0

Anda Patut Sakit Hati?

Posted on Mar 04 , 2008 in Renungan

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni” (Lukas 6:37).

Suatu hari istri seorang kepala suku Zulu menghadiri kebaktian yang diadakan oleh Bala Keselamatan dan di sana ia menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Suaminya yang mendengar berita ini menjadi marah dan melarangnya dengan keras untuk pergi ke sana lagi. Karena kerinduannya tidak dapat ditahan untuk bertemu dengan Tuhan, istri kepala suku ini nekad juga pergi ke kebaktian itu. Suaminya yang mengetahui kenekadan istrinya bergegas menyusul dan menemuinya di tengah jalan. Ia memukul istrinya sampai hampir mau mati lalu ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan.? ? ? ? ? ? ? ?

Karena penasaran kepala suku ini kembali untuk melihat istrinya. Ia berkata kepada istrinya dengan kasar, “Apa yang Yesus dapat lakukan untukmu sekarang?” Wanita ini membuka matanya dan berkata dengan lirih, “Ia menolong aku untuk dapat mengampunimu.” Tuhan mau kita mempunyai hati yang suka mengampuni, bukan menghakimi. Biasanya, orang yang suka menghakimi tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain.? ? ? ? ? ? ? ? ?

Saudara, tidak mungkin kita hidup di dunia ini tanpa adanya gesekan dengan teman, suami / istri, keluarga, atau orang-orang yang ada di dekat kita. Tapi kita belum pernah dipukul sampai sekarat seperti istri kepala suku Zulu di atas, bukan? Atau Anda berdalih, “Tapi kan teman saya itu menyakitkan hati saya melebihi pembunuhan?” Karena itu Anda patut sakit hati, begitu maksud Anda? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Baiklah, Tuhan mengerti betapa sakitnya hati Anda. Dan memang Anda patut jengkel, marah, dan….. dendam! Tapi firman Tuhan melarang kita untuk sakit hati. Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengampuni. Apa Tuhan itu tidak “mengerti” bahwa hati kita itu sakitnya bukan main? Saya tahu bila Tuhan memberikan nasihat kepada kita untuk mengampuni berarti Ia memberikan solusinya. Ia memberikan Roh Kudus-Nya yang memberikan kita kekuatan supaya kita mampu mengampuni musuh kita. ?

Daud adalah contoh manusia yang mau mengampuni musuhnya. Meskipun berkali-kali Saul membencinya dan bermaksud membunuhnya, namun ia tidak membalas meskipun kesempatan itu terbuka lebar (1 Sam. 24:5). Dan dua kali ia tidak menggunakan kesempatan untuk menghabisi Saul (1 Sam. 26:12).

Renungan:

Ampunilah maka Anda juga akan diampuni. Kesalahan dan dosa Anda yang begitu besar saja diampuni Tuhan, masakan Anda tidak mengampuni orang yang bersalah kepada Anda? Mengampuni adalah ciri khas anggota Kerajaan Allah.

Tags: , , ,

Leave a Reply