0

Bersabar Sampai Kristus Datang

Posted on Nov 28 , 2007 in Renungan

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur” (Markus 13:35).

Seorang petani mempunyai anjing tua yang sangat ia sayangi. Suatu hari anjingnya hilang. Sampai beberapa hari anjingnya tidak kembali ke rumah. Meskipun demikian, si petani masih saja menyiapkan makanan segar bagi anjingnya itu setiap hari. Dengan penasaran tetangganya bertanya kepada si petani, mengapa ia masih menyiapkan makanan buat anjingnya yang hilang?

“Ia akan kembali,” kata si petani, “Sebab ia tahu bahwa aku sedang menunggu untuknya. Dan bila ia datang kemari, aku ingin supaya ia tahu bahwa aku menyambutnya dengan baik.”

Saudara, seperti petani ini yang dengan setia menanti anjingnya kembali, begitu juga penantian kita akan kedatangan Tuhan. Kita dituntut untuk bersabar menantikan kedatangan Tuhan. Kita tidak tahu kapan Ia datang. Hari ini, esok, lusa, tahun depan, atau kapan?? Yesus hanya memberikan nasihat supaya kita berjaga-jaga.

Masalah yang paling sering timbul dalam penantian ini adalah kebosanan. Kebosanan ini ibarat benalu yang melekat di dahan kesabaran. Dan kebosanan ini dapat menjadi penyakit yang mematikan bila tidak segera diatasi. Sebagai orang Kristen kita dituntut untuk hidup di dalam kekudusan, kebenaran, keadilan, dsb dalam penantian itu. Yang menjengkelkan, si iblis setiap hari mengiming-imingi kenikmatan duniawi. Satu hari, tak masalah. Dua, lima, sepuluh hari, masih kuatlah. Lalu bagaimana kalau godaannya terus-terusan dan cenderung meningkat? Akhirnya, banyak orang Kristen yang malas menjaga kekudusannya, lalu mereka memilih “mencicipi sejenak”, dengan anggapan setelah itu minta ampun.

Saudara, justru karena kedatangan Tuhan tak dapat diduga, kita harus setiap saat waspada. Jangan ikut-ikutan teman-teman Anda yang bergelimang di dalam dosa. Mungkin mereka mengejek dan mencibirkan bibirnya melihat Anda yang alim atau mengatakan bahwa Anda sudah ketinggalam zaman. Ini urusan Anda dengan Tuhan, jadi jangan ladeni ejekan mereka.

Yakobus berkata, “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat” (Yak. 5:8)!

Bersabar memang tidak mudah dilakukan, tetapi dengan pertolongan Allah kita dapat melakukannya.

Renungan:

Sebenarnya, harta yang paling berharga yang kita miliki adalah nyawa kita. Sayang kalau nyawa ini dibiarkan terbakar dalam api neraka. Jadi, marilah kita waspada dan berjaga-jaga supaya kita kedapatan tak bercacat pada saat kedatangan-Nya. Ambillah sikap tegas untuk membuang hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah. “Kedatangan Tuhan masih lama” adalah konsep yang dikembangkan kerajaan kegelapan.

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply