![]() |
|
|
||||||
![]() |
|
|
Thread Tools | Display Modes |
|
#1
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
Halo smua nya pa kbr? sblmna mo blg dl website na tampilannya lbh oke deh n gak gak ngebosenin (jgn mrh ye bt admin, cm ksh pendpt doang kok) he..he... (soalna dah lm gak buka website bethany pas skrg buka eits dah oke nih he..he..) & thank you very..very much tuk jwbanna bt p'tanyaan yg dah luama bgt (sori bgt krn telat ngucapin tq nya).
Nah skrg ini krn pikiranku dah mumet n gak tau mo minta pendpt sm sapa y aq lari na kesini lg he..he...(soalna tak ada tmpt tuk lari lg hiks..hiks..), to the point aza deh mslhnya adlh ortu ku ksh ultimatum ke koko ku cerai dgn istri nya/putus hub dgn ortuku (p'nikahan koko di berkati scr katolik n yg aq percaya dlm firTu jg di blg apa yg sdh dip'satukan Tuhan tdk blh di pisahkan o/ manusia kan? n aq lbh prefer koko jgn smp b'cerai dgn istri nya soalnya skrg mereka sdh punya anak yg msh kecil n aq kasian bgt sm keponakanku (aq gak mo smp keponakanku merasakan hal yg sm spt yg prnh aq n koko ku alami) tp skrg koko ku bingung n takut kualat sm ortu krn lbh milih istri & anak di bandingkan ortu tp jg krn koko ku dlm hal finansial blm mapan. Tdnya koko pikir mo kembali tgl dgn ortu tp b'hubung so-2 ku bertengkar dgn ortu ku so gak mgkn bgt tuk kembali & lg skrg hub klg ke-2 belah pihak sdh amat sgt brk krn saat p'temuan 2 klg t'jadi keributan & yg sgt bikin aq malu ortu ku spt orang gak punya etika n pendidikan (maaf kl aq smp ngomong gini itu b'arti ortuku udah AMAT SGT KELEWATAN meskipun itu ortu ku ndiri pdhl mertua koko uda smp maaf-2 sm ortu ku n so-2 ku jg dah minta maaf tp ortuku ttp aza mrh-2.Jd mnrt kalian apakah koko ku hrs pisah sm istri & anaknya hanya demi keegoisan ortu ku? apakah kl koko ku ttp milih istrinya koko akan kualat??? knp aq sdh b'doa spy Tuhan ubahkan ke-2 ortu ku tp sptnya gak b'ubah-2 mlh +gak bijaksana, smp menekan anak-2nya spt ini (aq prnh cb bunuh diri tp untungnya msh slmt n saat ini koko krn mslh ini punya pikiran ingin bunuh diri jg), kdg aq jg bingung katanya ortu adlh wakil Tuhan di dunia tp kok mrk memp'lakukan anak-2 mrk sesuka mrk ndiri. Y itu aza deh nti kl di crtin smua bs jd 1 buku x, memank aq sdr yg punya mslh bkn cm aq aza bahkan ada yg lbh brk drpda aq tp tuk skrg pikirannya bnr-2 mumet.Btw thanks bgt bt jawabn n doa nya thanks a lot bt ko han-2. GBU all Regard, mie80 |
|
#2
|
||||||||||||
|
||||||||||||
|
Dear Mie80,
Ini Ko Denni, saya coba bantu menjawab nanti Ko Han2 juga akan coba membalas (sekarang dia masih di Kamboja). 1. Seperti Firman Tuhan, apa yang sudah dipersatukan jangan diceraikan oleh manusia. Menurut pendapat saya, koko kamu tetep harus bersama istri dan jangan diceraikan apapun alasannya. Setelah pria dan wanita menikah, orang tua hanya boleh memberikan saran kepada anak2nya. Mungkin untuk sementara ada baiknya kalo tidak tinggal bersama orang tua dulu untuk mengurangi pertengkaran. Koko bisa mengatakan kepada orang tuan dengan penuh kasih dan tegas kepada orang tua bahwa Tuhan tidak mengijinkan perceraian. 2. Meskipun orang tua keras, kita sebagai anak perlu terus berdoa dan menujukkan kasih kita kepada mereka, saya percaya lambat atau cepat, kalo kita terus berdoa dan mengasihi mereka, meraka pasti Tuhan ubahkan. Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita! Amin, Denni Arli |
|
#3
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
Shalom Mie80,
