TRADER ATAU INVESTOR?

Renungan No Comments »

Kolose 4:15-18; Mazmur 125:1

“…… Ingatlah akan belengguku ……” (Kolose 4:18).

Pada sebuah artikel yang disebut “Market Report,” Bill Barnhart menjelaskan perbedaan antara investor dan trader (pedagang) pada dunia bursa saham.
“Trader dalam bursa saham,” tulis Barnhart, “membuat keputusan setiap menit dengan harapan meraih keuntungan melalui fluktuasi dolar…… seorang investor sebaliknya membeli atau menjual saham berdasarkan analisanya mengenai suatu perusahaan dan situasi ekonomi secara global.”
Dengan kata lain, seorang trader memusatkan bisnisnya dalam jangan waktu pendek dan mencari keuntungan dalam kurun waktu singkat. Kebalikannya, para investor “mengikatkan dirinya pada sebuah tiang.” Maksudnya, mereka mempercayakan uangnya dalam jangka waktu panjang dengan harapan dapat meraih keuntungan kelak. Ini bisa tahunan atau beberapa dekade barulah keuntungan itu bisa dinikmati. Investor tidak dibingungkan dengan naik turunnya pasar, sebab mereka percaya akan kualitas perusahannya, pemimpinnya, dan produknya.
Kerajaan Allah juga berisi para investor dan trader. Mereka datang kepada Kristus dengan berbagai tujuan. Orang Kristen tipe trader hanyalah mencari keuntungan dan berkat saja, bila penganiayaan datang mereka segera hengkang! Tetapi yang bertipe investor tetap tinggal di dalam Kristus, sekalipun penganiayaan dan pencobaan datang mereka tidak melepaskan Kristus.
Paulus adalah tipe investor. Paulus tahu dengan pasti kepada siapa ia percaya. Dan tidak heran kendati penganiayaan datang ia tetap setia. “Ingatlah akan belengguku,” kata Paulus. Ia sedang berada dalam penjara saat suratnya ini ditulis. Saya tidak pernah membaca ada kata penyesalan keluar dari bibirnya akibat penderitaannya itu. Sebab dia adalah seorang investor yang percaya akan kredibilitas Kerajaan Allah dan Pemimpinnya, Yesus Kristus.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seorang trader ataukah investor? Ingat, Allah tidak membutuhkan para trader! Ia mencari para investor yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.

Renungan:
Anda pernah berpikiran untuk “tidak gereja-gerejaan” atau “tidak Yesus-Yesusan”? Buanglah segera pikiran yang hendak meninggalkan Kristus. Tanpa Kristus Anda tidak akan menemukan pengharapan. Katakan, ”Tuhan, aku mau menjadi seorang investor yang percaya sepenuhnya kepadamu dan tetap teguh kendati penganiayaan dan penderitaan datang.”

Tanpa Kristus manusia itu sebenarnya sudah mencicipi siksaan neraka.

Related posts

MEMBANGUN KEINTIMAN

Renungan No Comments »

Kolose 4:2-4; Mazmur 3:5

“Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” (Kolose 4:2).

Doa itu penting, tetapi tidak disukai oleh orang Kristen, termasuk Anda! Maaf, sebelum Anda marah kepada saya, coba hitung berapa menit atau detik waktu yang Anda gunakan untuk berdoa pada hari ini? Bandingkan dengan waktu yang Anda gunakan untuk menonton televisi atau membaca koran. Hasilnya pasti akan membuat Anda tersipu malu.
Doa adalah kekuatan orang benar. Doa itu seperti kita mengisi lagi “baterai” rohani yang mulai habis dayanya. Dan di dalam doa, rohani Anda akan disegarkan kembali. Tetapi kenyataannya Anda tidak mau berdoa, atau berdoa tetapi asal-asalan. Semuanya dilakukan dengan instan dan tergesa-gesa.
Saudara, cobalah Anda belajar bertekun di dalam doa. Ambillah waktu-waktu khusus untuk bertemu dengan Tuhan di dalam doa Anda. Jangan sok rohani dengan mengatakan bahwa Anda bisa berdoa sambil berjalan atau minum kopi. Seolah-olah Anda berkata, “Tuhan, maaf ya saya lagi sibuk. Kita bicara santai saja sambil saya menyelesaikan tugas saya. Anggaplah ini rumah-Mu sendiri.” Allah dianggap tamu yang tidak penting. Ia seperti seorang tukang ledeng yang disapa dengan basa-basi lalu dibiarkan seorang diri, sedangkan kita sibuk dengan urusan kita sendiri.
Doa itu sebenarnya bersifat intim. Komunikasi di dalam doa itu membangun keintiman antara Allah dengan manusia. Rahasia disingkapkan dalam kitab Kidung Agung. Dahulu saya tidak mengerti kitab yang “agak vulgar” ini ada dalam jajaran kitab kudus lainnya? Apa Tuhan tidak salah menaruh kitab ini? Setelah sekian lama saya mendapatkan pengertian bahwa Kitab Kidung Agung merupakan refleksi dari kisah roman antara Allah dengan umat-Nya. Bukankah gereja digambarkan sebagai mempelai Kristus?
Yesus itu kekasih jiwa kita. Bangunlah yang dalam antara Anda dengan Calon Mempelai Anda supaya Anda merasakan kehangatan cinta ilahi. Ini membutuhkan kesetiaan dan kedisiplinan Anda berdoa dan membangun komunikasi.

