Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 8 Agustus 2010

Ayat bacaan Ibrani 13:18

Ayat bacaan di atas adalah ayat yang luar biasa karena Paulus menulis di suratnya yang terakhir dan ayat yang terakhir dimana ia memberikan nasihat tentang Yesus yang tetap sama dahulu, sekarang dan selama-lamanya. Ini sangat penting karena pada jaman sekarang ini semua hal sangat mudah untuk berubah. Pada jaman akhir ini akan ada goncangan yang merubah semua hal kecuali kerajaan Allah yang tidak akan tergoyahkan. Tiga yang akan tetap sama di dalam kerajaan Allah adalah:

1. Kebaikan dan setia Allah
Keadaan kita mungkin mengalami perubahan dari detik ke detik, Tetapi setia Tuhan tidak akan pernah berubah dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Kita mungkin mempunyai masa lalu yang buruk sehingga kita tidak bisa diterima oleh lingkungan. Tetapi ada satu pribadi yaitu Yesus yang siap menerima kita. Apa yang pernah kita perbuat mungkin menyakitkan Tuhan, Tetapi itu tidak akan pernah merubah -Nya kepada kita. Kita adalah orang-orang yang sudah dilayakkan untuk menerima -Nya. Jangan pernah ragu dengan iman kita karena Tuah akan menolong kita tepat pada waktu-Nya. Tuhan akan selalu membuka tangan-Nya bagi kita yang bersunggu-sungguh mencari Dia.

2. Firman dan janji Allah
Langit dan bumi akan berlalu Tetapi perkataan Tuhan tidak akan berlalu. Kuasa-Nya sama sampai selama-lamanya dan karena itu tata bahasa yang dipakai di tentang mujizat dan kuasa Tuhan adalah waktu sekarang dan bukan waktu lalu. Ini menandakan Dia tidak berubah dulu, sekarang dan selama-lamanya. Karena itu kita Jangan seperti orang-orang yang tidak percaya dan menertawakan mujizat yang terjadi sehingga kita tidak bisa menerima mujizat.

3. Iman dalam segala hal
Miliki iman hanya kepada Tuhan yang sanggup menjawab iman dan pengharapan kita. Kita adalah ahli-ahli waris janji Tuhan karena itu percayalah kuasa Tuhan tidak berubah. Dia sanggup. Amin.

Tuhan Yesus memberkati

Related posts

Ahli Waris

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Ibu Esther Lee
Tanggal : 1 Agustus 2010

Ayat bacaan Roma 8:17

Kita berkumpul setiap hari Minggu untuk belajar menanggkap isi hati Bapa dan kemudian melakukannya dalam kehidupan kita. Saat ini banyak dari anak-anak Tuhan yang sudah mulai kehilangan identitas sebagai ahli waris kerajaan surga. Mari kita kembali kepada identitas kita yang sesungguhnya, dan sebagai anak Tuhan kita harus mengerti tugas dan tanggung jawab kita. Lalu mengapa banyak dari kita yang mulai kehilangan identitas kita? Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Yang pertama adalah trauma akan peristiwa masa lalu dan yang kedua adalah perasaan bersalah yang tidak juga hilang.

Banyak dari kita yang terpengaruh kedua hal di atas yang menyebabkan kita takut untuk maju. Ketika kita dihadapkan kepada kejadian yang membuat kita trauma ini adalah merupakan kesempatan untuk maju bersama Tuhan untuk menghadapinya sehingga kita bisa menjadi lebih dari pemenang.

Dalam Galatia 4:1 dituliskan bahwa sebelum ahli waris mengalami masa akil balik ia adalah seorang hamba. Sebagai ahli waris kita perlu mengerti bahwa kita memiliki hak dan ketika kita tidak merasa memiliki hak maka kita akan diusir.