Saya benar-benar membutuhkan dua kali urapan dari Tuhan, yang pertama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu dan yang kedua tentunya untuk membaca tulisanmu. No, I’m just kidding Saya mencoba untuk memberikan prinsip-prinsip Alkitabiah terkait pertanyaan-pertanyaan kamu, nanti Pak Han Han akan memberikan masukan-masukan praktis bagaimana bersikap terhadap kedua orang tuamu. Sering orang dibuat bingung sejauh mana posisi dan fungsi orang tua dalam kehidupan anak-anak mereka yang telah berumah tangga. 1. Yang pasti, Alkitab tidak pernah berkata bahwa kamu dan anakmu adalah satu. Atau bahwa kamu dan ayah/ibumu adalah satu. Tetapi yang benar adalah bahwa mereka (pria dan wanita) bukan lagi dua melainkan satu! Jadi jelas bahwa hanya suami dan istri sajalah yang dikatakan satu. Karena itu apa yang telah diperSATUkan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (Matius 19:6). Dengan demikian, perceraian tidak pernah ada dalam pemikiran Tuhan bahkan sejak awal penciptaan manusia. 2. Itu berarti, jika saya diijinkan untuk memakai analogi ini, semenjak pria dan wanita itu telah menjadi satu dalam sebuah pernikahan, maka setiap usaha manusia yang mencoba untuk memisahkan mereka BUKAN lagi sebuah usaha untuk memisahkan dua menjadi satu, tetapi satu menjadi setengah. Dan tentunya setengah bukanlah manusia yang seutuhnya. Makanya setiap kasus perceraian sebenarnya selalu memberikan masalah baru ketimbang menyelesaikan masalah sebelumnya. 3. Mengenai pertanyaan, Apakah saya harus hormat kepada orang tua ataukah mempertahankan keutuhan keluarga saya, sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang, menurut saya, datang dari neraka! Maaf jika komentar saya terkesan keras. Tetapi itulah yang sebenarnya. Sesungguhnya, tidak ada pilihan antara hormat kepada orang tua atau mempertahankan keutuhan keluarga. Dua-duanya adalah perintah Tuhan yang harus kita lakukan. 4. Namun tunduk kepada orang tua tidak dapat disamakan dengan menuruti keinginan orang tua untuk menceraikan pasangan hidup kita, apalagi jika keinginan orang tua kita itu tidak lebih dari sebuah rasa egois yang seperti Sdri. Mei80 sebutkan. Sebaliknya, mementingkan diri sendiri adalah sebuah bentuk perbuatan daging yang jelas-jelas bertentangan dengan buah Roh Kudus (Galatia 5:18-23). 5. Yang pasti, Alkitab tidak mengenal istilah bahwa orang tua adalah wakil Tuhan. Namun yang tertulis jelas di dalam Efesus 6:2-4 adalah bahwa anak-anak harus menghormati orang tua supaya mereka berbahagia dan panjang umurnya di bumi. Dan orang tua janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Perintah yang pertama ditujukan kepada para anak, sedangkan yang kedua para orang tua. Saya katakan sekali lagi bahwa ini adalah perintah. Sayangnya yang sering kita jumpai adalah bahwa sebagian orang lebih menekankan yang pertama namun mengabaikan yang kedua (biasanya dilakukan oleh sebagian orang tua). Sebaliknya, sebagian orang lagi lebih memfavoritkan yang kedua namun sama sekali tidak pernah mengerjakan yang pertama (biasanya dilakukan oleh sebagian anak). Saya percaya bahwa jika kita benar-benar konsisten terhadap kebenaran firman Tuhan, maka kita harus menjaga keseimbangan yang sehat di antara kedua perintah ini – anak: hormati orang tua, sedangkan orang tua: jangan bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Terkadang saya bergurau dengan orang tua saya, bahwa sekalipun perintah Rasul Paulus diberikan pertama-tama kepada para anak, namun tetap bagi para orang tua, isi perintahnya lebih panjang!) Semoga masukan yang saya berikan dapat bermanfaat, namun ingat, seperti yang Pak Denni katakan, meskipun orang tua kita keras, jangan lebih dikerasin lagi (apalagi sambil membacakan apa yang barusan saya tuliskan). Tetapi tunjukkanlah perbuatan nyata akan kasih kita kepada mereka dan itu pertama-tama dapat kita lakukan melaui doa-doa kita untuk mereka. Dan ingat, terkadang Tuhan akan menjawab doa-doa kita bagi orang lain justru melalui kita. Tuhan Yesus memberkati. |
|
#4
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
Thanks bgt bt ko denni n empowered tuk sarannya nanti coba aq blgin sm ko2 ku, btw bt empowered mank tulisanna membingungkan y? (maklumlah nulisna jg lg bingung tp b'sukur msh bs di mengerti
.GBU |
|
#5
|
||||||||||||
|
||||||||||||
|
gan, ane mo mem-puisikan perjalanan idup ane....tapi ane udah berkali2 nyoba, ttp aja hasilnya jelek...gmn ya gan caranya bikin kata2 yg bagus... atau jgn2 emg idup ane jelek?? need saran gan, plis...give me inspirasi...thx
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|