0

BERLARI SAMPAI AKHIR

Posted on Apr 19 , 2009 in Renungan

2 Timotius 4:6-8, Mazmur 23:4

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7).

Salah seorang pelari marathon terbesar sepanjang sejarah adalah seorang wanita asal Kenya, Tegla Loroupe. Hebatnya lagi, dia berperawakan mungil dengan tinggi badan tidak sampai 1,5 m dan berat badan yang cuma 40 kg. Selama 5 tahun ia menduduki jajaran elit para pelari dunia.
Dalam suatu wawancara Tegla berkata menyangkut posturnya yang “mini” itu bila dibandingkan dengan pelari-pelari lainnya, “Saya memang kecil. Tetapi saya percaya bahwa Allah selalu bersama saya. Ia memberikan kekuatan kepada saya. Orang lainnya juga berlatih sama seperti saya. Mereka mempunyai 2 kaki seperti saya, namun ada seseorang yang mengangkat saya” (wawancara di CBN 700 Club).
Tegla berkata bahwa yang terpenting adalah hubungannya dengan Allah dan Yesus Kristus yang memberikan kekuatan tubuh dan rohnya. Ia mengutip kisah di Yosua 1:1-9 mengenai janji Allah kepada Yosua untuk menyertainya. “Jika ia menyertai Yosua, maka Allah juga menyertai saya,” kata Tegla. “Saya harus berani sebab saya tahu bahwa Allah beserta saya. Apa saja yang akan saya lakukan, Dia yang memimpin saya. Kadang-kadang saya mau berhenti saat berlari, namun ada seseorang yang berkata bahwa saya masih mempunyai kekuatan dan aku besertamu. Sepertinya ada yang mendorong saya dari belakang.”
Saudara, Tegla Loroupe adalah contoh manusia yang tidak putus asa dan yang mengandalkan Tuhannya. Perjuangannya meraih juara dan untuk mencapai garis akhir merupakan teladan bagi kita yang sekarang ini dalam pertandingan iman untuk mencapai garis akhir. Kadang dalam perjalanan hidup ini kita merasa lelah, capai, letih, bahkan putus asa. Anda merasakan bagaimana hidup yang berat ini harus kita jalani. Dan saya tahu bahwa Anda setiap hari berseru: “Tuhan kuatkan aku!”
Ya! Allah adalah kekuatan kita. Ia menyertai kita dalam pertandingan iman yang sedang kita jalani. Hanya saja Ia meminta kita untuk tidak putus asa. Ia meminta kita untuk tekun berlari meskipun masalah semakin berat. Oh saudaraku, kekuatan Allah itu nyata dan pasti berikan kepada kita.

Renungan:
Apabila Anda berada di tepi jurang keputusasaan, inilah saatnya Anda berpaling kepada Allah dan mengingat janji-Nya bahwa Ia akan memberikan kekuatan kepada Anda. Ayo, berlarilah untuk mencapai garis akhir bersama Yesus!

Setiap mulai pertandingan harus mencapai garis Finish!

Tags: , ,

Leave a Reply