“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yohanes 8:12).
Alexander Agung menjadi wali negeri di Makedonia pada usia 16 tahun, jenderal? yang berkemenangan pada usia 18 tahun, raja pada usia 20 tahun, dan mati karena alkohol sebelum usia 33 tahun. Dan ia telah menaklukkan banyak bagian di bumi ini.
Ketika Alexander masih remaja, Philonicus dari Tesalonika menawarkan kudanya, Bucephalus, yang bagus tapi liar kepada ayah Alexander. Philip, ayah Alexander, membawa anaknya itu untuk melihat kuda tersebut. Benar, kuda itu sungguh sulit ditangani dan diatur, sehingga tak ada satu orang pun yang berhasil mengikat tali kekangnya. Alexander memperhatikan bahwa sepertinya kuda ini ketakutan kepada bayangannya sendiri. Lalu dengan perlahan ia mengarahkan kepalanya ke arah matahari! Kemudian Alexander mengikat tali kekang dan membiarkan ia berlari dengan bebas. Tak lama kemudian - dengan menggunakan teknik ini - kuda itu berhasil ditundukkan.?
Hari ini jutaan orang “takut dengan bayangannya”. “Bayangan” terhadap perbuatannya yang jahat, masa lalu yang kelam, dan kegagalannya pada masa silam. Mereka biasanya suka menyendiri dan sulit bersosialisasi. Mereka juga peka dan sensitif terhadap kata-kata atau sikap sehingga mudah tersinggung. Tetapi masalah ini dapat dipecahkan dengan menggunakan teknik yang sama digunakan oleh Alexander - arahkan pandangan mereka kepada “matahari”. Siapakah matahari atau terang itu? Yesus menyatakan diri-Nya sebagai terang, “Akulah terang dunia.” Dan setiap orang yang mengikut Dia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Ia tidak lagi dikejar-kejar oleh bayang-bayang yang menakutkan.
Apabila kita melihat kepada Yesus dan melihat diri kita sebagaimana Allah memandang kita, maka akan terjadi revolusi dalam hidup kita. Iblis tidak dapat lagi melemparkan tuduhan-tuduhan ke dalam pikiran kita. Kalau toh ia melakukannya, ia tidak dapat melumpuhkan iman kita, sebab kita tahu bahwa di dalam Dia kita adalah ciptaan baru.
Renungan:
Lupakan bayang-bayang Anda: masa lalu, kegagalan, pengalaman buruk, dan semua hal yang dapat melumpuhkan pertumbuhan kerohanian Anda. Pandanglah Kristus dan terang Allah akan tinggal dalam hidup Anda. Terang Kristus sanggup mengusir bayang-bayang menakutkan dalam hidup kita.

