“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal” (Yohanes 7:28).
Banyak orang mempertanyakan dari mana asal Yesus. Hal itu berlangsung dari dulu sampai sekarang.? Orang Yerusalem mengetahui bahwa Dia berasal dari Nazaret, ibunya bernama Maria dan saudaranya laki-laki dan perempuan ada di tengah-tengah mereka. Lalu, siapakah Dia sehingga dapat melakukan banyak mukjizat? Apakah Dia ini Kristus? (ay 26).
Pertanyaan yang sama masih berlangsung sampai sekarang. “Siapakah Yesus itu? Bagaimana mungkin seorang wanita yang masih perawan seperti Maria bisa mengandung kalau tidak ada pria yang “berhubungan intim” dengan dia? Jangan-jangan …?” Dengan semua pertanyaan di atas Tuhan memberikan satu jawaban dalam firman Tuhan ini, “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal” (Yoh. 7:28). Jadi Dia datang bukan kehendak-Nya sendiri tetapi karena inisiatif Allah. Allah berinisiatif mencari manusia berdosa untuk diselamatkan. Diapun merancangkannya jauh-jauh hari bahkan sebelum dunia dijadikan (1? Pet. 1:20).
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk orang yang masih meragukan asal-usul Yesus Kristus Sang Juru Selamat? Mantapkan hati Anda dan jangan ragu. Firman Tuhan menjamin bahwa hanya melalui Dialah kita dapat tiba ke rumah Bapa (Yoh. 14:6). Nabi Yesaya menubuatkan, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Yes. 5:9).
Renungan:
Jangan meragukan keilahian Yesus. Biarlah dunia sibuk dengan berbagai cara untuk mengajukan argumen guna menggugat iman kita. Tetapi kita tahu dengan pasti bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang dijanjikan itu dan Dia adalah Tuhan dan Juru Selamat. Yesus bukanlah orang yang menunjukkan jalan, tetapi Dia adalah Jalan itu.