Renungan:
Membangun keintiman dengan Allah hanya dapat dilakukan melalui komunikasi yang konstan, dan doa adalah salah satu cara ke arah itu. Luangkan waktu yang cukup panjang untuk bersekutu dengan Allah di dalam doa, maka hidup Anda akan berubah.

Semua orang Kristen mau berkat, tetapi tidak mau berdoa.

Related posts

TEROMPET SURGAWI

Renungan No Comments »

Wahyu 10:8-11; Yesaya 52:7

“Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya. Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja" (Wahyu 10:10-11).

Dalam penglihatan ini Yohanes sedang diteguhkan Tuhan untuk terus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja." Artinya firman harus diberitakan terus menerus sampai semua orang mendengarnya. Dan Allah mau firman ini terus diberitakan tanpa putus-putusnya dari generasi ke generasi.
Media massa, baik cetak maupun elektronik pada umumnya selain menyajikan berita yang menghibur dan menarik juga menyajikan berita seputar kecelakaan, kriminalitas, kerusuhan, percideraan, bencana alam, dan peperangan. Tetapi kita tidaklah demikian, kita bukan pembawa berita buruk dan baik seperti media massa, tetapi kita hanya pembawa kabar baik saja. Memang kadang kita sering mendengar berita buruk tentang keluarga, rekan atau sahabat, atau tentang kota kita yang dipenuhi dengan kriminalitas, tetapi tatkala kita berbicara, kita harus menyatakan kabar yang baik. Kabar baiknya ialah Tuhan beserta dengan kita, Tuhan pembela kita, masalah dan tantangan memang tidak bisa kita hindari tetapi Tuhan Yesus tetap lebih besar dari masalah yang kita hadapi. Kita harus menjadi pendorong, dan penyemangat, bukan sebaliknya semakin membuat orang menjadi takut.
Saat berkhotbah di atas bukit Tuhan Yesus meneguhkan murid-murid-Nya dan jemaat: “Kamu adalah garam dan terang dunia.” Rasul Petrus pun berkata: “….kamulah bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah, ….kamu harus memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia…. (1 Petrus 2:9).
Allah sedang mengingatkan predikat kita sebagai garam dan terang dunia dan mengingatkan kita untuk memberitakan firman-Nya baik atau tidak baik waktunya. Sama seperti yang di tugaskan Tuhan kepada Yehezkiel pada masa Perjanjian Lama untuk pergi kepada umat Israel yang sedang hidup di dalam pemberontakan (Yehezkiel 3:4-9). Namun sebelum memberitakan firman Allah, kita harus makan Roti Hidup terlebih dahulu, kita harus hidup bergaul dengan Allah dan sering merenungkan firman-Nya, sama seperti Paulus katakan: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (1 Kor. 9:27). Jadi berbicaralah Injil dan jadilah terompet surgawi dimanapun kita berada

Renungan:
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" – Yes. 52:7

Bunyikan terus terompet surgawi dan sambutlah kedatangan-Nya.

