanggup memelihara Anda, itu yang berbahaya. Jadi apapun yang terjadi dan seberat apapun masalah menimpa Anda, selama Anda percaya dan tekun, Anda akan berhasil melewati padang gurun.
Renungan:
Allah itu adil dan Ia tidak akan mengizinkan Anda menghadapi pencobaan yang melebihi kekuatan Anda. Dia pasti memberikan jalan keluar kepada Anda.
Allah kesulitan menolong Anda kalau Anda kesulitan mempercayai-Nya.
Related posts
Jun 29
Keluaran 13:1-16; 1 Korintus 6:20
“Maka haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kaupunyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi Tuhan” (Keluaran 13:12).
Sebelumnya ditulis demikian, “Apabila engkau telah dibawa TUHAN ke negeri orang Kanaan, seperti yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dan negeri itu telah diberikan-Nya kepadamu” (ayat 11).
Kebebasan adalah dambaan semua orang. Kemerdekaan adalah idaman setiap manusia. Di mana-mana diteriakkan kebebasan dan kemerdekaan. Harganya kadang teramat mahal. Tetapi Allah datang dan memberikan kemerdekaan secara gratis kepada umat Israel. Kanaan adalah tanah yang dijanjikan kepada mereka.
Yang menarik di sini adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh umat Israel setelah mereka berhasil menduduki Kanaan. Kewajiban itu adalah mempersembahkan segala yang lahir terdahulu dari kandungan, entah itu manusia ataukah hewan. Ini bukanlah persembahan yang ringan sebab segala anak sulung pastilah amat berharga. Pertanyaan timbul, mengapa harus anak sulung? Mengapa bukan anak kedua atau ketiga? Mengapa harus yang pertama-tama lahir?
Alasan pertama, karena sulung menunjukkan keutamaan. Yesus juga disebutkan “yang sulung”. Dan Alkitab berkata, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan” (Kolose 1:15). Anda lihat, yang sulung itu adalah yang terutama. Ini artinya Allah mau kita memberikan yang terutama kepadanya. Apa yang menjadi kesayangan kita itulah yang wajib diberikan kepada-Nya.
Lalu alasan kedua, ini bisa jadi karena peringatan dan penggantian terhadap anak-anak sulung yang mati karena tulah di Mesir. Jadi apabila Yesus telah mati dan dibuat berdosa lalu mati di kayu salib, maka Allah juga meminta kita hal yang sama. Ia minta nyawa kita diberikan kepada Allah. Ini berarti seluruh kehidupan kita menjadi milik Allah. Kalimat “harganya telah lunas dibayar” (1 Korintus 6:20), menunjukkan kepemilikan atas mereka yang telah ditebus dengan darah Kristus. Lalu perlukah pada masa Perjanjian Baru ini kita memberikan segala sesuatu yang sulung? Itu baik, tetapi bukan kewajiban. Kewajiban Anda adalah menyerahkan seluruh kehidupan Anda kepada-Nya supaya Anda dipakai untuk kemuliaan-Nya.
Renungan:
Segala persembahan pasti menyenangkan hati Tuhan. Tetapi yang paling menyenangkan adalah bila Anda rela memberikan hidup Anda untuk dipakai oleh Tuhan. Itu berarti menyerahkan hidup Anda sepenuhnya kepada-Nya.
Apa yang terbaik yang Anda miliki berikan kepada Allah supaya Ia menjadi yang terutama.
Related posts
Jun 28
Keluaran 12:29-42; 2 Korintus 3:17
“Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan Tuhan” (Keluaran 12:42).
Bangsa Indonesia dimerdekakan dari penjajahan setelah kurang lebih 350 tahun dijajah. Tujuh belas Agustus menjadi hari klimaks sekaligus membahagiakan bagi seluruh rakyat Indonesia, sebab hari itulah, tepatnya 17 Agustus 1945, diproklamirkan kemerdekaan bangsa ini. Tentunya inilah berita yang paling menggembirakan bagi seluruh bangsa ini.
