Jul 24
Ringkasan Kotbah : Pdt. Beto
Tanggal : 4 Juli 2010
Matius 28:19-20
Sejak kita lahir baru dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, kita perlu bertanya apa yang sudah kita berikan untuk Dia. Tuhan menyelamatkan kita bukan karena kemampuan kita melainkan semata-mata karena Ia mengasihi kita.
Ayat acuan di atas mengajarkan kepada kita agar kita mengabarkan berita keselamatan dan juga firman dan kebenaran Tuhan kepada semua bangsa.
Sebagai anak Tuhan perjalanan kita tidak berhenti setelah kita dibaptis, meskipun banyak yang seperti itu. Tetapi melalui ayat di atas kita boleh belajar bahwa dibaptis bukanlah akhir tetapi baru permulaan karena tugas kita selanjutnya adalah mengabarkan injil yang adalah berita kesukaan. Kita jangan hanya mau datang dan kemudian duduk-duduk di gereja. Melainkan Marilah kita menjadi anak Tuhan yang gila dan tergila-gila akan Tuhan. Mari kita gunakan setiap kesempatan untuk bersaksi dan menjadi saksi bagi Dia.
Roh Kuasa yang sudah mengalahkan maut 2000 tahun yang lalu adalah Roh yang sama saat ini. Mari kita membuat dampak kepada tempat di mana kita tinggal. Kita sudah jatuh dalam dosa, tetapi Tuhan masih dan selalu mencintai kita dan Ia tetap merindukan kita untuk kembali kepada-Nya. Karena itu marilah kita kita isi hidup kita untuk kemuliaan-Nya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Related posts
Jul 03
Ringkasan Kotbah : Pdt. Wighan Sugandi
Tanggal : 27 June 2010
Ayat bacaan Yohanes 8: 30-44 and Ibrani 13:8
Isi hati Tuhan tidak pernah berubah. Dia tetap sama dulu, sekarang dan selamanya. Ini berarti bahwa Tuhan itu kekal.
Dalam Yohanes dituliskan bagaimana firman Tuhan yang benar harus bisa membawa kita kepada apa yang Tuhan lihat, merasakan seperti apa yang Tuhan rasakan dan mengerti seperti apa yang Tuhan mengerti.
Dalam Lukas 12:23-24 dituliskan tentang pengajaran Yesus yang radikal dan berbeda dengan pengajaran para ahli Taurat pada masa itu. Yesus mengajarkan agar kita berjuang untuk menjaga keselamatan yang sudah kita terima dengan gratis dari Tuhan.
Janganlah kita pernah berpikir bahwa tugas dari Tuhan hanya untuk menjawab doa-doa kita. Dan kualitas anak-anak Tuhan yang sesungguhnya adalah ketika pencobaan datang.
Dalam Ibrani 11:8-9 dituliskan Abraham yang sudah berada di tanah perjanjian tetapi ia tetap menganggap bahwa ia masih berada di tanah asing. Apa tanah perjanjian kita? Abraham hanya mendirikan dan tinggal di kemah yang artinya bahwa ia siap untuk hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Abraham mengerti dan menginginkan tanah perjanjian yang sesungguhnya dari Tuhan (ayat 10).
Dalam Matius 6:28-32 di ajarkan agar kita mencari dahulu kerajaan Allah dan tidak kuatir akan hal-hal yang lain. Mari kita miliki pandangan seperti pandangan yang dimiliki Tuhan.
Dalam 2 Korintus 4:16-19 dituliskan bahwa pada akhirnya hanya aka nada dua pribadi yaitu pribadi Allah dan manusia.
