Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Beto
Tanggal : 4 Juli 2010

Matius 28:19-20

Sejak kita lahir baru dengan menerima Yesus sebagai dan Juru Selamat kita, kita perlu bertanya apa yang sudah kita berikan untuk Dia. menyelamatkan kita bukan karena kemampuan kita melainkan semata-mata karena Ia mengasihi kita.

Ayat acuan di atas mengajarkan kepada kita agar kita mengabarkan berita keselamatan dan juga firman dan kebenaran kepada semua bangsa.

Sebagai anak perjalanan kita tidak berhenti setelah kita dibaptis, meskipun banyak yang seperti itu. Tetapi melalui ayat di atas kita boleh belajar bahwa dibaptis bukanlah akhir tetapi baru permulaan karena tugas kita selanjutnya adalah mengabarkan yang adalah berita kesukaan. Kita jangan hanya mau datang dan kemudian duduk-duduk di gereja. Melainkan Marilah kita menjadi anak yang gila dan tergila-gila akan . Mari kita gunakan setiap kesempatan untuk bersaksi dan menjadi saksi bagi Dia.

Roh Kuasa yang sudah mengalahkan maut 2000 tahun yang lalu adalah Roh yang sama saat ini. Mari kita membuat dampak kepada tempat di mana kita tinggal. Kita sudah jatuh dalam dosa, tetapi masih dan selalu mencintai kita dan Ia tetap merindukan kita untuk kembali kepada-Nya. Karena itu marilah kita kita isi hidup kita untuk kemuliaan-Nya. Amin.

Yesus memberkati

Related posts

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Wighan Sugandi
Tanggal : 27 June 2010

Ayat bacaan Yohanes 8: 30-44 and Ibrani 13:8

Isi hati tidak pernah berubah. Dia tetap sama dulu, sekarang dan selamanya. Ini berarti bahwa itu kekal.

Dalam Yohanes dituliskan bagaimana firman yang benar harus bisa membawa kita kepada apa yang lihat, merasakan seperti apa yang rasakan dan mengerti seperti apa yang mengerti.

Dalam Lukas 12:23-24 dituliskan tentang pengajaran Yesus yang radikal dan berbeda dengan pengajaran para ahli Taurat pada masa itu. Yesus mengajarkan agar kita berjuang untuk menjaga keselamatan yang sudah kita terima dengan gratis dari .

Janganlah kita pernah berpikir bahwa tugas dari hanya untuk menjawab doa-doa kita. Dan kualitas anak-anak yang sesungguhnya adalah ketika pencobaan datang.

Dalam Ibrani 11:8-9 dituliskan Abraham yang sudah berada di tanah perjanjian tetapi ia tetap menganggap bahwa ia masih berada di tanah asing. Apa tanah perjanjian kita? Abraham hanya mendirikan dan tinggal di kemah yang artinya bahwa ia siap untuk hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Abraham mengerti dan menginginkan tanah perjanjian yang sesungguhnya dari (ayat 10).

Dalam Matius 6:28-32 di ajarkan agar kita mencari dahulu kerajaan Allah dan tidak kuatir akan hal-hal yang lain. Mari kita miliki pandangan seperti pandangan yang dimiliki .

Dalam 2 Korintus 4:16-19 dituliskan bahwa pada akhirnya hanya aka nada dua pribadi yaitu pribadi Allah dan manusia.

Dalam Yohanes 17:3 dituliskan apa itu kehidupan yang kekal yaitu kita mengenal sebagai satu-satunya Allah yang benar dan Yesus yang telah diutus-Nya. Amin.

Yesus memberkati

Related posts

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : 13 June 2010
Pembicara : Pdm. Denni I. Arli

Pernahkan saudara merasa bahwa hidup yang saudara jalani saat ini tidak seperti yang saudara bayangkan atau harapkan sebelumnya. Seringkali di dalam hidup ini kita memiliki mimpi, harapan, cita-cita dan keinginnan yang hingga hari belum terjadi. Hal ini juga dialami oleh Daud, Daud mendapatkan visi dan mimpi untuk menjadi Raja. Samuel datang mengurapinya. Tetapi yang dialami Daud justru kebalikannya. Pagi ini saya rindu membagikan kepada saudara, apa yang perlu kita lakukan saat kita menunggu visi, mimpi atau harapan itu digenapi dalam hidup kita.
1. Jangan lari, belum selesai
Seringkali kita lari dari karena kita mengganggap tidak sanggup menggenapi janjiNya. Daud lari karena tidak percaya lagi akan penyertaan . Sebelumnya waktu semuanya baik di dalam hidupnya, Daud percaya menyertai, tetapi waktu semua rencananya berantakan dia merasa melupakan dia . Daud berada pada titik paling rendah dalam hidupnya. Saat kita berada pada posisi yang paling rendah, bukan saatnya untuk lari tapi saatnya untuk tetap percaya kepada . Dia selalu menyertai sudara!

2. Serahkan kendali hidup saudara pada Yesus.
Seringkali frustasi dan kekecewaan itu terjadi saat kita berusaha mengendalikan hidup kita.. Daudpun merubah cara hidupnya. Dia tidak lagi memeluk erat jabatannya sebagai Raja. Daud membiarkan Absalom untuk merebut, bia dia mau. Dia berkata di dalam 2 Samuel 15: 25-26 biarlah kehendakNya yang jadi. Mari kita berkata, hidupku dalam tanganmu, Jalanmu bukan jalanku. Engkau tahu yang terbaik bagiku!

