Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdm. Denni Arli
Tanggal : 28 February 2010

Di dalam alkitab terdapat banyak simbol2 dan angka2 yang dapat kita pelajari. Di dalam Alkitab terdapat angka 40 yang merupakan symbol masa ‘askesis’ atau suatu masa latihan, tantangan, kesulitan yang kita hadapi di dalam hidup kita yang seakan2 kita tidak tahu kapan akan berakhir dan kenapa harus terjadi . Ada empat contoh yang akan saya bagikan:
1. Keluaran 16: 35, “Bangsa Israel 40 tahun di padang gurun”
Bangsa Israel berapa di padang gurun selama 40 tahun. Mereka hidup tanpa bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Mereka belajar untuk hidup percaya sepenuhnya pada Tuhan, bahwa Tuhan akan selalu mencukupi setiap kebutuhan kita. Dalam Nehemia 9: 21 dikatakan bahwa pakaian mereka tidak rusak dan kaki mereka tidah bengkak. Saat ini pun Tuhan mau untuk kita hidup percaya pada berkat Tuhan.
2. Kisah Rasul 7:30, “Musa di Midian”. Saat itu Musa menggembalakan kambing
domba Yitro, melakukan hal2 rutin, yang seakan-akan tidak berguna. Sama seperti Daud, menggembalakan kawanan domba. Dia tidak tahu kalo dia bakal melawan Goliath. Daud bersyukur bahwa dia sudah berlatih melawan beruang. Hanya lewat tantangan, kesulitan dan cobaan kita bisa bertumbuh. Atlit bisa menang kalo dia berlatih sampai sakit. Saat kita melewati masa ini Tuhan mau mengeluarkan yang terbaik dari kita. Mempersiapkan kita untuk perkara yang lebih besar. Tuhan mempersiapkan saudara. Tuhan tahu tantangan apa yang akan terjadi dan dia mempersiapkan kita semua.
3. I Raja2 18:8 ‘Elisa lari selama 40 hari’. Masa askesis ini adalah masa dimana Tuhan Membentuk karakter kita untuk lebih rendah hati. Untuk kita bisa menghargai orang lain. Bagaimana kita bisa menghargai persoalan orang kalo kita sendiri tidak pernah mengalaminya.
4. Kisah para rasul 1:1-3” Yesus menunjukkan dirinya”. Saat-saat terakhir dari Yesus,
selama 40 hari dia menunjukkan diriNya kepada murid2Nya. Dia tidak melupakan orang2 yang ditinggalkan. Tuhan mau berkata bahwa didalam persoalan atau tantangan apapun yang kita hadapi Tuhan akan selalu menolong dan menyertai kita. Dalam Mazmur 56:9 Tuhan berkata ‘Airmataku kau tampung dalam kirbatmu, dalam Lukas 12:7 ‘bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Kalau semua ini Tuhan perhatikan apalagi hidup kita. Masa askesis ini adalah masa yang penting. Masa iman kita bertumbuh didalam Tuhan dan kita siap melakukan perkara2 yang lebih besar didalam Tuhan. Biarlah kita tetaplah setia dan percaya akan kebaikan Tuhan.

Hidup Karena Iman

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah: Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 21 Februari 2010

Ayat bacaan 2 Korintus 5:7

Ada tiga hal yang akan kita pelajari tentang hidup bersama Bapa:
1. Hidup bukan karena melihat
Banyak dari kita yang hidup dengan dipengaruhi oleh mata kita yang melihat apa yang terjadi di sekitar kita. Jika mata kita melihat hal yang buruk atau sukar, maka ini yang akan mempengaruhi iman/pengharapan/suka cita/damai sejahtera kita. Thomas adalah contoh tokoh di Alkitab yang hidup dari melihat. Thomas tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit dari kematian sebelum ia menusukkan jari tangannya ke luka-luka yang dialami Yesus. Iman kita tidak boleh dipengaruhi oleh mata jasmani kita. Jangan sandarkan suka cita dan pengharapan kita kepada apa yang kita lihat sehari-hari.

2. Hidup karena percaya
Kita harus hidup karena percaya akan Yesus. Dalam Amsal 3:5 dituliskan agar kita percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Rut adalah contoh di Alkitab yang hidup karena percaya. Ketika suami dan mertua laki-lakinya meninggal, Rut tidak meninggalkan mertua perempuannya sendirian melainkan Rut ikut bersama mertua perempuannya kembali ke Israel. Rut hanya percaya bahwa kehidupannya akan lebih baik. Rut tetap percaya dan akhirnya ia diperistri oleh Boas.

