2 Timotius 2:22-23; Amsal 10:12
“Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran” (2 Timotius 2:23).
Ketika sepasang pengantin diberkati di gereja, satu hal pasti yang dilakukan oleh sepasang pengantin itu adalah mengucapkan janji nikah, baik itu di hadapan Tuhan maupun di hadapan jemaat. Mereka saling mengucapkan janji bahwa mereka akan saling mengasihi baik dalam suka maupun duka. Janji yang indah. Bahkan sebelum mereka mengambil suatu keputusan untuk menikah, mereka berjanji untuk saling terbuka dan saling mengasihi, menghormati dan lain sebagainya. Sebelum menikah mereka saling terbuka tentang masa lalu mereka dan berjanji untuk menerima apa adanya. Tetapi apa yang terjadi setelah mereka menikah? Banyak pasangan Kristen yang rumah tangganya mulai dingin, mereka mulai tidak setia terhadap pasangannya dan akibatnya rumah tangga mereka jadi berantakan dan anak-anak menjadi korbannya. Dan yang paling parah adalah terjadinya perceraian.
Saudara, kalau kita mau telusuri mengapa hal ini dapat terjadi? Semuanya itu bukan saja karena hilangnya rasa cinta, kepercayaan dan rasa pengertian terhadap pasangannya, tetapi juga tidak adanya penguasaan diri dalam berkata atau berbicara. Orang yang mempunyai penguasaan diri pasti dapat menjaga sikap maupun perkataannya terhadap orang lain. Firman Tuhan berkata supaya kita menghindari soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan yang tidak layak – perkara-perkara yang dapat menimbulkan pertengkaran. Nah, berapa banyak di antara orang percaya yang sudah seringkali mendengar firman ini tetapi tidak melakukannya. Yang terjadi justru bukan menghindari hal-hal yang bodoh, tetapi malah mencari-cari hal yang bodoh dan tidak layak yang justru menimbulkan pertengkaran.
Renungan:
Bila Anda mendengar berita yang buruk tentang suamimu, anakmu, atau istrimu, janganlah kecewa. Sebab saat Anda kecewa, maka iblis akan berusaha untuk menghasut Anda dan akibatnya kebencian akan terjadi dan akan menghasilkan pertengkaran. Firman Tuhan memberikan kuncinya, “Kasih itu menutupi banyak sekali dosa” (1 Pet. 4:8). Mungkin saat ini Anda telah kehilangan kasih itu terhadap pasangan Anda, orang tua Anda ataupun anak-anak Anda. Mintalah kepada Bapa yang empunya kasih itu maka ia akan memulihkan Anda dan memenuhi Anda dengan kasih-Nya sehingga Anda dapat mengasihi orang lain juga.
Tidak ada pertengkaran yang memuliakan Allah.
Tags: dan tidak, ia akan, kasih itu terhadap, perkara-perkara yang dapat, akan saling mengasihi, mereka berjanji untuk

