0

Bermain-main Dengan Kera

Posted on Jan 21 , 2008 in Renungan

“Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35).

Terry Bell menceritakan pengalaman yang tidak pernah ia lupakan:

“Saat itu tahun 1969. Itulah perjalanan misi saya yang “sesungguhnya”. Ketika itu saya yang berusia 20 tahun berada di sebuah desa kecil di India Selatan dan sedang merindukan kampung halaman, rindu dengan cheeseburger yang terakhir saya makan 2,5 bulan yang lalu.

Tanah tempat tinggal saya setengah hutan dan setengah semak belukar. Tarzan pasti kerasan tinggal di sini, tetapi saya tidak. Pada suatu sore yang membosankan, saya bermain-main dengan beberapa kera yang kerap bermain di sekitar situ. Sambil berdiri di sebuah loteng, saya menggoda kera-kera itu sambil menyodorkan remah-remah roti yang saya remas-remas membentuk bulatan-bulatan kecil. Dengan cepat kera-kera ini menyambar makanan di tangan saya. Sungguh bermain-main yang menyenangkan!

Tiba-tiba saya menyadari, di bawah sana, di jalan, orang-orang miskin berkerumun sambil memandang saya. Salah seorang dari mereka, seorang laki-laki yang kelihatan sedang sakit dengan mata menonjol berkata dalam bahasa Inggris terpatah-patah, “Tuan, berikan makanan kepada anak-anak miskin, bukannya kepada kera.”

Perkataan itu seperti sebuah tikaman di hati saya. Di jalan-jalan di bawah sana, pengemis, orang sakit kusta, …. orang-orang yang tak terjamah. Ayah-ayah dan ibu-ibu dengan anak-anaknya yang kelaparan. Anak-anak yang menyaksikan ayahnya? atau ibunya yang mati karena kekurangan gizi. Dan orang tua yang memandangi anak-anaknya yang kelaparan sedang memandangi mereka yang sedang sekarat. Dan di sana aku bermain-main dengan makanan yang bagi mereka amat bernilai. Hati saya seperti teriris-iris.

Setiap hari pemandangan ini terjadi dalam gereja-gereja - lebih penting bermain-main dengan kera-kera.” Saudara, Yesus adalah roti hidup. Semua orang membutuhkan roti hidup. Tetapi kepada siapa roti hidup itu kita berikan? Benarkah kita memberikan roti? hidup kepada yang membutuhkan ataukah kita bermain-main dengan kera - melakukan perkara-perkara yang tidak berguna bagi Kerajaan Allah?

Renungan:

Di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita – jasmani ataupun rohani. Pikirkan mereka, jangan cuma memikirkan untuk kepentingan diri sendiri. Tuhan tidak berkenan kepada gereja yang pelit membagikan roti hidup kepada tetangganya.

Tags: , , ,

Leave a Reply