0

Jubah Tak Berjahit

Posted on Nov 30 , -0001 in Renungan

“Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya …. dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja” (Yohanes 19:23).

Ada satu obyek menarik yang mungkin luput dari perhatian kita di tengah hiruk-pikuknya penyaliban Yesus. Obyek atau benda itu adalah jubah Yesus. Jubah itu dituliskan ”tidak berjahit dan dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja”.

Dalam Alkitab, pakaian berbicara tentang sikap atau karakter. Misalnya dalam 1 Pet. 5:5, “….. rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain ….. (bahasa aslinya: berbajukan kerendahan hati).” Kebenaran apakah yang kita dapatkan dari jubah Yesus yang tidak berjahit?? ? ? ? ? ? ? Tuhan kita itu tak bercacat cela alias sempurna. Alkitab berkata bahwa Dia, “…. saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat surga” (Ibr. 7:26). Tidak ada lipatan yang memisahkan antara kelembutan hati dengan murka-Nya, kelemahlembutan dengan ketegasan-Nya, otoritas dengan daya tarik-Nya, kemurahan dengan ketulusan hati-Nya. Dia sungguh unik dalam karakter. Jubahnya hanya satu tenunan saja!

Kita melihat Dia penuh dengan belas kasihan tapi tidak berkompromi dengan kesalahan; datang untuk menyelamatkan, tetapi juga untuk penghakiman; makan bersama murid-murid-Nya, tetapi juga semeja dengan pemungut cukai dengan perempuan sundal. Semua dilakukan dengan konsisten. Dia penuh kuasa tetapi tidak sombong; penuh dengan hikmat Allah, tetapi tidak sok; mempunyai otoritas, tetapi tidak semena-mena.

Terakhir kali Yohanes melihat jubah yang tak berjahit ini di tangan para penjudi dekat salib itu. Bagaimana tak tergetar hatinya saat mendapatkan penglihatan di Pulau Patmos itu dan ia menyaksikan Yesus “….. berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas…… Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan” (Why. 1:13; 19:16).

Dan kita, orang-orang tebusan-Nya, mengenakan jubah tak berjahit ini. Alkitab berkata, “….. Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti? pengantin perempuan yang memakai perhiasannya” (Yes. 61:10).

Renungan:

Marilah kita sadar bahwa kita mengenakan jubah kudus yang tak berjahit. Jubah ini telah Yesus kuduskan melalui darah-Nya sendiri. Jangan kotori jubah ini dengan perkara-perkara dursila! Mengenakan jubah kebenaran di tengah-tengah dunia yang kotor membutuhkan langkah hati-hati dan kewaspadaan yang tinggi.

Tags: , ,

Leave a Reply