Roma 1:8-10; Yeremia 18:1-4
“Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia” (Roma 1:8).
Bila kita melihat kehidupan para pahlawan iman, iman kita semakin dikuatkan. Salah satu tokoh yang patut kita teladani adalah Rasul Paulus. Dalam pasal pertama kitab Roma ini Paulus menyatakan 9 karakter Kristen yang murni (hari ini kita renungkan 4 poin):
1. Setiap orang Kristen seharusnya mengucap syukur (ay. 8). Inilah yang dilakukan Paulus pertama kali saat menulis suratnya. Meskipun bukti menyatakan bahwa pendiri jemaat Roma bukanlah Paulus (kemungkinan Petrus atau rasul-rasul lainnya), tetapi Paulus bersyukur kepada Allah. Ia tidak iri hati atau cemburu. Setiap orang Kristen seharusnya wajib selalu mengucap syukur. Bukan saja karena gereja kita diberkati tetapi juga karena gereja lain diberkati.
2. Setiap orang Kristen seharusnya mempunyai komitmen yang tinggi (ay. 9a). Paulus mengatakan bahwa dia melayani Allah dengan segenap hati. Paulus setia dalam panggilannya sebagai pemberita Injil. Dia tidak pernah berpikir untuk mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain, meskipun dia harus menderita karena Injil itu. Tidakkah kita juga harus setia dalam panggilan kita? Mengapa banyak anak Tuhan yang dulunya menggebu-gebu melayani Tuhan, tiba-tiba menjadi “keok”? Sebab komitmen mereka rendah.
3. Setiap orang Kristen seharusnya berdoa senantiasa (ay. 9b). Doa Paulus tidaklah egois. Doanya tidak dipenuhi dengan permintaan bagi dirinya sendiri, tetapi bagi jemaat Tuhan. Itulah yang menjadi perbedaan dengan doa-doa kita yang penuh dengan keegoisan. Kita menjadi manusia yang begitu individualistik dan tidak memikirkan orang lain.
4. Setiap orang Kristen seharusnya menyerahkan hidupnya secara total kepada Allah (ay. 10). Paulus menyebut-nyebut “kehendak Allah” sebelum ia mengunjungi Roma. Artinya, ia tidak mau pergi ke Roma hanya untuk menuruti emosi atau keinginannya belaka. Ia tahu bahwa hidupnya telah diserahkan kepada Allah, maka seharusnya ia juga taat kepada pimpinan Allah. Apakah hidup kita juga dituntun oleh kehendak Allah? Kalau Anda hanya menuruti kehendak Anda sendiri yang Anda pikir baik, Anda akan celaka.
Renungan:
Kita semua ingin menjadi seperti Kristus. Inilah yang sebenarnya tujuan semua orang Kristen. Marilah kita renungkan dan melihat diri sendiri. Sepertinya masih jauh sekali, bukan? Tapi jangan kecil hati, Tuhan berjanji untuk menjadikan kita serupa dengan Anak-Nya.
Serupa dengan Kristus adalah tujuan utama setiap orang benar.
Tags: roma ini paulus, mengucap syukur, dengan segenap hati