Dalam Yohanes 17:3 dituliskan apa itu kehidupan yang kekal yaitu kita mengenal Tuhan sebagai satu-satunya Allah yang benar dan Yesus yang telah diutus-Nya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Related posts
Jun 26
Ringkasan Kotbah : 13 June 2010
Pembicara : Pdm. Denni I. Arli
Pernahkan saudara merasa bahwa hidup yang saudara jalani saat ini tidak seperti yang saudara bayangkan atau harapkan sebelumnya. Seringkali di dalam hidup ini kita memiliki mimpi, harapan, cita-cita dan keinginnan yang hingga hari belum terjadi. Hal ini juga dialami oleh Daud, Daud mendapatkan visi dan mimpi untuk menjadi Raja. Samuel datang mengurapinya. Tetapi yang dialami Daud justru kebalikannya. Pagi ini saya rindu membagikan kepada saudara, apa yang perlu kita lakukan saat kita menunggu visi, mimpi atau harapan itu digenapi dalam hidup kita.
1. Jangan lari, Tuhan belum selesai
Seringkali kita lari dari TUhan karena kita mengganggap Tuhan tidak sanggup menggenapi janjiNya. Daud lari karena tidak percaya lagi akan penyertaan Tuhan. Sebelumnya waktu semuanya baik di dalam hidupnya, Daud percaya Tuhan menyertai, tetapi waktu semua rencananya berantakan dia merasa Tuhan melupakan dia Tuhan. Daud berada pada titik paling rendah dalam hidupnya. Saat kita berada pada posisi yang paling rendah, bukan saatnya untuk lari tapi saatnya untuk tetap percaya kepada Tuhan. Dia selalu menyertai sudara!
2. Serahkan kendali hidup saudara pada Tuhan Yesus.
Seringkali frustasi dan kekecewaan itu terjadi saat kita berusaha mengendalikan hidup kita.. Daudpun merubah cara hidupnya. Dia tidak lagi memeluk erat jabatannya sebagai Raja. Daud membiarkan Absalom untuk merebut, bia dia mau. Dia berkata di dalam 2 Samuel 15: 25-26 biarlah kehendakNya yang jadi. Mari kita berkata, Tuhan hidupku dalam tanganmu, Jalanmu bukan jalanku. Engkau tahu yang terbaik bagiku!
3. Nikmatilah perjalanan saudara selama menantikan mimpi, visi dan keinginan saudara
Tuhan lebih tertarik pada proses menuju tujuan itu daripada tujuannya. Tuhan tidak hanya mau saudara sekedar menjadi manager, direktur, suami atau istri. Tetapi Tuhan mau saudara menjadi pengusaha yang cinta Tuhan, pegawai yang cinta Tuhan, suami yang cinta Tuhan, istri yang cinta Tuhan. Saat kita menanti, sebenarnya kita punya kesempatan untuk semakin bertumbuh dan mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Yang terpenting bukan pekerjaa apa yang kita miliki atau kekayaan yang kita miliki, tetapi menjadi apakah diri saudara, orang yang mencintai Tuhan atau orang yang jauh dari Tuhan?
Marilah kita tetap percaya bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik dalam hidup kita!
Related posts
Jun 26
Ringkasan Kotbah : Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 20 June 2010
Ayat bacaan Markus 4: 35-41
Dalam ayat bacaan di atas diceritakan bagaimana Yesus menenangkan badai topan yang melanda, dan ini adalah suatu peristiwa yang luar biasa karena tidak ada orang lain yang mampu melakukannya. Danau Tiberias di mana badai itu terjadi adalah danau yang cukup luas sehingga merupai lautan. Murid-murid Yesus di dalam kapal berusaha mengatasinya tetapi tidak berhasil dan mulai memanggil-manggil Yesus. Dalam kehidupan ini kitapun pasti akan mengalami badai, tetapi janganlah takut karena kita akan lihat lima hal yang dapat membantu kita mengatasi badai dalam kehidupan:
1. Setiap kita pasti mengalami badai kehidupan
Tidak peduli siapa atau apa kita ini, badai kehidupan pasti akan kita alami. Badai itu adalah sesuatu yang normal dan wajar. Ketika kita mengalami badai ucapkanlah “pencobaan yang kualami adalah pencobaan biasa dan Tuhan akan memberi jalan keluar”.
2. Yesus juga berdoa untuk kita
Doa kita terbatas, tetapi Yesus yang kita sembah tidak terbatas doa-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa ditengah badai sekalipun Yesus akan selalu ada bersama kita.
