0

DIA MENDENGAR ANDA

Posted on Jul 12 , 2010 in Renungan

Keluaran 20:18-21; Ibrani 4:16

“Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada” (Keluaran 20:21). Seorang anak kecil selalu terlambat berada di meja makan. Suatu hari orang tuanya memperingatkan dia agar ia tepat waktu berada di meja makan, namun hari itu ia datang bahkan lebih terlambat dari biasanya. Anak itu melihat orang tuanya telah duduk dan menghadap meja makan dan siap menyantap makanannya. Dengan cepat ia duduk di kursinya dan di hadapannya ada seiris roti tipis dan segelas air. Ada keheningan ketika ia menatap piringnya. Tiba-tiba ayahnya menjulurkan tangannya lalu mengambil piringnya dan menukarkan dengan piringnya yang penuh dengan makanan sambil tersenyum. Ketika anak itu besar, ia berkata, “Sejak kejadian itu aku tahu bahwa Allah juga melakukan hal yang sama kepada anak-anak-Nya.” Mengapa banyak orang berdiri menjauhi hadirat Tuhan, seperti bangsa Israel? Salah sebab utama adalah karena dosa. Dosa menghancurkan hubungan antara Allah dan manusia. Dan Allah tidak dapat hidup berdampingan dengan manusia yang berdosa. Tetapi ingatlah bahwa Dia adalah Bapa bagi anak-anak-Nya. Bagaimana kalau anak-anak-Nya berbuat dosa? Mereka akan berdiri jauh-jauh sampai mereka mengadakan pengakuan dosa dan bertobat. Tetapi Allah tidak pernah memandang manusia yang berdosa dengan mata merah karena memendam amarah. Itu gambaran yang salah. Gambaran seperti ini kadang terlalu dibesar-besarkan agar manusia tersebut bertobat. Justru ini akan membuat orang semakin ketakutan dan menjauhi jalan pertobatan. Citra Allah yang benar dituturkan sendiri oleh Yesus melalui kisah anak yang hilang. Di situ diceritakan sang ayah yang menantikan dengan sabar kedatangan anak bungsunya yang melarikan diri dari rumahnya dan berfoya-foya di negeri lain. Siapa yang menyongsong anaknya yang kembali itu kalau bukan ayahnya dulu (Luk. 15:11-32)? Pada sisi lain Musa dengan penuh keyakinan menghampiri kemuliaan Allah. Alkitab berkata dalam Perjanjian Baru, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya……. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus” (Ibrani 4:16; 10:19). Hak untuk bertemu dengan Allah kini bukanlah monopoli Musa saja, tetapi juga mereka yang telah dikuduskan dengan darah Kristus. Itu berarti ANDA dan SAYA! Jadi tidak perlu berdiri jauh-jauh atau berteriak keras-keras supaya Allah mendengar. Dia mendengar suara Anda yang paling kecil sekalipun.
Renungan:
Jadi kita sekarang mempunyai hak untuk masuk dalam hadirat Allah. Luar biasa anugerah Allah ini. Melalui darah Yesus kita ibarat mempunyai kartu VIP untuk masuk ke tempat maha kudus.

Allah tidak sulit ditemui; dosa yang mempersulit Anda.

Tags: , ,

Leave a Reply