“Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni” (Lukas 6:37).
Suatu hari istri seorang kepala suku Zulu menghadiri kebaktian yang diadakan oleh Bala Keselamatan dan di
Karena penasaran kepala suku ini kembali untuk melihat istrinya. Ia berkata kepada istrinya dengan kasar, “Apa yang Yesus dapat lakukan untukmu sekarang?” Wanita ini membuka matanya dan berkata dengan lirih, “Ia menolong aku untuk dapat mengampunimu.” Tuhan mau kita mempunyai hati yang suka mengampuni, bukan menghakimi. Biasanya, orang yang suka menghakimi tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain.? ? ? ? ? ? ? ? ?
Saudara, tidak mungkin kita hidup di dunia ini tanpa adanya gesekan dengan teman, suami / istri, keluarga, atau orang-orang yang ada di dekat kita. Tapi kita belum pernah dipukul sampai sekarat seperti istri kepala suku Zulu di atas, bukan? Atau Anda berdalih, “Tapi
Daud adalah contoh manusia yang mau mengampuni musuhnya. Meskipun berkali-kali Saul membencinya dan bermaksud membunuhnya, namun ia tidak membalas meskipun kesempatan itu terbuka lebar (1 Sam. 24:5). Dan dua kali ia tidak menggunakan kesempatan untuk menghabisi Saul (1 Sam. 26:12).
Renungan:
Ampunilah maka Anda juga akan diampuni. Kesalahan dan dosa Anda yang begitu besar saja diampuni Tuhan, masakan Anda tidak mengampuni orang yang bersalah kepada Anda? Mengampuni adalah ciri khas anggota Kerajaan Allah.
Tags: betapa sakitnya hati, Tapi kita, di sana ia, kita hidup di