Mari kita robek segala perkara dalam hidup kita yang membuat kita mengalami trauma. Ada tiga langkah yang perlu kita lakukan untuk mengatasi trauma dan kembali mendapatkan identitas kita sebagai ahli waris kerajaan surga yang sejati:

1. Menyadari bahwa kita adalah ahli waris
Kalau kita belum sadar maka kita tidak akan pernah menjadi ahli waris yang sejati. Apa yang ada pada kita itulah yang akan dipakai dan dilipat-gandakan oleh Tuhan untuk membawa kita mengalami akil balik.

2. Bangkit sebagai ahli waris
Setelah mengalami akil balik kita harus bangkit dan tidak membiarkan diri kita untuk terus dibelenggu trauma.

3. Lakukan sesuatu untuk sekitar kita
Setelah bangkit mari kita lakukan untuk sekeliling kita. Jangan pernah merasa dan mengatakan bahwa kita tidak memiliki apa-apa.

Mari kita buang segala trauma dan perasaan bersalah sehingga kita bisa bangkit untuk menjadi ahli waris yang sejati. Amin.

Tuhan Yesus memberkati

Related posts

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Ardian Ardana
Tanggal : 25 Juli 2010

Mazmur 84: 5-7

Sebagai manusia kita akan mengalami perjalanan hidup dan dalam perjalanan itu akan ada berbagai hal yang akan kita alami dan lalui. Kita perlu belajar untuk mengandalkan Tuhan semata-mata seperti ayat bacaan di atas, bahwa kita yang mengandalkan Tuhan adalah orang-orang yang berbahagia. Sebagai manusia kita membutuhkan kekuatan dari Tuhan karena ayat 7 dituliskan bahwa kita akan melewati lembah baka atau tangisan.

Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kita tidak akan melewati kesulitan, tetapi Ia berjanji bahwa Ia akan menyertai kita senantiasa dalam perjalanan hidup kita. Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita ditakdirkan untuk menjadi lebih dari pemenang.

Dalam Ibrani 11: 21 dituliskan bagaimana Yakub memberkati kedua anak Yusuf sambil bersandar kepada tongkatnya. Ini melambangkan bahwa Yakub memberkati kedua cucunya dengan berkat yang baru.

Dalam 1 Samuel 17: 40 dituliskan bahwa Daud mengambil tongkatnya dahulu sebelum dia mengambil batu-batu di sungai. Ini menunjukkan bagaimana Daud melihat peristiwa-peristiwa yang sudah ia lalui bersama Tuhan karena ia mengukir semuanya itu di tongkatnya, seperti Yakub. Daud melihat pernyataan Tuhan dalam hidupnya dan dalam kemenangan-kemenangan yang ia alami.

Sebagai anak Tuhan kita sudah diurapi-Nya dan kita harus tahu akan hal ini. Daud mencuri dan melihat Tuhan terlebih dahulu, ia tidak melihat kepada Goliath (persoalan). Kepuasan Daud ada dalam Tuhan.

Apa yang kita ukir di tongkat kehidupan kita? Kekalahan atau kemenangan? Yang harus kita tulis adalah kemenangan demi kemenangan kita bersama Tuhan. Dalam 2 Raja-raja 4: 25-29 diceritakan tentang hamba Elisa yang meskipun membawa tongkat Elisa tidak bisa membantu perempuan Sunem. Ini artinya bahwa kita tidak bisa menggunakan pengalaman orang lain, kita harus memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan. Dengan Demikian kita tidak akan mengukir sakit hati, kekecewaan atau kedengkian di tongkat kehidupan kita, melainkan kita akan mengukirnya dengan kemenangan demi kemenangan yang kita alami bersama Tuhan. Amin.

Tuhan Yesus memberkati

Related posts

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Ps Marcel
Tanggal : 18 Juli 2010

Lebih dari Pemenang

Semua dari kita tentu mau untuk menjadi lebih dari pemenang. Untuk menjadi pemenang ada tiga hal yang akan kita lalui:

1. Harus melewati pencobaan
Dalam Kisah Para Rasul 14:19-22 diceritakan tentang Paulus yang dilempari batu sampai hampir mati. Terkadang inilah yang kita alami dalam kehidupan kita yaitu mengalami kondisi yang hampir mati untuk mengalami hal yang lebih dahsyat lagi. Terkadang ini yang harus kita alami untuk masuk ke dalam kerajaan Allah. Ini adalah kesempatan untuk kita lebih bertekun dalam iman. Iman kita harus bertumbuh semakin besar dari hari ke hari. Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil.

