0

Di Manakah Kasih Itu Berada?

Posted on Sep 07 , 2008 in Renungan

Markus 12:28-34; Amsal 15:17

 

“Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini” (Markus 12:31).

 

            Josh McDowell bercerita, “Saya mempunyai banyak kepahitan dalam hidup saya. Hal ini memang tidak tampak dari luar, tetapi ada bara dalam diri saya. Setiap kali saya bertemu seseorang yang berbeda dengan saya, ia merupakan ancaman bagi saya.

            Tetapi saya paling benci dengan seseorang lebih dari yang lainnya. Saya benci kepada ayahku. Dia adalah seorang pemabuk berat. Teman-temanku di SMU sering membuat lelucon tentang ayahku itu. Mereka tidak berpikir bahwa itu menyakitkan saya. Bila saya pergi ke gudang saya melihat ibu berbaring dengan luka-luka akibat pukulan ayah. Saya pikir tidak ada manusia yang paling kubenci selain ayahku.

            Setelah saya memutuskan untuk menerima Kristus, kasih Allah masuk dalam hidup saya. Kasih ini mampu menindas kepahitan yang ada dalam hati saya. Saya bisa menyalami ayah saya dan berkata, “Aku mengasihi ayah.”

            Ketika saya mendapat kecelakaan mobil saat saya di universitas, saya dibawa pulang ke rumah. Ayah berkata, “Anakku, bagaimana engkau dapat mengasihi seorang ayah seperti ayah?”

            Saya berkata, “Ayah, 6 bulan lalu saya menghina ayah.” Kemudian saya ceritakan perjumpaan saya dengan Yesus. Empat puluh menit kemudian, salah satu kejadian yang paling menggetarkan dalam hidup saya terjadi. Seseorang dalam keluarga saya.  Seseorang yang amat dekat dengan saya, berkata, “Anakku, jika Allah dapat melakukan sesuatu dalam hidupku sama dengan apa yang terjadi dalam hidupmu, aku akan memberikan hidupku kepada-Nya. Di sana ayahku berdoa denganku untuk menerima-Nya sebagai Juru Selamat.”

            Kasih itu begitu indah. Bila manusia di bumi ini saling mengasihi, agaknya tidak akan pernah tercipta granat dan senapan. Bumi akan diam dengan tenteram. Namun sayang, dosa yang mendarah daging dalam setiap manusia memicu kebencian dan kepahitan. Manusia saling curiga dan saling mencelakakan. Bahkan dalam keluarga sendiri, anak menganiaya ibunya, atau ayah mencekik anaknya, atau adik membunuh kakaknya, adalah hal yang biasa terjadi. Di manakah kasih itu berada?

            Apabila Anda disakiti dan luka itu membekas dalam hati Anda, izinkan kasih Allah menguasai hidup Anda. Mungkin Anda mempunyai pengalaman yang amat buruk yang membuat Anda tersiksa sepanjang hidup Anda, kini saatnya untuk meminta pemulihan dari Tuhan. Roh Kudus diberikan kepada kita supaya kita mampu melakukan perkara-perkara yang tidak bisa diatasi oleh kodrat manusia.

 

Renungan:

            Kasih adalah yang terbesar (1 Kor. 13:13). Bila hidup kita tidak ada kasih, kita akan gagal mendapatkan yang terbaik dalam Kerajaan Allah. Lawanlah setiap perbuatan daging yang memicu kebencian. Dan mintalah Allah melembutkan hati Anda supaya Anda mampu mengampuni orang yang telah menyakiti hati Anda.

 

Kebencian adalah perhiasan kesayangan iblis.

 

Tags: , , ,

Leave a Reply