0

Kebenaran Yang Sepotong

Posted on Feb 28 , 2008 in Renungan

“Kata Pilatus kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu” (Yohanes 18:38a)?

Suatu hari iblis berjalan dengan salah satu anak buahnya. Mereka melihat seseorang memungut sesuatu yang bercahaya. “Apa yang ditemukan orang itu?” Tanya anak buah iblis.

“Sepotong kebenaran,” jawab iblis. “Tidak gusarkah kau melihat bahwa yang ditemukan itu adalah sepotong kebenaran?” Tanya anak buah iblis dengan penasaran. “Tidak!” Jawab iblis, “Aku hanya memperhatikan dan berharap bahwa dia akan mendirikan agama melalui sepotong kebenaran itu.”

Kebenaran yang sepotong lebih berbahaya daripada dusta yang penuh. Sebab melalui kebenaran yang sepotong manusia berusaha mendirikan kebenaran yang mutlak. Lihat saja orang-orang yang mengaku sebagai nabi yang paling benar kemudian mendirikan agama yang “paling benar” untuk mencari pendukung sebanyak-banyaknya. Celakanya, banyak orang terkesima dengan kebenaran yang sepotong ini. Tidak sedikit pula yang rela mati demi yang sepotong ini.

Pilatus menghadapi teka-teki dengan pernyataan Tuhan Yesus bahwa Dia bersaksi tentang kebenaran. Kebenaran apa? Apakah ini merupakan kebenaran yang sepotong juga? Yesus tidak menyampaikan kebenaran yang sepotong, tetapi penuh, sebab Dia sendiri adalah kebenaran. Yesus berkata, “…… Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).

Yesus adalah kebenaran! Yesus merupakan standar dari kebenaran Allah. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa “Taurat Allah benar” (Mzm. 119:142); “perintah Allah adalah benar” (Mzm. 119:151); “dasar firman Allah adalah kebenaran” (Mzm. 119:160). Dengan kata lain Allah bermaksud menyampaikan bahwa sebagai Penguasa alam semesta, Ia berhak menyandang gelar sebagai Kebenaran. Semua yang diucapkan-Nya adalah kebenaran. Sedangkan kita tahu bahwa Yesus adalah firman yang menjelma menjadi manusia (Yoh. 1:1, 14). Dia adalah kebenaran yang mutlak!

Renungan:

Banyak kebenaran-kebenaran yang kita temukan di dunia ini. Namun kita percaya bahwa kebenaran sejati dan yang penuh itu adalah kebenaran Allah. Yesus adalah kebenaran itu! Bila tidak ada Yesus, maka tidak akan ada kebenaran.

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply