0

Dibenci Karena Kebenaran

Posted on Jan 27 , 2008 in Renungan

“Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat” (Yohanes 7:7).

Seorang “saksi kunci” dalam sebuah perkara kriminal yang melibatkan orang yang berpengaruh harus mengalami hidup serba diawasi. Ia harus disembunyikan di suatu tempat yang tidak sembarangan orang bisa masuk, setiap gerak-geriknya diperhatikan dan ia tidak bebas pergi sesuka hatinya. Mengapa? Karena ada orang yang sedang mengincarnya, bahkan ingin membunuhnya.

Sama seperti Yesus. Ia harus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Hidup-Nya seperti buronan yang sedang diincar oleh orang-orang yang membenci-Nya. Ada yang berkata, “Dia orang baik.” Ada pula yang berkata, “Tidak. Ia menyesatkan rakyat.” Yesus menyadari hal itu dan Dia berkata, “Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat” (Yoh. 7:7). Ia dibenci bukan karena berbuat dosa, bukan pula karena melakukan kesalahan, tetapi karena Ia menyatakan kebenaran dan menelanjangi perbuatan-perbuatan manusia yang jahat.

Saudara, kita memang berusaha hidup damai dengan semua orang, tetapi kadang-kadang kita tidak bisa menghindari adanya orang-orang yang membenci kita. Karena itu banyak orang yang putus asa dan tidak mau lagi menyatakan kebenaran. Yesus memberikan contoh yang baik bagi kita, Dia tidak putus asa hanya karena ada orang-orang yang membenci-Nya. Dia tetap menyatakan kebenaran.

Apabila hal ini sedang menimpa Anda, jangan tawar hati, jangan putus asa, sebab firman Tuhan dengan jelas berkata, “Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya mereka. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi” (1 Tes. 2:15). Dikucilkan, disingkirkan, dimusuhi, adalah hal-hal yang biasa bagi mereka yang mengiring Tuhan, sebab seorang murid tidak akan melebihi gurunya. Tetapi firman Tuhan berjanji, “Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun” (Yes. 60:15).

Renungan:

Apabila kita dibenci, periksalah, apakah kebencian yang kita terima karena perbuatan kita yang salah atau karena kita menyatakan kebenaran. Kalau kebencian itu karena kesalahan kita, mari kita bertobat! Tapi kalau kebencian itu karena kita menyatakan kebenaran, bersyukurlah! Dibenci karena kebenaran jauh lebih mulia daripada dipuji karena kecurangan.

Tags: , ,

Leave a Reply