0

MASA PRIHATIN

Posted on Apr 23 , 2009 in Renungan

Titus 1:5-9; Mazmur 119:163

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah” (Titus 1:7).

Gereja masa kini telah mengalami banyak perubahan yang begitu drastis. Jika dibandingkan dengan gereja mula-mula, maka kita melihat perbedaan yang amat mencolok, terutama kualitas para pimpinan dalam gereja Tuhan. Syarat bagi penatua (termasuk pendeta dan para pelayan Tuhan di gereja) sangatlah ketat. Anda bisa melihat syarat-syarat ini, misalnya: tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar ….”
Inilah masa prihatin bagi gereja Tuhan. Kita tidak usah menutup-nutupi fakta bahwa para pimpinan dalam gereja Tuhan masih banyak yang belum mencapai standar di atas. Dan memang syarat ini diturunkan, kalau tidak, saya khawatir tidak ada yang jadi pendeta!
Tetapi hal ini tidak dapat kita biarkan. Bukanlah kehendak Tuhan bila kualitas gereja, terlebih lagi para pimpinan, diturunkan. Tuhan menghendaki kita mengembalikan lagi standar yang benar – standar yang bersih dari segala kompromi. Dan itu berarti kita membutuhkan kebangunan rohani – bukan sekedar Kebaktian Kebangunan Rohani, atau yang biasa kita singkat dengan KKR. Kebangunan rohani yang benar itu mutlak karya Allah yang meresponi kerinduan umat-Nya. Jadi bila ada orang yang berdoa dan meminta belas kasihan Allah, maka Dia akan mencurahkan belas kasihan-Nya. Api itu akan diturunkan sehingga membakar setiap hati. Tidak ada dosa yang bertahan di dalam sebuah kebangunan rohani.
Sobat, kita tidak perlu lagi bermegah dengan perbuatan-perbuatan masa lampau. Pekerjaan Allah yang lalu sudah terjadi dan kita bersyukur untuk itu, tetapi kita hidup pada masa kini. Allah mencari manusia-manusia yang merindukan dikembalikannya standar Kerajaan Allah. Allah mencari umat yang rindu dicurahkannya api kebangunan rohani untuk meluruskan kembali segala sesuatu yang bengkok!

Renungan:
Mari kita akui bahwa standar hidup kita masih belum sesuai dengan patokan yang Allah tetapkan. Kita memang masih belum sempurna, dan kita memang sedang menuju ke sana. Tetapi standar tetaplah standar.

Masa lalu penuh dengan kenangan; masa kini penuh dengan perjuangan.

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply