Markus 12:38-40; Amsal 15:29
“ ……mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang …..” (Markus 12:40).
Orang Farisi mengaburkan arti doa. Mereka memakai doa hanya sebagai perhiasan supaya orang Yahudi mengagumi kehidupannya yang saleh. Sebenarnya, doa adalah alat yang amat ampuh untuk melepaskan kuasa Allah. Ikutilah kisah nyata berikut ini:
Pada tanggal 1 September 1939, Adolph Hitler menyerang Polandia. Selama 6 bulan berikutnya tentaranya tak terbendung – melewati Norwegia, Denmark, Belanda, Luxemburg, dan Belgia. Dan pada bulan April 1940 tentara Hitler sudah siap menyerbu Prancis. Tentara Prancis yang dibantu kurang lebih seperempat juta tentara Inggris, yakin bahwa tentara Jerman akan tertahan di perbatasan. Tetapi 40 hari setelah penyerangan dimulai, tentara Jerman berhasil mengurung 500.000 tentara Prancis dan Inggris di Dunkirk. Parlemen Inggris panik. Sebab bila Jerman berhasil mengalahkan pasukan ini, maka praktis Inggris dapat menyerah pada Jerman tanpa perlawanan. Dalam situsi yang kritis ini, gereja-gereja dengan didukung oleh Raja George VI, menyerukan doa nasional yang diadakan pada tanggal 26 Mei 1940.
24 jam setelah diserukan doa nasional, dengan cara ajaib tiba-tiba Hitler memerintahkan tentaranya untuk menghentikan penyerangan. Dua hari kemudian, orang-orang bertemu di Inggris untuk berdoa lagi. Mereka memohon pada Allah agar suami, anak, ayah, atau saudara mereka yang terkurung di Dunkirk itu diselamatkan.
Pukul 7 pagi itu, secara diam-diam dilakukan evakuasi terhadap para prajurit yang terkurung tersebut. 336.000 prajurit berhasil divekuasi dengan baik, sedangkan tentara Jerman hanya diam di tempat tanpa menyadari apa yang sedang terjadi.
Hingga kini, para sejarawan tidak memahami kejadian aneh ini. Kemenangan Hitler telah berada di depan mata, tapi ia tidak meraihnya. Banyak spekulasi seputar kejadian ini, namun dari terang firman Tuhan kita tahu bahwa doa bangsa mengubah keadaan!
Saudara, doa itu berkuasa. Ia sanggup mengubah kekalahan menjadi kemenangan. Ia sanggup menjungkirbalikkan hukum alam dan rasio. Dan doa adalah senjata yang paling ampuh untuk melawan musuh. Inilah arti doa yang benar!
Kita berpikir bahwa doa hanyalah liturgi wajib yang dinaikkan hanya pada waktu makan, waktu tidur, dan waktu-waktu khusus. Saya yakin, orang percaya tidak lalai menaikkan doa-doa ini. Tetapi, bila kita tidak memahami arti doa yang sebenarnya, sepertinya kita mempunyai bom yang dahsyat, tetapi kita hanya menggunakan belati saat menghadapi musuh. Kecil kekuatan kita. Iblis pun tidak takut kalau cuma menghadapi belati saja. Kalau berhadapan dengan bom? Ia takut!
Renungan:
Doa itu besar kuasanya, apalagi kalau dinaikkan bersama-sama dengan sehati. Ini seperti menggabungkan banyak bom. Adakah kekuatan yang dapat membendungnya? Tidak ada!
Doa adalah senjata surgawi yang paling dahsyat.