2. Pencobaan yang ada hanya untuk satu masa ( 1 Petrus 1:6-7)
Ada waktunya ujian, tantangan dan sengsara yang kita alami akan habis dan setiap waktu akan berakhir dan kita akan menjadi semakin kuat selama kita ada bersama Tuhan. Banyak hal yang sudah disediakan Tuhan bagi kita setelah kita melewati masa-masa kesulitan kita dan kita keluar sebagai pemenang. Janji Tuhan adalah Ia akan menguatkan kita dan melengkapi kita. Janganlah kita mencari berkat dan kesembuhan Tetapi marilah kita mencari Sumber dari berkat dan kesembuhan itu yaitu Yesus.

3. Pencobaan yang kita alami itu biasa (Yakobus 1:2-3)
Mari kita alami kehidupan bersama Tuhan dari hari ke hari sehingga kita bisa menerima sesama dengan penuh . Pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan yang biasa. Firman Tuhan itu ya dan amin. Dan pada waktu kita dicobai Ia akan memberikan jalan keluar agar kita mampu menanggungnya. Amin.

Tuhan Yesus memberkati

Related posts

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Ibu Dion Takariana
Tanggal : 11 Juli 2010

Mazmur 84: 4-7, 13

Kita melakukan berbagai hal dan cara untuk mendapatkan kebahagiaan. Ada yang dengan bekerja keras, ada yang dengan pergi ke berbagai tempat yang indah dan ada yang melakuan hobbinya. Tetapi kebahagian yang sejati adalah kebahagian yang menurut firman Tuhan. Ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk mendapat kebahagiaan yang sejati:

1. Kita diam dalam rumah Tuhan (ayat 5)
Orang yang diberkati adalah orang yang diam dalam rumah Tuhan. Dunia mengajarkan bahwa kita baru bahagia jika memiliki uang, hati yang damai dan kesehatan. Tetapi firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus memiliki hubungan yang intim dengan-Nya dan Ia berjanji untuk mengenyangkan kita. Kita diciptakan dengan kebutuhan untuk bergaul dengan Tuhan dan kebutuhan ini tidak akan bisa dipuaskan oleh hal-hal dunia. Jangan biarkan kesibukan kita menghalangi hubungan pribadi kita dengan Tuhan karena ini adalah inti dari kehidupan kita. Dan selama hubungan kita dengan Tuhan benar maka hubungan kita dengan sesama juga akan baik. Isi pikiran dan hati kita dengan firman Tuhan sehingga pikiran dan perkataan kita positif.

2. Kita terus memuji Tuhan
Bapa kita mengajarkan bahwa Ia bertahta di atas puji-pujian kita. Dan jika ada hal-hal yang akan dating mengganggu impian kita, Bapa sendiri yang akan bangkit dan membela, menolong dan menyertai kita. Ia sudah memberikan nyawa-Nya untuk kita, tidak mungkin Ia tidak cukupkan kebutuhan kita sehari-hari. Firman Tuhan sudah dituliskan masa depan kita, tugas kita hanya menyenangkan-Nya. Bapa tergerak oleh iman kita bukan bukan oleh keluhan atau ratapan kita. Bapa suka dengan orang yang bersuka cita dalam Dia. Kenyangkan jiwa kita dengan firman Tuhan maka apapun yang ada di dunia tidak akan menggoyahkan kita.

3. Kita mengandalkan dan percaya Tuhan (ayat 6 & 13)
Mari kita beriman dan hanya mengandalkan Dia dalam keseharian kita. Bapa tidak akan pernah mengecewakan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Ia akan melakukan apapun juga untuk memberkati kita. Amin

Tuhan Yesus memberkati

Related posts

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in