Jauh sebelum itu rakyat Israel juga mengalami hal yang sama. Mereka dimerdekakan oleh Allah melalui perkara supranatural dan pertunjukkan kuasa Allah. Mereka dituntun dan dibawa ke tanah yang melimpah dengan susu dan madu. Dan Alkitab berkata dalam ayat yang sama dari terjemahan The Living Bible, “Malam itu dipilih oleh Tuhan untuk membawa umat-Nya keluar dari tanah Mesir; jadi malam yang sama itu pula dipilih sebagai tanggal perayaan tahunan akan pembebasan Allah.”
Ternyata selama ini Allah tidak tinggal diam. Dia menentukan hari dan malam yang tepat untuk bertindak. Dan malam itu dipilih oleh Allah untuk menyatakan kasih-Nya kepada umat Israel.
Ketika kita berada dalam ikatan dan perbudakan, Yesus datang dalam waktu yang tepat. Dia berkorban supaya kita diselamatkan. Tetapi Nyatanya sampai saat ini kita merasa masih saja diikat, entah itu oleh penyakit, pikiran lama, ataupun kebiasaan yang buruk. Kita seperti berada dalam pasungan yang kita sendiri tidak tahu kapan berakhirnya. Kebenaran yang harus kita tangkap dari cerita ini adalah Allah menyiapkan waktu yang tepat untuk menyelamatkan kita. Dia mendengar saat kita berseru-seru kepada-Nya. Dan lihatlah alasan Allah menyelamatkan Israel, “Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka” (Keluaran 3:7). Pada saat kita berseru, maka Allah akan bertindak dan menyatakan kuasa-Nya. Siapkah Anda berseru kepada-Nya?
Renungan:
Saya tahu kalau Anda hidup di negara yang tidak dijajah lagi. Kemerdekaan telah dimiliki oleh bangsa kita, tetapi siapa tahu Anda sedang berada dalam penjajahan penyakit, persoalan, masalah, dsb? Berserulah kepada Allah supaya Ia mendengarkan seruan Anda dan memilih malam yang tepat untuk menyelamatkan Anda.
Kemerdekaan adalah hak setiap orang, tetapi hanya orang yang mengerti akan kebenaran yang memilikinya.
Related posts
Jun 27
Keluaran 11:1-10; Ibrani 10:26, 27
"Berkatalah Musa: "Beginilah firman TUHAN: Pada waktu tengah malam Aku akan berjalan dari tengah-tengah Mesir. Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati....." (Keluaran 11:4, 5).
Pada abad 18, Archibald Boyle adalah pemimpin asosiasi kelompok yang jahat dan liar yang dikenal dengan "The Hell Club" (Klub Neraka) di Glasgow, Skotlandia. Malam itu setelah pesta pora pada perayaan tahunan, Boyle bermimpi pulang ke rumah dengan menunggangi kuda hitam. Di tengah perjalanan itu seseorang merebut tali kekangnya dan berkata, "Kau harus ikut aku." Ketika Boyle berusaha merebut tali kekang itu ia terjatuh ke bawah dalam kecepatan yang semakin tinggi. "Kemana kau akan bawa aku?" Suara yang dingin berkata, "Ke neraka!"
Ketika masuk ke dalam neraka, Boyle melihat orang-orang yang mengejar kesenangan sepertinya. Ada seorang wanita yang ia kenal sedang bermain game yang vulgar, favoritnya. Boyle bersantai sambil berpikir bahwa neraka pastilah tempat yang menyenangkan. Ketika ia meminta wanita itu untuk bersantai dulu, ia menyeringai, "Di neraka tidak ada istirahat." Ia menyingkapkan jubahnya dan tampaklah seekor ular menggeliat di pinggangnya. Dan yang lainnya juga menunjukkan penderitaan dalam bentuk yang berlainan. "Keluarkan aku dari sini!" teriak Boyle. Suara itu berkata, "Pergilah! Tetapi dalam setahun kita tak akan terpisahkan lagi."
Sejak saat itu Boyle didera ketakutan, namun ia terpaksa hadir dalam pertemuan-pertemuan klub itu atas desakan teman-temannya. Tepat setahun kemudian setelah menghadiri pertemuan tahunan tersebut Boyle ditemukan tergeletak tewas di tengah perjalanan pulang ke rumahnya. Mimpi yang menjadi kenyataan!