3. Hidup karena firman Tuhan
Kita dapat hidup dan dikuatkan karena mendengar firman Tuhan. Biasakanlah setiap kali setelah kita mendengar firman Tuhan untuk membalasnya dengan ucapan “Amin” yang artinya “Ya, aku percaya” atau dalam bahasa Inggrisnya “so be it unto me”.

Dalam 1 Petrus 3:10 diajarkan syarat untuk kita mendapatkan hari-hari baik yaitu dengan menjaga lidah kita dari perkataan jahat. Perkataan tidak percaya kepada Tuhan dan sikap yang menggerutu. Ketika Yosua memimpin umat Israel untuk menyerang Yeriko, Tuhan member tahu Yosua untuk memerintahkan umat Israel untuk tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ini dilakukan agar kejadian 40 tahun sebelumnya tidak terulang, ketika umat Israel menggerutu ketika mengetahui bahwa tanah yang dijanjikan Tuhan didiami oleh orang-orang raksasa.

Kalau kita mencintai Tuhan dengan segenap hati, maka perkara-perkara yang tidak pernah kita lihat itulah yang Tuhan sediakan bagi kita. Mari kita hidup bukan karena melihat, tetapi karena kita percaya dan beriman kepada Bapa.

“Be still and know I’m God”.

Tuhan Yesus memberkati.

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah: Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 7 Februari 2010

Ayat bacaan 1 Samuel 4:19-22

Dalam ayat bacaan di atas diceritakan ketika menantu perempuan imam Eli mendengar kabar bahwa Tabut Perjanjian sudah diambil oleh orang Filistin dan mertua laki-laki dan suaminya sudah meninggal dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Dan karena semua kejadian buruk yang dialaminya dia kemudian menamai anak itu Ikabod yang artinya “telah lenyap kemuliaan dari Israel”. Yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini adalah jangan menamakan masa depan kita berdasar keadaan kita sekarang. Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini:

1. Jangan namai masa depan berdasar keadaan sekarang
Nama yang kita miliki ditentukan oleh orang tua kita dan seringkali masa depan seseorang dipengaruhi oleh namanya. Dalam hidup kita akan sering mendengar berita yang negatif, tetapi jangan namakan masa depan kita berdasarkan hal negatif saat ini karena masa depan kita bukan rancangan kecelakaan dan karena masa depan kita ditentukan oleh Bapa di surga.

2. Namakan masa depan berdasar nama dari Tuhan
Tuhan memanggil kita bukan dengan nama lama kita, tetapi Ia memanggil kita dengan nama baru yang Ia berikan untuk kita. Dalam Efesus 3:15 dituliskan bahwa kita semua menerima nama-Nya.

3. Namakan masa depan berdasar iman
Kita harus lebih fokus pada segala sesuatu yang tidak terlihat oleh mata jasmani kita. Yang kelihatan adalah sementara tetapi yang tidak kelihatan itu sifatnya kekal dan hanya bisa dilihat oleh mata rohani kita. Dengan iman kita hidup berdasar percaya kita pada Yesus.

Penglihatan jasmani kita berbicara tentang apa yang bisa kita lihat, tetapi penglihatan rohani/iman adalah penglihatan terhadap apa yang akan terjadi dalam hidup kita karena Bapa. Karena itu mari kita miliki iman seperti seorang janda yang diceritakan Yesus dalam Lukas 18:1-8. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah: Pdt. Erny
Tanggal : 31 Januari 2010

Ayat bacaan Roma 8:37

Kemenangan yang Tuhan ingin berikan kepada kita adalah kemenangan yang sempurna. Ada tiga kemenangan yang kita terima:

1. Menang atas ketakutan (Kejadian 32:7-11)
Dalam ayat ini diceritakan bagaimana Yakub sedang mengalami ketakutan ketika akan bertemu kembali dengan Esau dan dia berdoa kepada Tuhan. Ketika ketakutan datang maka ditengah-tengah ketakutan itu Tuhan hadir. Jangan kita tinggal diam dalam ketakutan tetapi bergeraklah maju dan bertumbuh dalam Tuhan. Ketika kita takut katakana kita takut dan tetap berpegang kepada firman Tuhan serta bergumul dalam doa dengan sungguh-sungguh.

