1

3 KESALAHAN KAIN

Posted on Mar 31 , 2010 in Renungan

Kejadian 4:17-26; 2 Petrus 3:9

“Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya” (Kejadian 4:17).

Selama ini kita menyorot kesalahan Kain ketika ia membunuh Habel, adik kandungnya sendiri. Tetapi kita masih menyaksikan rentetan kesalahan yang ia buat setelah ia melakukan pembunuhan. Saya mencatat ada 3 kesalahan yang dilakukan Kain pasca kasus pembunuhan:
Pertama, mendirikan kota untuk menghindari hukuman Allah. Setelah Kain membunuh adiknya, datanglah hukuman dari Allah, “Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi” (Kejadian 4:12). Kain mencoba melawan hukuman Tuhan dengan mendirikan kota. Ia tidak mau menjadi pengembara. Meskipun ia tidak mampu melawan hukuman Allah, namun niatan untuk melawan itu sudah merupakan suatu perbuatan dosa.
Kedua, membangun kota sebagai perlindungan. Kain tidak percaya kepada Allah yang berjanji untuk tidak mengizinkan ada orang yang akan mengusiknya (4:15). Ia berpikir bahwa kota itu akan mampu menjaga dan melindunginya. Ia ragu bahwa Allah sanggup menjaga ucapan-Nya. Ini kesalahan yang tidak bisa dianggap remeh. Setiap orang yang meragukan janji Tuhan itu merupakan suatu kesalahan.
Ketiga, memberikan nama anaknya sebagai nama kota tersebut. Kain memberikan nama Henokh sebagai nama kota. Henokh ini bukanlah Henokh yang bergaul dengan Tuhan hingga ia terangkat ke surga. Henokh yang terangkat ke surga itu anak Yared (Kejadian 5:18). Salahkah Kain memberikan nama anaknya sebagai nama kota? Saya yakin bahwa pemberian nama ini bukan sekedar bentuk cintanya kepada anaknya, tetapi sebagai suatu suatu bentuk arogansi. Ia mencari kemuliaan bagi keluarganya dan bukan bagi Allah. Dan kalau Anda juga mengagungkan dan mencari kemuliaan bagi keluarga Anda sendiri, itu tandanya Anda arogan dan tidak mementingkan untuk mencari kemuliaan bagi Allah.

Renungan:
Kain adalah salah satu contoh terburuk dalam peradaban manusia. Tetapi yang terjadi saat ini masih banyak ditemukan kasus yang bahkan lebih buruk dari Kain. Jadi kita jangan mencontohnya.

Dengan siapa Anda bergaul itulah Anda.

Tags: , , ,

One Comment → “ 3 KESALAHAN KAIN ”


  1. dono firman

    1

    secara teoritis pergaulan dengan dunia dan bergaul menjadi garam dunia masih dapat kita gambarkan berdasarkan alkitabiah Allah…
    namun di lapangan kita mengalami berbagai kebimbangan untuk membatasi antara terang dan gelap itu sendiri…
    pada umumnya ini disebabkan oleh perbedaan budaya dan idealisme masing masing pribadi..
    sebagai contoh… boleh nggak sih orang kristen pergi ke pub…
    hal ini akan memproduksi berbagai komentar dari berbagai alasan, bahkan tidak jarang menciptakan perdebatan…
    pasca terbangnya Tuhan Yesus, sgala aktivitas kebenaran dikemudikan oleh Roh Kudus melalui media iman pribadi itu sendiri..
    akhir kata..
    pada hakekatnya, neraca timbangan yang mutlak adalah alkitab yang kita imani..


Leave a Reply