3. Badai yang kita alami pasti berlalu
Semua badai yang kita alami pasti akan berlalu/berhenti. Badai itu sementara dan pasti akan lewat.
4. Ada berkat Tuhan di tengah badai
Sekarang mungkin kita sedang ditengah badai kehidupan dan menangis kepada Tuhan. Tetapi ingatlah selalu bahwa akan ada waktunya ketika kita sedang mengalami badai di masa depan kita akan berjalan di atas badai itu bersama Yesus. Seperti Petrus yang memiliki pengertian yang berbeda ketika mengalami badai yang kedua. Dia meminta kepada Yesus agar dia bisa berjalan dia atas air. Ada kalanya kegagalan terjadi agar kita berhasil, mundur agar kita maju.
5. Ada perlindungan Tuhan di tengah badai
Ketika murid-murid mengalami badai mereka merasa takut, tetapi kita harus tahu bahwa Tuhan tidak mau kita memiliki rasa takut. Dan ketika Yesus ada bersama kita, kita tidak akan tenggelam dalam kegagalan. Kiri dan kanan kita boleh rebah tetapi Tuhan yang selalu bersama kita akan melindungi kita senantiasa.
Tuhan Yesus memberkati
Related posts
Jun 12
Ringkasan Kotbah : Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 6 June 2010
Ayat bacaan 1 Tawarih 4: 9-10
Arti nama Yabes adalah “aku telah melahirkan dia dengan kesakitan”. Ini adalah arti nama yang tidak enak. Tetapi Yabes tumbuh besar dan menjadi guru besar dari ahli taurat serta memiliki banyak murid. Bahkan ada sebuah kota yang dinamai menurut namanya. Nama Yabes memiliki arti kesedihan, kepahitan, kesakitan atau masalah. Ini menunjukkan adanya kebencian dari ibu Yabes. Jika seseorang memiliki nama yang artinya seperti arti nama Yabes, akan sulit bagi orang itu untuk bertumbuh dewasa dan berhasil. Akan tetapi Yabes berhasil dan ada tiga hal yang menjadi penyebabnya:
1. Tidak mengindahkan perkataan negatip orang lain
Seringkali perkataan yang keluar dari mulut orang adalah perkataan negatip bahkan orang-orang yang dekat dengan kita, dan jika kita menerima saja perkataan itu maka itu akan dapat mempengaruhi pertumbuhan kita. Perkataan negatip harus kita abaikan. Yang harus kita dengar adalah perkataan Tuhan. Kita adalah seperti yang Tuhan katakana atas kita. Contoh terbaik adalah ketika Yesus pulang ke kampong halaman-Nya dan orang-orang kotanya merendahkan Dia. Yesus tidak menghiraukannya. Ini yang harus kita contoh, yaitu tidak menghiraukan perkataan negatip yang kita dengar.
2. Percaya kepada perkataan firman
Rahab adalah seorang wanita tuna susila dan dianggap memberikan pengaruh yang buruk terhadap kota di mana ia tinggal. Ketika mata-mata Israel datang ke kotanya, ia mengambil keputusan untuk membantu mereka dan meminta agar ketika bangsa Israel menyerbu ia dan keluarganya tidak dibunuh. Rahab hanya mendengar bagaimana Tuhan menyertai bangsa Israel sejak dari Mesir. Demikian pula dengan Yabes yang belajar firman dan melepaskan semua perkataan negatip ibunya. Manusia mungkin lupa akan Tuhan, tetapi mata Tuhan selalu tertuju kepada kita senantiasa. Dengar perkataan Tuhan yang membangun dan menghibur.
3. Berdoa
Yabes senantiasa berdoa, dan dia berdoa agar Tuhan memberkati ia berlimpah-limpah, meluaskan daerahnya, meminta tangan Tuhan bersamanya selalu dan agar Tuhan melindungi dari malapetaka. Mari kita selalu berdoa setiap saat.
Tuhan Yesus memberkati
Related posts
Recent Comments