Lukas 6:46-49; Amsal 13:13
“Ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun” (Lukas 6:48).
Suatu hari seorang ayah masuk ke kamar anak gadisnya dan melihat ia begitu bahagia. Seseorang telah memberikan satu kotak manik-manik kepadanya. Anak itu berlari kepada ayahnya dan menunjukkan kotak itu.
“Itu memang indah anakku. Tetapi sekarang, lemparkan kotak itu ke dalam api,” kata ayahnya.
Anak itu memandang wajahnya dengan heran. Ini merupakan ujian berat.
“Ayah tidak memaksamu. Itu terserah kamu. Ayah mempunyai alasan yang kuat untuk hal itu. Percayalah kepada ayah.”
Dengan berat hati anak itu perlahan-lahan menghampiri tungku dan melemparkan sekotak manik-maniknya.
Setelah itu sang ayah tidak berkata apa-apa. Keesokan harinya ayahnya membawa boneka yang amat cantik yang telah lama diidam-idamkan anak gadisnya itu. Ayahnya berkata sambil memberikan boneka itu, “Nak, ayah memang bermaksud memberikan pelajaran kepadamu supaya kamu tahu bahwa Allah kadang-kadang bertindak seperti ini. Seringkali kita diperhadapkan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Dan Allah kerap memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak kita, tetapi lakukanlah, sebab Ia mempunyai alasan yang kuat untuk itu. Dan percayalah yang terbaik akan terjadi dalam hidup kita.”
Saudara, taat pada firman-Nya merupakan kunci untuk membuka pintu berkat. Apa yang merupakan sesuatu yang buruk, Allah dapat mengubahkan untuk kebaikan kita asal kita taat. Dan menurut pembacaan ayat hari ini Tuhan Yesus memberikan pengertian bahwa orang yang taat pada firman Allah akan mendirikan rumahnya di atas batu karang. Bila banjir datang rumah itu tidak roboh. Ia tidak ambruk karena berbagai persoalan yang melanda karena ia adalah pelaku firman.
Jadi, untuk memiliki fondasi yang kuat kita harus mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya.
Renungan:
Marilah kita belajar untuk taat kepada firman Tuhan dari hal yang terkecil sampai yang besar. Inilah rahasia kekristenan yang berhasil ? menjadi pelaku firman. Dalam ketaatan kadang kita tidak mengerti apa yang menjadi maksud Allah, tetapi percayalah bahwa Ia menyiapkan yang terbaik untuk kita.
Ketaatan akan memperkokoh fondasi rumah kita.




Recent Comments