0

Jangan Kehilangan Berkat!

Posted on Nov 14 , 2007 in Renungan

“Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa” (Lukas 7:39).

the lords supper jekel s Jangan Kehilangan Berkat!

Apabila diadakan pendataan bagi persekutuan-persekutuan di Indonesia, maka tampaklah bahwa jumlah persekutuan semakin meningkat. Orang-orang berduyun-duyun menjadi “sukarelawan” supaya rumahnya dipakai untuk persekutuan doa. Syukur kepada Tuhan atas orang-orang seperti itu. Tetapi sayang, banyak tuan rumah menjadi seperti orang Farisi yang mengundang Yesus. Memangnya ada apa dengan orang Farisi itu? Bukankah ia telah bertindak berani dengan mengundang Yesus ke rumahnya? Bukankah ia telah menanggung risiko - mungkin ditegur oleh rekannya yang lain karena ia mengundang tokoh yang kerap berseberangan dengan mereka? Sejauh itu ia bertindak dengan tepat - mengundang Yesus ke rumahnya.

Alkitab tidak menjelaskan motivasi orang Farisi ini mengundang Yesus, tetapi perjumpaannya dengan Yesus tidak membawa dampak apa-apa dalam kehidupannya. Dengan kata lain, tidak ada perubahan dan pertobatan dari orang Farisi ini. Ia menyiakan-nyiakan waktu yang amat berharga itu untuk meraih berkat ilahi dari perjumpaannya dengan Anak Allah. Sebaliknya, ia mengkritik dan mencela tindakan Yesus yang membiarkan wanita berdosa menyeka kaki-Nya.

Betapa ruginya si Farisi dan betapa untungnya si wanita itu. Seharusnya si Farisi dapat menggunakan kesempatan yang langka ini untuk meraih berkat Allah, tetapi hatinya terlalu degil. Sedangkan wanita yang tidak diundang itu nekad menghampiri Yesus dan menunjukkan pertobatannya yang tulus. Wanita ini pulang sebagai manusia yang dibenarkan.Kalau Anda senang menggunakan rumah Anda sebagai tempat persekutuan dan Anda tidak mendapatkan berkat apa-apa atau hidup Anda belum ada perubahan, Anda seperti orang Farisi di atas. Atau Anda mengizinkan gereja memakai rumah Anda sebagai tempat persekutuan, tetapi Anda sendiri ngumpet di kamar. Padahal melalui persekutuan di rumah Anda itu banyak orang yang mendapatkan berkat.

Renungan:

Betapa indahnya setiap orang yang bertemu Tuhan dan mau membuka hati bagi-Nya. Allah senang dengan orang-orang yang menurunkan derajatnya untuk meraih Kristus. Orang-orang yang tinggi hati tidak akan pernah dapat menerima anugerah pengampunan-Nya.

Pertemuan dengan Kristus adalah kesempatan meraih berkat.

Tags: , , , ,

Leave a Reply