Dia Adalah Mesias

“Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias” (Markus 8:29)!

 

LastSupper Dia Adalah Mesias

 

Salah seorang artis terbesar yang karyanya dikagumi orang sejagad adalah Leonardo da Vinci. “The Last Supper” - karya lukisannya yang menggambarkan suasana perjamuan antara Yesus dengan murid-murid-Nya diyakini sebagai karya terbesar di dunia.

Diceritakan, setelah da Vinci menyelesaikan karyanya itu, ia mengundang salah seorang kawan untuk melihat lukisan tersebut. Setelah diamati dengan seksama, kawannya itu berkata kepada da Vinci, “Cawan di atas meja itu begitu indah. Inilah yang terindah dari semua obyek dalam lukisan ini.” Setelah awannya pergi, da Vinci mengambil palet, kuas, dan beberapa alat lukis lainnya, kemudian ia menyingkirkan cawan yang indah tersebut. Saat ditanya alasannya, da Vinci menjawab bahwa ia tidak ingin orang mengalihkan perhatiannya dari Yesus. “Haruslah Kristus yang menjadi pusat perhatian pada lukisanku,“ jawab da Vinci.

Bagi Leonardo da Vinci, Yesus harus menjadi pusat dari segalanya. Ia menganggap bahwa Yesus adalah yang terutama. Jika da Vinci tidak mengenal Tuhannya dengan baik atau menganggap Yesus hanyalah manusia biasa yang sama saja dengan nabi-nabi lainnya, ia tidak akan menaruh perhatian yang begitu serius untuk menempatkan Yesus sebagai pusat perhatian dalam lukisannya.

Saudara, seberapa penting Kristus dalam hidup kita, tergantung dari pengenalan kita akan Dia. Bila kita menganggap Yesus tidak lebih dari seorang Guru yang baik, kita tidak dapat memberikan penghargaan yang tertinggi kepada-Nya. Kita akan ragu-ragu untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya. Pengakuan Petrus bahwa Dia adalah Mesias merupakan jawaban yang tepat.

Mesias berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “Yang Diurapi” atau dalam bahasa Yunani: Kristus. Mesias merupakan pengharapan orang Yahudi, sebab melalui Mesiaslah bangsa Israel akan mencapai puncak kejayaannya. Nah, bangsa Israel yang dimaksud di sini adalah bangsa Israel secara rohani. Tetapi bagi sebagian orang Yahudi, arti Mesias adalah pemimpin politik yang akan melepaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Padahal Yesus sendiri berkata bahwa kerajaan-Nya bukanlah berasal dari dunia ini (Yoh. 18:36). Karena itulah mengapa Ia melarang murid-murid-Nya memberitahukan orang Yahudi bahwa Dia adalah Mesias, sebab Ia tidak ingin orang-orang memaksanya menjadi raja yang akan memimpin pemberontakan melawan bangsa Romawi.

Saudara, pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias kiranya menjadi pengakuan kita. Mesias yang kita akui ini adalah Tuhan yang telah mengorbankan diri-Nya untuk menebus manusia. Jadi janganlah ragu untuk menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya.

Renungan:

Berapa tahun Anda telah mengiring Tuhan, namun Anda masih sulit mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Jangan samakan Dia dengan pemimpin agama lainnya, sebab Dia adalah Allah yang telah mengosongkan diri-Nya dan menjadi manusia.

Banyak orang simpatik kepada Yesus, namun sedikit yang mengakui-Nya sebagai Mesias.

leave a comment

Latest Sermon

Translator