0

Awas Bisikan Iblis!

Posted on Feb 19 , 2008 in Renungan

“Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum” (Lukas 22:31).

Billy Bray, seorang petambang dari Cornwall, yang kehidupannya telah menjadi berkat bagi banyak orang, berkata bahwa suatu ketika ia mengalami gagal panen, sebab kentangnya kecil-kecil. Saat ia sedang menggali kentang-kentang itu, setan berkata kepadanya, “Lihat, Billy, itukah penghargaan yang kau dapatkan bagi orang yang melayani Allah? Lihat saja kentang-kentang itu.”

Billy berhenti menggali dan menjawab, “Ah, setan, kau lagi, berbicara menjelekkan Bapaku. Terpujilah nama-Nya. Sebab, ketika aku melayanimu, aku sama sekali tidak mendapatkan kentang. Kamu ini bisanya ngaco!”

Billy melanjutkan pekerjaannya sambil memuji Tuhan karena kentang yang kecil-kecil itu. Saudara, “… janganlah beri kesempatan kepada Iblis” (Ef. 4:27), bukanlah himbauan omong kosong. Sebab, bila diberi kesempatan iblis akan mempengaruhi Anda untuk mengikuti apa yang dia inginkan.

Yesus dan tim-Nya tidak luput dari incaran iblis. Kebencian iblis kepada Anak Allah ini semakin menjadi-jadi karena sepak-terjang-Nya membuat onar bagi kerajaan kegelapan. Iblis selalu mencari kesempatan untuk menjatuhkan mereka. Contohnya saat Yesus berpuasa 40 hari 40 malam di padang gurun. Iblis datang kepada-Nya untuk mencobai dan menjatuhkan-Nya. Tetapi Yesus tidak bergeming dengan godaan iblis. Setelah itu iblis mencari celah di antara murid-murid Tuhan. Ia telah mendapatkan Yudas dan ia juga mencoba merebut Petrus.

Satu sisi Petrus adalah orang yang “vokal” dan berani, tetapi pada sisi lain dia adalah orang yang overconfident (terlalu percaya diri) dan labil! Mungkin dari 12 murid Tuhan tersebut, Petrus mempunyai pengalaman rohani yang paling banyak, dari berjalan di atas air sampai menyaksikan kemuliaan Tuhan di atas gunung. Tetapi iblis paling tertarik untuk mendapatkan Petrus, meskipun sebenarnya iblis mau semua murid Tuhan ditaklukkannya. Mengapa iblis menuntut untuk menampi Petrus? Sebab Petrus terlalu percaya dengan dirinya dan ia juga masih labil! Pengalamannya berjalan di atas air membuktikan bahwa dia memang cukup responsif terhadap perkara-perkara adikodrati, tetapi dalam beberapa detik saja imannya mudah goyah! Inilah celah yang didapatkan iblis.

Daud pernah mendapat pengalaman pahit ketika tanpa sadar iblis berhasil membujuknya dengan cara menghitung orang Israel (1 Taw. 21).

Renungan:

Kekuatan kita berada di dalam Allah. Apabila iblis datang dengan bisikan-bisikannya, jangan ditanggapi. Sekali Anda menanggapi bisikannya, bisikan-bisikan berikutnya akan berlanjut sampai suatu saat Anda sadar bahwa Anda telah diperdayai. Kedatangan iblis tidak pernah membawa sesuatu yang baik.

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply