0

Bersatulah

Posted on Mar 24 , 2008 in Renungan

“Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati” (Kisah 2:46). ?

Ada slogan yang tidak asing lagi bagi kita yaitu: bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Kata-kata ini sering dikumandangkan para tokoh bangsa Indonesia menjelang kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan slogan ini lahirlah Bhinneka Tunggal Ika yang artinya biar berbeda-beda tetapi tetap satu. Tetapi setelah lebih kurang lima puluh tahun kemerdekaan, nilai slogan ini semakin memudar. Kesadaran masyarakat dengan pentingnya kesatuan ini semakin berkurang. Terbukti dengan banyaknya pertentangan satu suku dengan suku yang lain, seakan-akan peristiwa Sumpah Pemuda itu hanyalah pertemuan main-main belaka. Dulu ketika memiliki musuh yang sama, keinginan yang sama, mereka bersatu untuk mengenyahkan penjajah dari bumi Indonesia. Mereka bersatu, bersehati, bahu-membahu untuk mengenyahkan penjajah. Tetapi sekarang, masing-masing mendahulukan kepentingan golongannya.

Demikian juga dengan gereja Tuhan. Tidak asing di telinga kita ada pertentangan antara gereja satu dengan gereja lain. Ada pertikaian antara gereja satu dengan gereja lainnya, bahkan tidak jarang berujung hingga ke pengadilan. Belum lagi dalam satu gereja sendiri terjadi adanya faksi-faksi. Kelompok A mendukung pendeta B, kelompok C mendukung penatua D, akhirnya gereja menjadi kancah pertempuran. Ini membuktikan rasa kesatuan sesama orang Kristen sudah memudar. Rasa kebersamaan sesama orang percaya sudah berkurang. Kita perlu kembali belajar dari jemaat mula-mula.

Dalam jemaat mula-mula ada kesehatian. Mereka tidak merasa paling baik dari yang lainnya. Mereka merasa senasib sepenanggungan. Apabila satu orang disakiti, mereka merasakan sakit bersama. Bila ada satu orang yang dianiaya, mereka merasa teraniaya bersama. Itulah sebabnya Tuhan mendengar doa mereka.

Orang yang paling kejam menganiaya jemaat pada saat itu adalah Saulus. Tetapi karena gereja yang bersatu menghasilkan kuasa, maka? Tuhan menangkap Saulus dan menjadikan ia pemberita kebenaran. Tentu kita pun rindu orang-orang yang menganiaya jemaat saat ini bertobat dan menerima Tuhan Yesus. Kita ingin orang-orang yang membakar gereja bertekuk lutut dan mengaku Yesus adalah Tuhan. Tetapi mengapa gereja seperti kehilangan kuasa? Sebab gereja Tuhan belum bersatu.

Renungan:

Kita sedang berperang melawan kerajaan Iblis. Untuk memenangkan peperangan ini kita harus bersatu seperti Musa, Harun dan Hur (Kel. 17:10). Ingat, musuh kita bukan kelas “ayam sayur”, meskipun Yesus telah mengalahkannya, tetapi tipuannya terbukti ampuh mengalahkan orang percaya. Bersatulah gereja Tuhan! Tanpa persatuan jangan berharap ada kemenangan.

Tags: , ,

Leave a Reply