0

GEMBLENGAN MENTAL

Posted on Jun 27 , 2009 in Renungan

Ibrani 12:7-9; Mazmur 118:18

“Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya” (Ibrani 12:7)?

Pada tahun 1994 saat Olimpiade musim dingin di Norwegia, Tommy Moe, 23 tahun, meraih medali emas untuk kategori “men’s downhill”. Suatu awal yang luar biasa bagi kembalinya Tommy.
Tak seorang pun yang tahu bawah hasil tersebut merupakan gemblengan dari ayahnya sendiri. Sebenarnya Tommy menunjukkan bakat yang luar biasa pada tahun-tahun sebelumnya. Namun kebiasaannya menghisap rokok dan minum sampai mabuk membuatnya tersingkir dalam tim ski Amerika. Itu terjadi tahun 1986.
Ayah Tommy, seorang pekerja konstruksi di Alaska memutuskan untuk mendisiplinkan Tommy di Alaska. Di sana Tommy disuruh bekerja.
Tommy harus berada di tempat kerja pukul 4 pagi dini hari dan bekerja di bawah terik matahari selama 12 sampai 16 jam sehari. “Saya benar-benar membuatnya habis-habisan,” ujar ayahnya. “Lalu saya memberikan pilihan kepadanya apakah tetap bekerja seperti ini ataukah bergabung dengan tim ski.”
Tommy berkata, “Itu adalah gemblengan mental, sebuah berita buruk. Tetapi sungguh merendahkan harga diri saya secara cepat.”
Sejak itulah Tommy mengalami perubahan radikal dalam keseriusannya bertanding.
Saya pikir bahwa Bapa kita tidak akan segan-segan membawa Anda ke Alaska dan menggembleng Anda di sana. Kalau Anda termasuk mudah diubahkan, pelatihan itu tidaklah lama, tetapi kalau Anda masih saja bandel, penderitaan akan semakin lama.
Dalam hidup Daud, kerapkali ia mengalami hajaran dan didikan dari Tuhan. Dalam salah satu mazmurnya ia berkata, “TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut” (Mzm. 118:18). Tidak ada ayah yang membunuh anaknya kecuali ayah yang tidak waras! Sekeras-kerasnya Allah kita mendidik, Dia tidak akan membiarkan kita binasa. Dia selalu memperhatikan apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda. Kalau Anda merasa dididik Tuhan, segera sadar dan bertobat dari kesalahan Anda. Kalau tidak, hajaran itu akan semakin berat.

Renungan:
Tidak ada orang tua yang tidak menghajar anaknya dalam kasih. Anda sebagai orang tua pasti mengalami hal yang sama saat Anda suatu saat harus mendidik anak Anda dengan pukulan. Tetapi saya yakin Anda mendidiknya di dalam kasih, supaya anak Anda menjadi semakin baik.

Bersyukurlah bila Allah menghajar Anda, sebab Ia melakukannya di dalam kasih.

Tags: , , , ,

Leave a Reply