“Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis” (Kisah 2:12-13).
Kisah ini tidak asing lagi bagi kita semua. Setelah Yesus bangkit, selama empat puluh hari Ia menunjukkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Ia ingin membuktikan bahwa Dia sudah bangkit. Sebelum terangkat ke surga Ia berpesan agar mereka tidak meninggalkan Yerusalem, sebab janji Bapa akan digenapi.
Dan kita tahu pada akhirnya Allah menggenapi janji-Nya dan di kamar loteng itu jutaan mungkin milyaran volt tenaga surgawi dialirkan kepada 120 orang yang menantikan janji Bapa. Tetapi orang-orang yang mendengarkan mereka menyindir bahwa mereka mabuk oleh anggur manis.
Seringkali kita pun bertindak demikian. Apabila ada ajaran aneh di antara gereja Tuhan, dan karena itu tidak sesuai dengan aliran kita, maka kita langsung memberikan peringatan kepada jemaat bahwa itu sesat! Tidak menutup kemungkinan bahwa itu memang pelajaran yang dapat menyesatkan jemaat Tuhan, hanya saja di antara ajaran-ajaran yang belum kita pahami itu ada karya Roh Kudus yang murni. Dan perlu diketahui pula bahwa Allah bekerja dengan cara dinamis. Ia tidak mau dikotak-kotak dengan cara berpikir manusia.
Firman Tuhan berkata, “Lihatlah diantara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah? heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan” (Hab. 1:5). Tuhan sendiri mengatakan hal ini. Kenyataannya, orang-orang Yahudi sama sekali tidak mengerti mengapa orang-orang di atas loteng itu mengigau seperti pendekar mabuk yang sedang berkelahi melawan lawan-lawannya. Apa yang dilihat dan didengarnya sama sekali tidak masuk akal dan bertentangan dengan doktrin mereka.
Saudara, bila mata Anda belum terbuka, maka Anda tidak akan dapat menikmati berkat-berkat Allah. Jangan terburu-buru memberikan “fatwa” sesat kepada ajaran, doktrin, manifestasi, atau apa saja yang berbeda dengan doktrin yang selama ini kita terima. Tetapi kita juga harus waspada sebab iblis pun menyamar sebagai malaikat terang untuk menyesatkan jemaat Tuhan.
Renungan:
Kita mempunyai Alkitab sebagai penyaring. Apabila Anda menemukan doktrin atau manifestasi Roh Kudus yang belum pernah Anda dengar atau saksikan sebelumnya, bersikaplah netral sambil menantikan jawaban Roh Kudus apakah itu dari Allah ataukah bukan. Jangan batasi karya Allah dalam hidup Anda supaya berkat Anda tidak hilang.