Neraka itu nyata dan penghakiman Allah itu fakta. Di tengah-tengah bangsa Mesir, Allah melangkahkan kaki-Nya, bukan untuk mendatangkan berkat ataupun kebangunan rohani, tetapi penghakiman - seluruh anak sulung orang Mesir sampai anak sulung binatang mati.
Saudara, apabila Allah melangkahkan kaki-Nya di tengah-tengah Anda, pastikan bahwa Dia tidak datang dalam penghakiman. Pastikanlah bahwa Anda telah dibenarkan oleh darah Yesus. Sebab kalau tidak, Anda akan menyesal selama-lamanya. Banyak orang yang menyia-nyiakan kasih karunia Allah. Kesabaran Allah dianggap remeh. Salib Kristus dihinakan dan tidak dihormati. Akibatnya adalah kematian.
Renungan:
Bukan zamannya kita bermain-main dengan keselamatan. Sebab penghakiman Allah itu tidak akan dapat dihindarkan oleh mereka yang menolak salib Kristus.
Yesus adalah yang terbaik dari Allah; siapa menolak yang terbaik akan menerima akibat yang terburuk.
Related posts
Jun 26
Ringkasan Kotbah : 13 June 2010
Pembicara : Pdm. Denni I. Arli
Pernahkan saudara merasa bahwa hidup yang saudara jalani saat ini tidak seperti yang saudara bayangkan atau harapkan sebelumnya. Seringkali di dalam hidup ini kita memiliki mimpi, harapan, cita-cita dan keinginnan yang hingga hari belum terjadi. Hal ini juga dialami oleh Daud, Daud mendapatkan visi dan mimpi untuk menjadi Raja. Samuel datang mengurapinya. Tetapi yang dialami Daud justru kebalikannya. Pagi ini saya rindu membagikan kepada saudara, apa yang perlu kita lakukan saat kita menunggu visi, mimpi atau harapan itu digenapi dalam hidup kita.
1. Jangan lari, Tuhan belum selesai
Seringkali kita lari dari TUhan karena kita mengganggap Tuhan tidak sanggup menggenapi janjiNya. Daud lari karena tidak percaya lagi akan penyertaan Tuhan. Sebelumnya waktu semuanya baik di dalam hidupnya, Daud percaya Tuhan menyertai, tetapi waktu semua rencananya berantakan dia merasa Tuhan melupakan dia Tuhan. Daud berada pada titik paling rendah dalam hidupnya. Saat kita berada pada posisi yang paling rendah, bukan saatnya untuk lari tapi saatnya untuk tetap percaya kepada Tuhan. Dia selalu menyertai sudara!
2. Serahkan kendali hidup saudara pada Tuhan Yesus.
Seringkali frustasi dan kekecewaan itu terjadi saat kita berusaha mengendalikan hidup kita.. Daudpun merubah cara hidupnya. Dia tidak lagi memeluk erat jabatannya sebagai Raja. Daud membiarkan Absalom untuk merebut, bia dia mau. Dia berkata di dalam 2 Samuel 15: 25-26 biarlah kehendakNya yang jadi. Mari kita berkata, Tuhan hidupku dalam tanganmu, Jalanmu bukan jalanku. Engkau tahu yang terbaik bagiku!
3. Nikmatilah perjalanan saudara selama menantikan mimpi, visi dan keinginan saudara
Tuhan lebih tertarik pada proses menuju tujuan itu daripada tujuannya. Tuhan tidak hanya mau saudara sekedar menjadi manager, direktur, suami atau istri. Tetapi Tuhan mau saudara menjadi pengusaha yang cinta Tuhan, pegawai yang cinta Tuhan, suami yang cinta Tuhan, istri yang cinta Tuhan. Saat kita menanti, sebenarnya kita punya kesempatan untuk semakin bertumbuh dan mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Yang terpenting bukan pekerjaa apa yang kita miliki atau kekayaan yang kita miliki, tetapi menjadi apakah diri saudara, orang yang mencintai Tuhan atau orang yang jauh dari Tuhan?
Marilah kita tetap percaya bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik dalam hidup kita!
Related posts
Recent Comments