Ibrani 10:11-15; Yesaya 9:5
“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah” (Ibrani 10:12).
Sebagai pribadi yang kompleks, Kristus sebagai Allah selalu berada di takhta Bapa-Nya. Dan Dia memang Allah. Bahkan ketika Ia berada di bumi ini, Ia juga ada di surga. Anak Allah tidak akan pernah berhenti sebagai Allah yang Maha-Kuasa, Maha-Hadir, dan Maha-Tahu, meskipun Ia datang ke bumi sebagai manusia daging. Kepada Nikodemus, Yesus berkata mengenai pribadi-Nya, “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia” (Yoh. 3:13). Terjemahan bahasa aslinya lebih jelas lagi dikatakan, “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia YANG [SEKARANG] ADA DI SURGA.” Bagaimana mungkin Yesus yang ada di bumi tetapi pada waktu yang bersamaan ada di surga? Ini membawa kesimpulan bahwa Yesus sifat dasar ilahi-Nya (divine nature) ada di surga, sedangkan sifat dasar kemanusiaan-Nya (human nature) ada di bumi.
Kristus merupakan misteri yang tidak dapat dipahami oleh akal pikiran kita. Manusia yang mencoba menggunakan ilmunya untuk menguraikan pribadi Yesus akan menemui jalan buntu, sebab hanya Allah sendiri yang dapat memberikan pengertian ini. Sama seperti kebingungan orang Yahudi yang mendengar Yesus berkata bahwa Dia sudah ada sebelum Abraham ada (Yoh. 8:58). Yang harus kita pahami bahwa Yesus tidak kehilangan atributnya sebagai Allah, yakni Maha-Kuasa, Maha-Tahu, dan Maha-Hadir.
Dan jika Yesus kembali lagi duduk di sebelah kanan Bapa, ini berbicara mengenai posisi-Nya yang tidak pernah berubah sebagai Anak dalam kedudukan-Nya pada Tritunggal.
Dan Alkitab menyatakan juga bahwa kita juga didudukkan bersama-sama dengan Yesus di surga, “…. di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga” (Ef. 2:6). Camkan baik-baik hal ini. Anda dan saya bersama Kristus TELAH didudukkan bersama-sama dengan Kristus “jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang” (Ef. 1:21).
Renungan:
Yesus bukan sekedar Guru, Nabi, atau Rasul biasa. Dia adalah Allah sendiri yang menjadi manusia. Dia tanpa cacat dan cela. Hidup-Nya sempurna sebab Dia tidak pernah berbuat dosa. Sekarang Dia duduk di sebelah kanan Bapa, bersama-sama dengan Anda dan saya!
Keunggulan Yesus makin nyata bila dibandingkan dengan nabi dan rasul lainnya.

