Roma 4:1-25; Mazmur 32:10
“Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan” (Roma 4:20, 21).
Seorang pendeta mengunjungi pria tua yang menderita rematik akut dengan Alkitab terbuka di sebelahnya. Pendeta ini memperhatikan dengan seksama, Alkitabnya ditulisi dengan kata “TERBUKTI” berkali-kali. Ia membuka lembaran-lebaran Alkitab dan matanya tertuju pada ayat, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” “TERBUKTI” (Mzm. 46:2). Kemudian dalam ayat, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” “TERBUKTI” (Yoh. 1:12). Banyak janji Allah yang tertera di Alkitab ditandai dengan “TERBUKTI”!
Ia telah membuktikan bahwa semua janji Allah adalah ya dan amin.
Betapa sulitnya kadang memahami peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Kita melihat orang benar menderita, tetapi orang fasik keadaannya makmur dan sejahtera. Tiga kali seminggu kita pergi ke Gereja dan tidak lalai memberikan korban persembahan, namun toh hidup kita masih sengsara bahkan lebih parah. Ada apa? Apa yang tidak beres?
Bukalah Alkitab Anda dan lihatlah setiap janji Allah. Ambillah pensil atau pena Anda dan mulailah untuk menelusuri setiap janji Allah. Jangan segan untuk membubuhkan kata “TERBUKTI” pada setiap janji Allah. Dengan melakukan demikian Anda sedang membuat malu iblis dengan bujukannya. Setiap kata “TERBUKTI” yang dibubuhkan akan memberikan tenaga kepada iman Anda. Setiap kata yang dibubuhkan akan membawa Anda kepada berkat-berkat surgawi.
Anda lihat pria yang sakit rematik di atas. Meskipun keadaannya buruk, tetapi dengan berbesar hati ia mengakui bahwa janji Allah selalu ya dan amin. Kalau toh ia belum melihat janji Allah itu dinyatakan, ia tahu pasti bahwa Allah pasti melakukannya. Seperti Abraham yang selalu diperkuat imannya, begitu juga seharusnya dengan hidup kita.
Renungan:
Jangan mudah putus asa! Kalau keadaan Anda tidak sebaik tetangga Anda, bersyukurlah. Sebab Allah tidak pernah lalai menggenapi janji-Nya bagi mereka yang sungguh-sungguh berharap dan percaya kepada-Nya.
Orang yang percaya kepada janji Allah tidak akan goyah menghadapi badai.

