2 Timotius 3:1-5; Amsal 14:7
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang…..” (2 Timotius 3:1, 2).
Tahun 1963 sebuah survei yang diadakan oleh Gallup mendapatkan hasil 65% orang Amerika benar-benar percaya akan Alkitab. Namun dalam tahun-tahun terakhir ini hanya 32 % atau mungkin bisa kurang untuk millennium ketiga ini. Majalah Newsweek pernah memberitakan seorang anak kecil yang bertanya kepada mamanya ketika melihat Kristus yang disalibkan, “Mami, orang itu sedang apa?” Percaya tidak kalau ini terjadi di Amerika, sebuah negara Kristen yang katanya mempunyai semboyan “In God We Trust” (Kepada Allah Kami Percaya).
Dunia sedang mengalami krisis, tidak hanya ekonomi tetapi moral. Dan celakanya dunia tidak berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan krisis moral ini. Mereka hanya memfokuskan pada penyelesaian-penyelesaian yang bersifat materi.
Dan Alkitab sudah berkata bahwa krisis moral pasti terjadi dan akan semakin parah. Dua ciri utama teratas yang disebutkan di sini adalah mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Dua hal ini saja sudah pasti akan menciptakan kekacauan-kekacauan, belum lagi dibarengi dengan perbuatan daging lainnya.
Gereja Tuhan mempunyai tanggung jawab besar untuk mengembalikan standar moral yang benar. Jangan malah ikut terseret dan mengurangi mutu moral kita. Kita mempunyai standar moral sendiri yang tidak sama dengan standar moral dunia ini. Itu diperlukan keberanian dan komitmen untuk melakukannya. Sebab dunia setiap hari mengajak kita untuk mengikuti standar moral mereka. Coba saja berapa kali dunia berkata kepada Anda, “Ah itu tidak apa-apa! Itu kan masih dalam batas normal. Ayo, coba sekali saja, toh Allah tidak akan marah. Cicipi sedikit aja, jangan banyak-banyak.” Umpan-umpan seperti ini biasanya kita tolak, tetapi sering pula kita lahap. Kalau tidak mengikuti cara mereka, seperti kita ini makhluk angkasa luar yang “kuper”. Dan sindirian ini amat menyakitkan, bukan? Lalu apa yang kita lakukan? Akhirnya kita mengikuti standar moral mereka.
Saudara, kita mempunyai harga diri sebagai anak-anak terang. Dan ini merupakan kebanggaan kita sebagai warga Kerajaan Allah. Jadi biarlah dunia menurunkan kualitas moralnya, tetapi kita semakin meningkatkannya.
Renungan:
Masa sukar itu sedang terjadi dan akan terjadi lagi dalam intensitas yang lebih besar lagi. Kalau anak-anak Tuhan tidak sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan, iblis akan mudah mencaplok mereka.
Dia adalah Allah yang berkualitas; apakah kita juga umat Allah yang berkualitas?
Tags: adalah allah yang, kepada allah, Tuhan tidak, Kerajaan Allah