3. Nikmatilah perjalanan saudara selama menantikan mimpi, visi dan keinginan saudara
lebih tertarik pada proses menuju tujuan itu daripada tujuannya. tidak hanya mau saudara sekedar menjadi manager, direktur, suami atau istri. Tetapi mau saudara menjadi pengusaha yang cinta , pegawai yang cinta , suami yang cinta , istri yang cinta . Saat kita menanti, sebenarnya kita punya kesempatan untuk semakin bertumbuh dan mengenal lebih dekat lagi. Yang terpenting bukan pekerjaa apa yang kita miliki atau kekayaan yang kita miliki, tetapi menjadi apakah diri saudara, orang yang mencintai atau orang yang jauh dari ?

Marilah kita tetap percaya bahwa pasti memberikan yang terbaik dalam hidup kita!

Related posts

Mengatasi Badai Kehidupan

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 20 June 2010

Ayat bacaan Markus 4: 35-41

Dalam ayat bacaan di atas diceritakan bagaimana Yesus menenangkan badai topan yang melanda, dan ini adalah suatu peristiwa yang luar biasa karena tidak ada orang lain yang mampu melakukannya. Danau Tiberias di mana badai itu terjadi adalah danau yang cukup luas sehingga merupai lautan. Murid-murid Yesus di dalam kapal berusaha mengatasinya tetapi tidak berhasil dan mulai memanggil-manggil Yesus. Dalam kehidupan ini kitapun pasti akan mengalami badai, tetapi janganlah takut karena kita akan lihat lima hal yang dapat membantu kita mengatasi badai dalam kehidupan:
1. Setiap kita pasti mengalami badai kehidupan
Tidak peduli siapa atau apa kita ini, badai kehidupan pasti akan kita alami. Badai itu adalah sesuatu yang normal dan wajar. Ketika kita mengalami badai ucapkanlah “pencobaan yang kualami adalah pencobaan biasa dan akan memberi jalan keluar”.

2. Yesus juga berdoa untuk kita
Doa kita terbatas, tetapi Yesus yang kita sembah tidak terbatas doa-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa ditengah badai sekalipun Yesus akan selalu ada bersama kita.

3. Badai yang kita alami pasti berlalu
Semua badai yang kita alami pasti akan berlalu/berhenti. Badai itu sementara dan pasti akan lewat.

4. Ada berkat di tengah badai
Sekarang mungkin kita sedang ditengah badai kehidupan dan menangis kepada . Tetapi ingatlah selalu bahwa akan ada waktunya ketika kita sedang mengalami badai di masa depan kita akan berjalan di atas badai itu bersama Yesus. Seperti Petrus yang memiliki pengertian yang berbeda ketika mengalami badai yang kedua. Dia meminta kepada Yesus agar dia bisa berjalan dia atas air. Ada kalanya kegagalan terjadi agar kita berhasil, mundur agar kita maju.

5. Ada perlindungan di tengah badai
Ketika murid-murid mengalami badai mereka merasa takut, tetapi kita harus tahu bahwa tidak mau kita memiliki rasa takut. Dan ketika Yesus ada bersama kita, kita tidak akan tenggelam dalam kegagalan. Kiri dan kanan kita boleh rebah tetapi yang selalu bersama kita akan melindungi kita senantiasa.

Yesus memberkati

Related posts

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 6 June 2010

Ayat bacaan 1 Tawarih 4: 9-10

Arti nama Yabes adalah “aku telah melahirkan dia dengan kesakitan”. Ini adalah arti nama yang tidak enak. Tetapi Yabes tumbuh besar dan menjadi guru besar dari ahli taurat serta memiliki banyak murid. Bahkan ada sebuah kota yang dinamai menurut namanya. Nama Yabes memiliki arti kesedihan, kepahitan, kesakitan atau masalah. Ini menunjukkan adanya kebencian dari ibu Yabes. Jika seseorang memiliki nama yang artinya seperti arti nama Yabes, akan sulit bagi orang itu untuk bertumbuh dewasa dan berhasil. Akan tetapi Yabes berhasil dan ada tiga hal yang menjadi penyebabnya:

1. Tidak mengindahkan perkataan negatip orang lain
Seringkali perkataan yang keluar dari mulut orang adalah perkataan negatip bahkan orang-orang yang dekat dengan kita, dan jika kita menerima saja perkataan itu maka itu akan dapat mempengaruhi pertumbuhan kita. Perkataan negatip harus kita abaikan. Yang harus kita dengar adalah perkataan . Kita adalah seperti yang katakana atas kita. Contoh terbaik adalah ketika Yesus pulang ke kampong halaman-Nya dan orang-orang kotanya merendahkan Dia. Yesus tidak menghiraukannya. Ini yang harus kita contoh, yaitu tidak menghiraukan perkataan negatip yang kita dengar.

2. Percaya kepada perkataan firman
Rahab adalah seorang wanita tuna susila dan dianggap memberikan pengaruh yang buruk terhadap kota di mana ia tinggal. Ketika mata-mata Israel datang ke kotanya, ia mengambil keputusan untuk membantu mereka dan meminta agar ketika bangsa Israel menyerbu ia dan keluarganya tidak dibunuh. Rahab hanya mendengar bagaimana menyertai bangsa Israel sejak dari Mesir. Demikian pula dengan Yabes yang belajar firman dan melepaskan semua perkataan negatip ibunya. Manusia mungkin lupa akan , tetapi mata selalu tertuju kepada kita senantiasa. Dengar perkataan yang membangun dan menghibur.

3. Berdoa
Yabes senantiasa berdoa, dan dia berdoa agar memberkati ia berlimpah-limpah, meluaskan daerahnya, meminta tangan bersamanya selalu dan agar melindungi dari malapetaka. Mari kita selalu berdoa setiap saat.

Yesus memberkati

Related posts

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in