2. Menang atas kekecewaan (Kejadian 50:19-20)
Dalam ayat di atas diceritakan tentang kehidupan Yusuf yang pernah dikecewakan dan dijual, difitnah dan dilupakan, tetapi dalam semua ini dia tidak pernah sekalipun sakit hati. Yusuf menang dan tidak hancur dalam kekecewaan karena ia sibuk menikmati penyertaan dan hadirat Tuhan.

3. Menang atas kegagalan (Lukas 22:31_34)
Dalam ayat ini diceritakan tentang Petrus yang mengalami kegagalan dalam mengakui Yesus. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan, tetapi jangan pernah gagal untuk mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Kita harus tahu apa yang Tuhan sedang kerjakan untuk kita. Petrus menang karena ia bertobat dengan sungguh-sungguh. Dalam Lukas 22:62 dituliskan bagaimana Petrus menangis dan menyesal dengan sungguh-sungguh karena ia sudah menyangkal Yesus. Yesus juga berdoa agar iman Petrus tidak gugur.

Tuhan tahu semua persoalan kita. Marilah kita tetap berpegang kuat pada firman-Nya dan Ia akan memberikan kemenangan atas kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Membangun Manusia Rohani

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah: Pdt. Wighan Sugandi
Tanggal : 24 January 2010

(2 Korintus 4:16)

Kualitas manusia jasmani kita yaitu kesehatan, kekuatan, panca indra dan lain-lain akan terus menurun dari waktu ke waktu walaupun kita rajin berolah-raga. Tetapi manusia rohani kita bisa semakin besar dan kuat. Dalam Efesus 1:2 dituliskan bahwa Bapa sudah menyediakan segala berkat rohani bagi kita. Karena berkat yang sudah disediakan adalah berkat rohani, maka manusia jasmani tidak akan bisa mengaksesnya. Manusia rohanilah yang bisa mengakses semua berkat yang sudah disediakan oleh Bapa bagi kita.

Dalam Yohanes 6:25-26 diceritakan Yesus yang menegur orang-orang yang mencari Dia karena mereka sudah kenyang. Karena itu jangan ikut Tuhan karena kita mau kenyang secara jasmani.

Ada empat alasan mengapa kita harus membangun manusia rohani kita:
1. Allah adalah Roh (1 Korintus 2:10)
Karena Allah adalah Roh maka hanya manusia rohani yang bisa mengenali Dia. Allah adalah suatu Pribadi maka kita harus menghormati Dia dengan sungguh-sungguh dan tidak menyinggung Dia dengan perbuatan-perbuatan kita yang tidak berkenan.

2. Agar kita bisa tahu apa yang dikaruniakan Allah (1 Korintus 2:12)
3. Manusia roh yang lemah tidak bisa menerima berkat Allah (1 Korintus 2:14)
Berkat Tuhan akan terus dicurahkan atas kita dan jika manusia roh kita hanya sebesar gelas maka sebanyak itulah berkat yang kita terima. Latih manusia roh kita agar bertumbuh sehingga semakin banyak pula berkat yang bisa kita terima. Latih manusia rohani kita dengan pengenalan akan Allah. Salah satu contoh adalah ketika seorang janda menuang minyak ke bejana-bejana, karena begitu bejana habis maka berhentilah minyak mengalir.
4. Memampukan kita memiliki sesuatu (1 Korintus 2:15)
Ketika manusia roh kita sudah kuat, kita tidak perlu tanda-tanda dari Allah karena manusia roh yang tajam akan tahu suara dan kehendah Bapa dalam hidupnya.

Tokoh di Alkitab yang manusia rohaninya tidak pertumbuh atau menjadi dewasa adalah Gideon dan Simson karena mereka selalu minta tanda dari Tuhan. Sedangkan salah satu tokoh Alkitab yang mengalami pertumbuhan manusia rohani adalah Petrus.

Mari kita miliki pikiran Kristus agar kita bisa bertumbuh dalam iman. Ada tiga tahapan yaitu baik, berkenan dan sempurna. Dan berusahalah untuk mencapai kesempurnaan di dalam Bapa. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in