Related posts

Sermon No Comments »

Ringkasan Kotbah : Pdt. Agus Gunawan
Tanggal : 8 Agustus 2010

Ayat bacaan Ibrani 13:18

Ayat bacaan di atas adalah ayat yang luar biasa karena Paulus menulis di suratnya yang terakhir dan ayat yang terakhir dimana ia memberikan nasihat tentang Yesus yang tetap sama dahulu, sekarang dan selama-lamanya. Ini sangat penting karena pada jaman sekarang ini semua hal sangat mudah untuk berubah. Pada jaman akhir ini akan ada goncangan yang merubah semua hal kecuali kerajaan Allah yang tidak akan tergoyahkan. Tiga yang akan tetap sama di dalam kerajaan Allah adalah:

1. Kebaikan dan setia Allah
Keadaan kita mungkin mengalami perubahan dari detik ke detik, Tetapi setia Tuhan tidak akan pernah berubah dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Kita mungkin mempunyai masa lalu yang buruk sehingga kita tidak bisa diterima oleh lingkungan. Tetapi ada satu pribadi yaitu Yesus yang siap menerima kita. Apa yang pernah kita perbuat mungkin menyakitkan Tuhan, Tetapi itu tidak akan pernah merubah -Nya kepada kita. Kita adalah orang-orang yang sudah dilayakkan untuk menerima -Nya. Jangan pernah ragu dengan iman kita karena Tuah akan menolong kita tepat pada waktu-Nya. Tuhan akan selalu membuka tangan-Nya bagi kita yang bersunggu-sungguh mencari Dia.

2. Firman dan janji Allah
Langit dan bumi akan berlalu Tetapi perkataan Tuhan tidak akan berlalu. Kuasa-Nya sama sampai selama-lamanya dan karena itu tata bahasa yang dipakai di tentang mujizat dan kuasa Tuhan adalah waktu sekarang dan bukan waktu lalu. Ini menandakan Dia tidak berubah dulu, sekarang dan selama-lamanya. Karena itu kita Jangan seperti orang-orang yang tidak percaya dan menertawakan mujizat yang terjadi sehingga kita tidak bisa menerima mujizat.

3. Iman dalam segala hal
Miliki iman hanya kepada Tuhan yang sanggup menjawab iman dan pengharapan kita. Kita adalah ahli-ahli waris janji Tuhan karena itu percayalah kuasa Tuhan tidak berubah. Dia sanggup. Amin.

Tuhan Yesus memberkati

Related posts

SALING MENYIKSA

Renungan No Comments »

Wahyu 11:4-10; Kejadian 6:9

"Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi" (Wahyu 11:10).

Antara terang dan gelap pastilah tidak bisa disatukan. Ini seperti mencampurkan air dan minyak – keduanya tidak bisa bersatu. Begitu juga dengan orang benar dan orang fasik.
Dalam pembacaan ayat hari ini mengenai dua saksi Allah meneguhkan fakta bahwa dua hal yang saling bertolak belakang ini memang tidak bisa disatukan. Keduanya akan saling menyiksa. Lihat saja pemberitaan dan kesaksian dua saksi itu sungguh merupakan siksaan bagi penghuni bumi yang senang akan kejahatan. Perbuatan-perbuatan mereka yang jahat seperti ditelanjangi habis-habisan dan itu pasti mempermalukan mereka. Jadi jangan heran bila pada zaman ini masih banyak orang Kristen yang lebih suka mendengarkan khotbah yang manis dan indah. Sebab perbuatan dosa mereka tidak disinggung dan itu membuat mereka merasa "nyaman". Tetapi begitu ada pendeta atau penginjil yang berkoar-koar menyampaikan khotbah mengenai kesucian, jiwa mereka akan terusik dan itu membuat mereka marah. Maunya sih dosanya tetap disimpan tanpa ada yang boleh mengusiknya.
Sebaliknya perbuatan jahat orang fasik juga akan menyiksa batin orang benar. Misalnya Nuh. berkata, "Dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus MENDERITA oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja" (2 Petrus 2:6, 7). Nuh yang setiap hari menyaksikan perbuatan-perbuatan jahat penduduk Sodom dan Gomora, jelas itu menyiksa batinnya. Apa yang dilihat dan didengar itu seperti pisau yang ditancapkan di hatinya. Hatinya yang suci tidak dapat melihat segala perbuatan dursila mereka.
Kini yang menjadi pertanyaannya adalah: Anda berada di pihak mana? Hitam atau putih? Orang benar atau orang fasik? Apabila batin Anda tidak tahan dengan segala kejahatan yang terjadi di sekeliling kita, maka itu tandanya Anda adalah kelompok orang benar. Apabila anda sering meluangkan waktu berdoa syafaat dan peduli dengan dosa yang merajalela di bumi ini itu tandanya Anda adalah orang benar.

Renungan:
Bila hati Anda belum menjerit melihat segala perbuatan dosa yang terjadi di sekitar Anda itu berarti Anda belum mempunyai karakter orang benar. Atau Anda marah besar ketika pendeta Anda menegur Anda?

Orang fasik tersiksa karena perbuatan orang benar, dan orang benar tersiksa karena perbuatan orang fasik.

Related posts

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in